Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Breaking news

Bezzecchi Belajar Banyak dari Mantan Data Engineer Rossi

Debutan MotoGP 2022, Marco Bezzecchi, gembira ditangani Matteo Flamigni. Kepala krunya di tim Mooney VR46 Racing itu mampu menjinakkannya dan memberi masukan berharga.

Marco Bezzecchi, VR46 Racing Team

Flamigni merupakan data engineer yang cukup lama bekerja untuk Valentino Rossi. Ketika The Doctor memutuskan pensiun, ia banting setir jadi kepala kru Bezzecchi.

Sebagai pendatang baru di MotoGP, pembalap 23 tahun itu tentu butuh bimbingan. Sosok yang bisa mengayomi sekaligus membuatnya bisa mengendalikan Ducati Desmosedici GP21 adalah Flamigni.

Meski belum mampu memaksimalkan potensi motor tersebut, seperti Enea Bastianini yang memborong dua kemenangan dari empat balapan musim ini.

Bezzecchi tentu sangat berterima kasih dengan jasanya. “Saya merasa sangat bagus dengan kru saya. Matteo seorang yang menyenangkan dengan banyak pengalaman. Kepalanya penuh berbagai hal untuk dipelajari,” tutur penghuni peringkat ketiga Moto2 2021.

“Saya suka karakternya karena dia membuat saya tetap tenang. Kadang saya gugup ketika segala sesuatu tidak berjalan dengan baik.

“Matteo membantu saya tetap tenang. Matteo bisa ganti peran dari data engineer jadi kepala kru karena memang sangat bagus.”

Bez menjadi rookie terbaik dalam klasemen sementara. Ia menduduki peringkat ke-18 dengan 7 poin, berkat finis P9 di MotoGP Argentina.

Murid Rossi itu gagal finis dalam MotoGP Qatar dan Amerika Serikat, berakhir di urutan ke-20 MotoGP Indonesia.

Torehannya lebih banyak satu poin daripada Darryn Binder (RNF Yamaha Racing). Remy Gardner (Tech3 KTM) baru memetik satu poin. Dua debutan lain, Raul Fernandez (Tech3 KTM) dan Fabio di Giannantonio (Gresini Racing-Ducati) belum pecah telur.

Baca Juga:

Bezzecchi bernasib sial ketika balapan di Austin, Texas. Ia mesti berhenti di putaran kelima gegara mendapat bendera hitam dengan titik oranye.

Marshal mengibarkan sinyal itu ketika melihat problem teknik pada motor yang menempatkan pembalap dan orang lain dalam bahaya. Mereka harus kembali ke pit box atau kembali ke trek dalam keadaan aman. Mulai 2020, para pembalap perlu mendapat izin dari race direction sebelum diizinkan berlaga kembali.

Marshal melihat ada asap yang keluar dari motor Bezzecchi. Ia diberi sinyal agar segera meninggalkan lintasan sehingga tidak ada oli yang berceceran dan balapan tak perlu dihentikan untuk pembersihan.

“Pada Tikungan 15, roda depan saya drop. Beruntung, motor saya tidak rusak. Jadi saya memutuskan lanjut,” Bezzecchi mengaku tak tahu penyebab diminta berhenti.

“Saya tidak tahu kenapa mereka menghentikan saya. Motor sempurna. Wajar kalau mesin sedikit berasap setelah motor tergeletak beberapa detik karena oli mengalir ke airbox.

“Itu normal dan terjadi di setiap motor. Saya tidak tahu kenapa staf balapan tidak tahu itu.”

Marco Bezzecchi, VR46 Racing Team

Marco Bezzecchi, VR46 Racing Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Sirkuit Algarve Bakal Menuntut Fisik Marc Marquez
Artikel berikutnya Dani Pedrosa Ingin Ikut Balap Mobil tapi Tergantung KTM

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia