Bintang MotoGP Suarakan Keselamatan Para Pembalap Junior

Jack Miller, Marc Marquez dan Aleix Espargaro menilai perlu ada langkah tegas agar tragedi kematian Dean Berta Vinales tidak terulang lagi di masa depan.

Bintang MotoGP Suarakan Keselamatan Para Pembalap Junior

Dean Berta Vinales, sepupu dari Maverick Vinales, meninggal dunia secara tragis usai insiden kecelakaan dalam balapan World Supersport 300 Spanyol di Jerez akhir pekan lalu.

Dia menjadi pembalap muda ketiga di level kejuaraan dunia dan Eropa yang kehilangan nyawanya musim ini setelah rider European Talent Cup berusia 14 tahun, Hugo Millan dan pembalap Moto3, Jason Dupasquier.

Tragedi kematian Vinales telah memicu perdebatan tentang bagaimana olahraga balap motor dapat menghentikan peristiwa seperti itu terjadi di masa depan. Mulai dari batasan usia, pengurangan grid serta hingga perubahan motor.

Dorna Sports, promotor MotoGP dan World Superbike, mengonfirmasi kepada Motorsport.com awal pekan ini, bahwa kelompok kerja di dalam perusahaan sudah dibentuk untuk membahas masalah tersebut.

“Kami telah berdiskusi di Moto3, bahkan di Supersport (300), motor-motor itu tidak terlalu cepat dan jumlahnya sangat banyak, dan motor-motor itu tidak ringan dengan imajinasi apa pun,” ucap Miller.

“Yang pasti itu sangat berat dan ada begitu banyak dari mereka di grid sehingga, ketika ada sesuatu yang salah, kemungkinan sesuatu yang buruk terjadi pasti berlipat ganda atau tiga kali lipat.

“Balapannya fantastis dan menurut saya, kelasnya juga fantastis.

Baca Juga:

“Saya kira sangat bagus memiliki feeder class seperti World Supersport 300 yang membantu anak-anak muda ini, yang mungkin tidak mendapatkan kesempatan di Moto3 untuk berkompetisi di sana.

“Tetapi harus ada langkah besar yang diambil dalam melihat keselamatan, bagaimana balapan ini berjalan dan ini tidak bisa berlanjut.

“Tahun ini sangat buruk. Ini tidak bisa berlanjut. Kami tidak boleh memiliki tiga anak kecil dalam waktu, bahkan kurang sembilan bulan, kehilangan nyawa mereka.

“Ini mengerikan dan saya kira, saya berdiri atas nama semua orang dengan mengatakan bahwa saya muak dan lelah pergi ke one minute silence untuk anak-anak yang sangat, sangat muda.

“Ini sangat buruk. Pastinya ini tidak bisa berlanjut. Tidak bisa, tidak mungkin.”

Jack Miller, Ducati Team

Jack Miller, Ducati Team

Photo by: Gold and Goose / Motorsport Images

Enam kali juara dunia MotoGP, Marc Marquez, percaya Dorna Sports akan melakukan yang terbaik dalam melindungi para pembalap, sembari juga terus bekerja untuk meningkatkan keselamatan.

Namun, dia merasa masalah terbesar adalah banyaknya kategori junior di zaman modern ini, yang justru berujung pada peningkatan risiko saat perlombaan.

“Tentang Dorna, mereka berusaha melindungi kami dan mereka berusaha meningkatkan keselamatan, di sirkuit, pada baju balap dan helm,” kata Marquez.

“Tapi risikonya akan selalu ada. Memang benar, jika kita bandingkan dengan 20 tahun yang lalu, sekarang ada dua kali lipat kategori, dua kali lipat pembalap di trek.

“Maksud saya, ketika Anda mengatakan kami bekerja untuk menemukan talenta muda, itu berarti lebih banyak kategori, lebih banyak pembalap di trek, lebih banyak risiko.

“Ini sesuatu yang sulit untuk dikelola, sulit untuk menemukan kompromi yang baik, tetapi sekarang salah satunya adalah saya akan katakan ini: kami punya banyak kategori. Setiap akhir pekan kami memiliki beberapa balapan – GP, Superbike, World Superbike, Kejuaraan Eropa.

“Tentu saja, itu berarti ada lebih banyak risiko dibandingkan di masa lalu.”

One minute silence untuk mengenang Jason Dupasquier

One minute silence untuk mengenang Jason Dupasquier

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Selain menurutnya peningkatan batas usia harus didiskusikan, Espargaro juga merasa pembalap muda harus dipaksa untuk menghabiskan waktu lebih lama untuk mengasah skill dengan motor mini yang jauh lebih aman di trek karting.

“Ini bukan hanya tentang (usia) 16 (tahun) di kejuaraan dunia, karena 16 tidak terlalu buruk,” ujarnya.

“Tapi ya, kita bisa membatasi 17 (tahun). Masalahnya adalah Anda bisa pergi ke trek besar seperti Barcelona dengan Moto4, yang hampir seperti Moto3, pada usia 12 tahun.

“Jadi ini, bagi saya, lebih buruk. Sekolah minibike di (trek) karting itu bagus. Mungkin mereka bisa bertahan lebih lama di minibike, di mana kecepatannya jauh lebih rendah, di mana dua pembalap dapat mengalami kecelakaan bersama dan tidak ada yang terjadi, dan mereka dapat menunda satu atau dua tahun untuk datang ke trek besar.

“Jadi, di masa lalu popularitas minibike sangat tinggi, tetapi sekarang semua orang ingin melakukan Moto4.

“Kami menggelar banyak kelas, Supersport 300, semua pembalap di trek besar.

“Mungkin ini solusi juga, untuk lebih banyak balapan di trek karting karena mungkin di sana saya pikir anak-anak bisa belajar bekerja sama atau mungkin lebih.”

Baca Juga:

Setelah kematian sepupunya, Maverick Vinales memilih absen di Grand Prix Amerika akhir pekan ini. Keputusan itu juga telah didukung sepenuhnya oleh Aprilia.

“Yah, saya kira ketika tragedi seperti ini terjadi, saya melihat semua orang benar-benar merasakan kehilangan seperti ini dan sepertinya ketika sesuatu seperti ini terjadi, kita semua bersama dan ini adalah sesuatu yang menyenangkan, karena ini bisa terjadi pada diri kita masing-masing dan ini adalah situasi yang sangat sulit,” tutur juara dunia bertahan, Joan Mir.

“Saya benar-benar mengerti bahwa Maverick merasa tidak enak untuk datang ke sini dan keputusan Aprilia selalu sangat bagus.

“Menurut saya, para pembalap menghargai hal semacam ini, dan saya harap ini tidak terjadi lagi.”

dibagikan
komentar
Hasil FP2 MotoGP Amerika: Marquez Tercepat di Trek Basah-Kering COTA

Artikel sebelumnya

Hasil FP2 MotoGP Amerika: Marquez Tercepat di Trek Basah-Kering COTA

Artikel berikutnya

Jadwal MotoGP Amerika Hari Ini

Jadwal MotoGP Amerika Hari Ini
Muat komentar