MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
72 hari
Selengkapnya:

Bos Ducati Optimistis Miller Rebut Gelar Juara

Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, percaya diri menyambut MotoGP 2021 dengan kekuatan dua pembalap muda, Jack Miller dan Francesco Bagnaia.

dibagikan
komentar
Bos Ducati Optimistis Miller Rebut Gelar Juara

Ducati akan menghadapi musim baru dengan semangat berbeda. Skuad pabrikan yang berbasis di Borgo Panigale itu kini sepenuhnya berubah.

Awalnya, Ducati ingin menduetkan Miller dengan Andrea Dovizioso. Tetapi karena kesepakatan tak tercapai, pabrikan Italia itu akhirnya mengangkat Bagnaia untuk mengisi kursi yang ditinggalkan tiga kali runner-up MotoGP tersebut.

Perubahan juga terjadi di tim satelit Ducati, di mana Johann Zarco memperkuat Pramac Racing, bertandem dengan Jorge Martin yang baru dipromosikan ke MotoGP.

Sedangkan juara dunia Moto2 2020, Enea Bastianini, berada dalam satu tim bersama Luca Marini di Esponsorama Racing. Meski keduanya akan menggunakan Desmosedici GP19, Ducati menjamin bakal memberikan perangkat terbaru sepanjang musim ini.

“Kami fokus pada pembalap muda, karena di tim pabrikan kami memiliki pembalap berpengalaman. Namun jangan lupa, Jack baru berusia 26 tahun dan Bagnaia sudah berusia 24 tahun. Kami juga memiliki tiga rookie menjanjikan,” kata Ciabatti.

“Sudah waktunya untuk melakukan perubahan demi masa depan Ducati. Tapi kami sangat menghormati pembalap yang telah bersama kami sebelumnya, seperti Dovizioso dan Danilo Petrucci.

“Setelah bertahun-tahun, rasanya perlu untuk membalik halaman dan memasukkan energi baru, pembalap muda dengan masa depan yang kami harap akan cerah. Kami akan berusaha menempatkan mereka dalam kondisi terbaik untuk menunjukkan bakat mereka di MotoGP.”

Baca Juga:

Ducati memang fokus dengan pembalap muda, terutama mereka yang berasal dari Italia. Pasalnya, sebagai tim yang berasal dari negeri pasta itu, tim merasa bertanggung jawab melahirkan talenta besar asal Italia.

“Saya adalah seorang juara dunia dan runner-up, dan pilihan tidak dibuat menunggu hasil, tetapi selama musim berjalan. Baik Enea dan Luca, mereka memiliki musim yang luar biasa. Mereka terbukti tidak hanya cepat, namun juga untuk memiliki kedewasaan membuat keputusan dalam situasi sulit,” ujar Ciabatti.

“Luca mengalami insiden besar di Le Mans, itu membuat balapannya sedikit berantakan. Namun, saya merasa kami telah memilih yang terbaik dari Moto2. Mereka adalah dua talenta menjanjikan dari Italia yang akan melakoni debutnya di Ducati.”

Terkadang, perubahan membutuhkan waktu untuk dapat membuahkan hasil bagus. Pun demikin, Ciabatti yakin kedua pembalapnya, khususnya Miller, memiliki apa yang diperlukan demi tampil mengesankan.

“Saya pikir, baik Jack dan Pecco memiliki karakteristik berkendara dengan sangat baik. Pecco mengalami momen sulit musim lalu. Itu karena pengalamannya di MotoGP masih sedikit, tapi kami berharap banyak hal hebat darinya,” tutur Ciabatti.

“Mungkin Miller menjadi salah satu protagonis sejak awal musim. Namun, kami juga berharap dari pembalap kami yang lainnya.”

Ciabatti lalu menegaskan, tak ingin menanggapi komentar pedas Andrea Dovizioso terhadap Ducati. Menurutnya, semua cerita telah berakhir dan timnya sekarang hanya ingin fokus pada masa depan.

“Jelas, ucapan Andrea tidak membuat kami senang, tapi kami hanya ingin fokus pada musim ini dan masa depan. Kami hanya ingin mengingat kenangan baik bersama Andrea, dengan 14 kemenangan yang telah kami dapatkan bersama,” ujar Ciabatti.

“Dia pembalap paling sukses di Ducati setelah Casey Stoner dan ini akan tercatat dalam sejarah kami. Tapi sekarang kami harus menatap masa depan. Kami juga memiliki senjata baru, jadi kami harus fokus pada itu.”

Luca Marini dan Enea Bastianini, Esponsorama Racing bersama Luigi Dall'Igna, Manajer Tim Ducati, Raul Romero, Prinsipal Esponsorama Racing dan Paolo Ciabatti, Direktur Olahraga Ducati.

Luca Marini dan Enea Bastianini, Esponsorama Racing bersama Luigi Dall'Igna, Manajer Tim Ducati, Raul Romero, Prinsipal Esponsorama Racing dan Paolo Ciabatti, Direktur Olahraga Ducati.

Foto oleh: Ducati Corse

Martin: Rossi Pantas Jadi Rival Sekaligus Ayah Saya

Artikel sebelumnya

Martin: Rossi Pantas Jadi Rival Sekaligus Ayah Saya

Artikel berikutnya

Martin Pede Cepat Klop dengan Desmosedici GP

Martin Pede Cepat Klop dengan Desmosedici GP
Muat komentar