MotoGP
28 Mar
Event selesai
04 Apr
Event selesai
12 Mei
Event berikutnya
31 hari
Selengkapnya:
Berita Top 20 Musim 2017
Topik

Berita Top 20 Musim 2017

Berita Top 2017, #11: Dovizioso gagal dalam pertarungan MotoGP

Pada nomor 11 dalam hitungan mundur Motosport.com dari berita terbesar di balap musim ini adalah cerita underdog MotoGP, Andrea Dovizioso yang melawan Marc Marquez hingga seri pamungkas Valencia.

Berita Top 2017, #11: Dovizioso gagal dalam pertarungan MotoGP

Andrea Dovizioso, Ducati Team, Marc Marquez, Repsol Honda Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team, Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marquez memang sukses merengkuh titel MotoGP 2017, pembalap termuda yang empat kali juara dunia. Namun, musim ini, Dovizioso paling menyedot perhatian. Bagaimana ia berubah dari yang tak diunggulkan menjadi penantang kejuaraan pada tahap akhir dalam kariernya.

Pembalap Italia itu baru mengoleksi dua kemenangan sebelum musim bergulir. Meraih kemenangan perdana bersama Ducati di Sepang 2016, tujuh tahun sejak podium pertama di Donington Park dengan status pembalap Honda.

Ia memulai musim sebagai orang luar 16/1, dan hanya ada sedikit bukti dalam lima balapan pertama – tiga di antaranya dimenangi oleh dominasi pramusim Maverick Vinales – untuk menunjukkan ini akan menjadi tahun terobosan besar.

Setelah seri Le Mans, Vinales unggul 17 poin di puncak klasemen, sementara Dovizioso peringkat keenam, selisih 31 poin.

Kemudian datanglah Mugello – merupakan balapan pertama dengan spesifikasi ban depan Michelin yang direvisi dan telah dipilih kolektif untuk diperkenalkan – di mana Dovizioso menyingkirkan Vinales untuk mencetak kemenangan pertama musim ini. Ia muncul sebagai rival dalam perebutan gelar dan berlangsung sampai balapan terakhir.

Awalnya, Dovizioso sangat berhati-hati dengan peluangnya. Tapi performanya kuat ketika menjadi pembalap Ducati yang memenangi balapan back-to-back sejak Casey Stoner di Catalunya.

Dalam waktu kurang dari sebulan, pertarungan titel telah berubah secara dramatis: Dovizioso sekarang hanya terpaut tujuh poin di belakang Vinales dan memiliki momentum. Marquez – memulai musim dengan lambat – mulai menggebrak.

Begitu buruknya start Marquez di awal musim, ia bahkan mengalami kerontokan rambut. Tapi performanya membaik setelah menguji coba sasis yang kurang kaku.

Marquez pun menikmati libur musim panas berbekal kemenangan di Sachsenring, dan lalu mendominasi seri Brno yang diwarnai flag-to-flag.

Kendati demikian, Dovizioso bertekad untuk tidak membiarkan Marquez memiliki segalanya, dan kekalahan pembalap Honda di Red Bull Ring menyingkirkan keraguan yang tersisa, bahwa DesmoDovi akan menjadi ancaman utama.

Duel panas keduanya kembali terulang di MotoGP Jepang, sekaligus menyuguhkan tontonan menarik kepada fans. Pada saat itu sudah jelas, pertarungan hanya melibatkan Marquez versus Dovizioso, sedangkan duo Yamaha: Vinales dan Valentino Rossi terpental keluar.

Kemenangan di Motegi, aksi hebat lainnya dari Dovizioso, memberi kesempatan nyata untuk mengungguli Marquez. Namun, hasil mengecewakan finis ke-11 di Phillip Island merupakan pukulan keras bagi peluangnya, dan kemenangan keenamnya di Sepang, ia masih terpaut 21 poin.

Valencia tidak pernah menguntungkan Dovizioso atau Ducati, dan selisih poin berarti, pembalap berusia 31 tahun harus menang, serta berharap Marquez tidak finis lebih baik dari posisi ke-11.

Sayang, itu tidak berjalan baik. Marquez memiliki keunggulan pada kecepatan. Ia mengambil posisi terdepan, sedangkan Dovizioso berada di urutan kesembilan. Dan walaupun Ducati lebih baik dalam race pace, tapi itu tidak cukup cepat untuk menang.

Marquez membiarkan pintu sedikit terbuka ketika keluar dari lintasan dan saat dikejar Johann Zarco. The Baby Alien dinaungi keberuntungan, karena siku dan lutut kirinya menyelamatkannya dari kecelakaan ke-28 musim ini. Tapi lap berikutnya, Dovizioso terjatuh, dan berakhir sudah.

Apapun, ketika orang melihat ke belakang pada musim 2017, mereka tidak akan mengingat fakta Dovizioso tampil singkat. Akan tetapi, ia membangkitkan peluang dan harapan Ducati tentang kemungkinan yang bisa terjadi.

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
1/10

Foto oleh: Ducati Corse

Podium: Race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team

Podium: Race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team, wins

Marc Marquez, Repsol Honda Team, wins
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team, wins

Marc Marquez, Repsol Honda Team, wins
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team, Marc Marquez, Repsol Honda Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team, Marc Marquez, Repsol Honda Team
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team, Marc Marquez, Repsol Honda Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team, Marc Marquez, Repsol Honda Team
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Podium: race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team

Podium: race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Worldchampion Marc Marquez, Repsol Honda Team celebrate

Worldchampion Marc Marquez, Repsol Honda Team celebrate
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Marc Marquez, Repsol Honda Team, Andrea Dovizioso, Ducati Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team, Andrea Dovizioso, Ducati Team
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Dokter MotoGP dinobatkan sebagai yang terbaik

Artikel sebelumnya

Dokter MotoGP dinobatkan sebagai yang terbaik

Artikel berikutnya

Kallio kecewa tak bisa balapan semusim penuh

Kallio kecewa tak bisa balapan semusim penuh
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Pembalap Andrea Dovizioso , Marc Marquez
Penulis Jamie Klein