Enea Bastianini Butuh Liburan Usai Alami Periode Sulit

Enea Bastianini menutup paruh pertama MotoGP 2022 dengan penurunan setelah awal eksplosif yang sempat membawanya memimpin klasemen. Sang rider bertekad bangkit usai libur musim panas.

Enea Bastianini Butuh Liburan Usai Alami Periode Sulit

Usai penampilan kuat di awal musim, pembalap Gresini Racing-Ducati Enea Bastianini menghadapi masa sulit dengan kemunduran performa. La Bestia mengalami serangkaian crash, membawanya ke Grand Prix Belanda jauh dari posisi teratas, dan masalah teknis saat kualifikasi membuatnya start dari P16.

Bastianini berhasil naik dan menutup balapan yang berlangsung di TT Circuit Assen tersebut di posisi ke-11. Tentu saja pencapaian tersebut tetap membuatnya tidak merasa puas.

“Itu adalah akhir pekan yang rumit, kami mengalami banyak pasang-surut dan tidak pernah menemukan konsistensi yang tepat. Minggu pagi (saat warm-up) saya merasa baik, tetapi dalam balapan di tikungan kanan ada hal yang salah,” ujar Le Bestia soal GP Belanda, race terakhir sebelum libur musim panas.  

“Benar-benar periode sulit, tetapi saya memberikan yang terbaik dan melakukan semua yang saya bisa, dan kami meraih beberapa poin bagus. Gapnya tidak besar, saya ingin melakukan balapan dengan ban yang berbeda untuk melihat bagai mana hasilnya. Saya yakin setelah jeda akan bisa kompetitif lagi.”

Baca Juga:

Banyak kesulitan yang mengiringi Enea Bastianini dalam tiga balapan terakhir. Berhenti untuk liburan musim panas tak hanya menjadi pentung untuk mengisi ulang baterai, tetapi juga bekerja pada aspek yang harus ditingkatkan.

Faktanya, juara dunia Moto2 2020 tersebut, usai menganalisis balapannya, percaya bahwa dirinya perlu mendefinisikan beberapa hal untuk dapat kembali bertarung dengan para pembalap di grup depan.

“Saya ingin lebih, pada hari Sabtu kami memiliki masalah teknis dan kami tahu itu akan sulit untuk dapat memulihkan posisi dalam balapan. Pada paruh kedua (lomba), saya bertarung dengan Aleix Espargaro (Aprilia), tetapi dia jauh lebih cepat dari saya dan itu tidak bagus,” ujarnya.

“Saya mencoba menekan, tetapi kami harus memahami mengapa itu terjadi. Kini ada jeda musim panas, bakal ada waktu memikirkan solusi. Dalam tiga balapan terakhir ini saya sangat menderita, karena tertinggal, gugup dan ini tak bagus. Liburan bagi saya akan sangat positif.”

Enea Bastianini, Gresini Racing

Enea Bastianini, Gresini Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Terlepas dari kesulitan akhir pekan dalam beberapa waktu belakangan, Bastianini yakin seberapa besar potensi yang dimiliki Ducati. Ia telah membuktikannya di awal tahun dan dengan perpanjangan kontrak yang akan mengikatnya untuk dua musim lagi di pabrikan Borgo Panigale.

“Bagi saya dengan (Desmosedici) GP19 pendekatannya aneh, karena motor jauh lebih gugup daripada Kalex saya di Moto2. Ketika saya mencoba GP21, saya benar-benar memahami potensi motornya karena lebih halus untuk dikendarai,” ucap La Bestia.

“Untuk seorang rookie, saya pikir itu motor yang sangat bagus untuk menyesuaikan pendekatan. Banyak juga tergantung gaya berkendara. Anda perlu banyak beradaptasi, karena penting untuk mengerem dengan keras dan Anda juga harus memiliki banyak kecepatan di tikungan.”

Bastianini saat ini menempati peringkat kelima dalam klasemen sementara, mengoleksi 105 poin. Ia berada 67 angka di belakang sang pemuncak, Fabio Quartararo (Yamaha). Sekarang MotoGP jeda selama lima minggu dan bergulir lagi pada awal Agustus dengan GP Inggris di Silverstone.

 

dibagikan
komentar
Maverick Vinales Mengaku Sangat Bahagia Usai Podium
Artikel sebelumnya

Maverick Vinales Mengaku Sangat Bahagia Usai Podium

Artikel berikutnya

Maverick Vinales Siap Jalankan Team Order Aprilia

Maverick Vinales Siap Jalankan Team Order Aprilia