Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Enea Bastianini: Semua Akan Berubah Lagi di Le Mans

Enea Bastianini finis di posisi kedelapan pada MotoGP Spanyol, Minggu (1/5/2022). Ia pun menganalisis hasil lombanya tersebut.

Enea Bastianini, Gresini Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Tambahan delapan poin membuat pembalap Gresini Racing tersebut mampu naik satu tingkat ke posisi ketiga di klasemen sementara MotoGP 2022 dengan 69 poin, sama dengan Alex Rins (Suzuki Ecstar) di peringkat keempat.

Start dari grid ke-11, satu-satunya pembalap yang sudah memenangi dua Grand Prix pada musim 2022 – Qatar dan Amerika Serikat – tersebut hanya mampu naik tiga posisi pada balapan berdurasi 25 lap tersebut.

Seusai balapan, kepada Sky Sport pembalap asal Italia berjulukan La Bestia (The Beast) tersebut mengaku sebenarnya ingin merebut poin sebanyak mungkin di Circuito de Jerez – Angel Nieto, Spanyol, tuan rumah putaran keenam MotoGP.

“Poin yang kami rebut cukup esensial. Seharusnya kami mampu lebih baik saat balapan tetapi pada akhirnya kami harus lebih banyak bertahan. Kalender masih panjang tetapi balapan kami (di Jerez) seharusnya tidak seperti itu,” kata juara dunia Moto2 2020 itu.

MotoGP Spanyol sendiri akhirnya dimenangi Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) yang tidak tertahan sejak start sampai finis. Posisi kedua ditempati juara dunia Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP).

Posisi tiga besar kualifikasi terulang pada hasil podium pada akhir balapan. Aleix Espargaro (Aprilia Racing) yang sempat tertinggal di P6 usai start, mampu memanfaatkan kesalahan Jack Miller (Ducati Lenovo) dan Marc Marquez (Repsol Honda) untuk finis P3.

Setelah balapan, La Bestia yang menggeber Ducati Desmosedici GP21 (motor spesifikasi musim lalu) mengakui kecepatan Bagnaia yang memang sudah terlihat saat memecahkan rekor lap Jerez pada sesi kualifikasi.

Baca Juga:

Kendati kecewa hanya finis di P8, Bastianini pun menatap optimistis balapan berikutnya di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, 13-15 Mei mendatang.

“Pecco (sapaan Bagnaia) membalap sangat baik pada hari ini. Tetapi di Le Mans nanti semua akan berubah lagi,” kata Enea Bastianini.

“Kondisi di sini (Jerez) aneh. Kami percaya akan mampu kembali menjadi protagonis. Kami harus melanjutkan cara kami.

“Saya meminta maaf kepada tim tidak mampu memberikan hasil yang lebih baik, gagal menemukan solusi kendati sudah mencoba melakukan perubahan. Namun yang terpenting saya tidak terjatuh atau membuat kesalahan.”

Catatan Enea Bastianini di Le Mans selama turun di Kejuaraan Dunia Balap Motor, sejatinya tidak begitu meyakinkan. Hasil finis terbaiknya di GP Prancis hanyalah P2 pada 2015, saat masih turun di Moto3.

Tahun lalu, musim perdananya di MotoGP, Enea Bastianini hanya mampu merebut dua poin hasil finis P14 di Le Mans.

“Kami akan memperbaiki (hasil Jerez) di Le Mans. Saya menyukai trek ini meskipun tahun lalu kami tidak begitu bagus. Namun kali ini saya sangat percaya diri,” katanya.

Enea Bastianini sempat memimpin klasemen MotoGP setelah dua balapan awal (Qatar dan Indonesia) untuk kemudian kembali teratas usai lomba keempat (Amerika Serikat). Namun, ia kehilangan posisi puncaknya usai GP Portugal, sepekan lalu.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Silly Season MotoGP: Peluang buat Ai Ogura dan Tony Arbolino
Artikel berikutnya Kehilangan Aero Fairing, Remy Gardner Sulit Kendalikan RC16

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia