Bos KTM Lega Pertaruhan atas Program Pembalap Muda Sukses

Direktur motorsport KTM, Pit Beirer, gembira memenangi pertaruhan dengan mengambil pembalap dari pembibitan internal. Mereka mempromosikan Miguel Oliveira ke tim pabrikan dan mengesampingkan gagasan merekrut profil ternama.

Bos KTM Lega Pertaruhan atas Program Pembalap Muda Sukses

Pol Espargaro bergabung dengan KTM pada 2017 dan berperan dalam pengembangan RC16. Ia menerima tawaran Repsol Honda dan meninggalkan tim medioker tersebut dengan sebuah tanda mata berupa peringkat kelima.

KTM yang mulai stabil pun berencana mendatangkan rider berpengalaman untuk mengisi slot yang ditinggalkan Espargaro. Setelah berembug, semua sepakat menarik Oliveira dari Tech3 dan mempertahankan Brad Binder.

Loyalitas mereka terhadap pabrikan Austria sudah teruji. Oliveira dan Binder memperkuat tim di ajang Red Bull Rookies Cup, Moto3 dan Moto2.

“Kami mengalami naik dan turun bersama-sama, tapi mereka tidak pernah meragukan kami. Kami pun tak pernah meragukan mereka,” ujar Beirer dalam wawancara dengan Motorsport.com.

“Ketika kami kehilangan Pol, kami melihat nama besar lainnya juga. Lalu kami berkata, ‘Anda tahu? Sekarang kita mesti berpegang pada program kami sendiri’, yakni Rookies Cup, Moto3 dan Moto2 untuk masuk ke MotoGP dengan KTM.

“Kami yakin pada sistem kami setahun lebih cepat daripada yang kami inginkan di awal dan saya sangat gembira kami melakukannya.”

Berdasarkan dari pencapaian musim lalu, di mana Binder menang sekali dan Oliveira menang dua kali, mestinya MotoGP 2021 lebih mudah ditaklukkan. Tapi, faktanya bertolak belakang.

Pengembangan RC16 sepanjang musim dingin tidak berjalan mulus. Pada lima putaran awal, podium seperti jauh dari jangkauan. Hanya Binder yang menonjol dengan pencapaian terbaik di posisi kelima MotoGP Portugal. Sedangkan, Oliveira terus berada di luar 10 besar.

Di tengah kesulitan tersebut, para mekanik bekerja keras membalikkan keadaan dengan sasis baru dan bahan bakar berbeda. Kerja keras itu langsung berbuah manis dalam Grand Prix Italia.

Rider Portugal finis runner-up di Mugello, menang di Barcelona dan kembali ke peringkat kedua MotoGP Jerman. Binder hampir podium di Sachsenring. Meski mencetak sederet rapor impresif, Beirer meminta agar semua tidak jemawa dan melanjutkan pengembangan.

Baca Juga:

“Pada hari-hari sulit, mereka tidak menggila, mereka tidak langsung bicara ke tim lain atau pabrikan lain. Mereka percaya kepada kami. Jika kami mengatakan kepada mereka, bahwa kami tidak gembira dan maka kami akan mengerjakan itu. Mereka yakin kepada kami,” tutur Beirer.

“Mereka tenang kalau itu dan banyak membantu kami. Jika para pembalap mulai panik dan gugup, tentunya itu mempersulit.

“Saya sangat gembira punya pembalap hebat ini dan kami bekerja pada bagian penting pada motor. Kami membawakan sebuah paket. Saya tidak tahu apakah sepersepuluh, dua persepuluh, tiga persepuluh, beberapa kilometer dalam kecepatan tertinggi. Kami berkontribusi terhadap itu, tapi para pembalap berkontribusi lebih lagi.

“Mereka punya feeling lebih baik dan dengan itu, mereka terus berkembang. Sungguh luar biasa apa yang mereka telah berikan setelah kami mengambil satu langkah. Itu menunjukkan apa karakter tim, sebuah tim bisa menang, tapi kami bukan apa-apa tanpa pembalap fantastis. Ukuran sebenarnya adalah pembalap di trek.”

dibagikan
komentar
Picu Kontroversi, Espargaro Sebut Marquez Lebih Hebat dari Rossi

Artikel sebelumnya

Picu Kontroversi, Espargaro Sebut Marquez Lebih Hebat dari Rossi

Artikel berikutnya

Podium Jadi Target Nakagami di Sisa Musim MotoGP 2021

Podium Jadi Target Nakagami di Sisa Musim MotoGP 2021
Muat komentar