Beirer Sebut Jerez Jadi Penentuan bagi KTM

MotoGP Spanyol yang digelar di Sirkuit Jerez, 2 Mei 2021, akan jadi ajang penentuan bagi tim KTM dan satelitnya Tech3.

Beirer Sebut Jerez Jadi Penentuan bagi KTM

RC16 keluaran pabrikan Austria tersebut tidak mampu bersaing di MotoGP 2021. Para pembalap mereka, kecuali Brad Binder, ada di papan bawah. Hanya pembalap muda Afrika Selatan tersebut yang mampu tembus 10 besar dan mempersembahkan poin besar.

Terkait pencapaian di bawah ekspektasi dalam tiga balapan awal, Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer,  tutup buku. Ia ingin tim menunjukkan kemampuan terbaik pada MotoGP Spanyol karena Jerez adalah start yang sebenarnya.

“Tak ada gunanya melihat ke belakang. Kami harus memeriksa berbagai insiden yang kami alami. Di paddock, mereka bilang setiap tahunnya bahwa musim hanya mulai dengan Jerez. Ini adalah start terakhir musim kompetisi…,” katanya dikutip dari Speedweek.

Miguel Oliveira yang awalnya jadi tumpuan malah terpuruk di peringkat ke-20. Musim lalu, ia merajai setiap sesi di MotoGP Portugal yang merupakan kampung halamannya.

Namun, keinginan rider pabrikan KTM mengulangi prestasi kandas usai mengalami insiden di Tikungan 14 dan terjatuh. Beruntung, ia mampu melanjutkan lomba dan finis di urutan ke-16. Itu melengkapi penderitaannya sejak MotoGP Doha.

“Miguel seharusnya bisa balapan dengan bagus di Doha, tapi kemudian, dashboard kami menyerah dan itu pasti membuatnya menderita. Start di Portugal tidak bagus, kemudian dia berada di kelompok dan melenceng dari trek,” ucapnya.

“Jadi dia kehilangan waktunya yang berharga. Tapi kemudian dia berkendara dengan wajtu terbaik 1 menit 40 detik. Itu adalah waktu lap tercepat. Dia pasti bisa punya balapan yang layak. Sayangnya, Miguel jatuh di Tikungan ke-14 pada lap kelima…”.

Baca Juga:

Sementara itu, Brad Binder lebih percaya diri karena menemukan pace balapan. Grafik pemuda 25 tahun tersebut terus meningkat. Ia membuka musim ini di Sirkuit Losail dengan peringkat ke-14, lalu naik enam tingkat pada MotoGP Doha dan posisi kelima di Portimao.

“Kami menemukan sesuatu untuk pace balapan. Masalahnya adalah kami harus lebih hati-hati dengan bagian depan. Kami tak bisa mengerem keras-keras dan secepatnya berbelok di tikungan, ban depan langsung tergulung,” ia mengungkapkan.

“Ini adalah situasi rumit, tapi kami bekerja keras untuk beradaptasi dengan motor. Kami perlu melangkah satu persatu agar mencapai satu lap tercepat.

“Jelas bahwa tiga balapan pertama tidak seperti yang kami inginkan. Sangat berat bagi kami. Yang terpenting, kami tetap bekerja dan yakin bakal menemukan jalan. Jumlah kekuatan otak di KTM besar sekali sehingga pasti menemukan sesuatu.”

dibagikan
komentar
Bagnaia: Masih Terlalu Dini Bahas Peluang Juara

Artikel sebelumnya

Bagnaia: Masih Terlalu Dini Bahas Peluang Juara

Artikel berikutnya

Bradl Prediksi Rossi Gantung Helm Akhir 2021

Bradl Prediksi Rossi Gantung Helm Akhir 2021
Muat komentar