Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Bos Suzuki Ceritakan Sulitnya Mencari Manajer Tim

Project Leader Suzuki MotoGP Shinichi Sahara tidak membayangkan bila mencari pengganti Davide Brivio bisa selama ini.

Shinichi Sahara, Team Suzuki MotoGP

Seperti diketahui, begitu tim pabrikan Suzuki Ecstar merebut gelar juara dunia pembalap – lewat Joan Mir – dan tim, mereka ditinggalkan sang manajer tim, Davide Brivio.

Pria Italia itu  memilih tantangan baru di Formula 1 dengan menerima pinangan Alpine F1 Team untuk menduduki posisi racing director.

Sepeninggal Brivio, Suzuki membentuk semacam komite manajemen yang terdiri dari tujuh nama penting di tim. Komite ini dipimpin langsung oleh Sahara.

Meskipun begitu, pada akhir tahun lalu Sahara mengakui bahwa perannya di tim menjadi terlalu banyak. Itulah mengapa pencarian untuk pengganti Brivio terus dilakukan.

Davide Brivio saat menjadi Team Manager Suzuki MotoGP. Peran pria asal Italia itu di tim pabrikan Suzuki terbukti sangat vital.

Davide Brivio saat menjadi Team Manager Suzuki MotoGP. Peran pria asal Italia itu di tim pabrikan Suzuki terbukti sangat vital.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Saya belum mengubah pikiran. Hanya, memang butuh waktu lebih lama dibanding yang saya bayangkan atau inginkan,” kata Sahara seperti dikutip Autosport edisi Spanyol dan Motorsport.es.

“Kami masih terus melakukan negosiasi dengan sejumlah kandidat tetapi belum ada kesepakatan yang terjadi.

“Saya tak bisa bilang lebih banyak lagi agar tidak berkompromi dengan mereka yang terlibat. Tapi ya, ide kami masih berusaha mencari manajer tim.”

Belakangan muncul rumor bila Brivio akan kembali ke Suzuki pada 2022. Hal itu tidak lepas dari posisinya di Alpine yang kabarnya juga tidak menentu menjelang musim baru.

Belakangan, Brivio membantah akan kembali ke Suzuki. Sahara pun berpendapat sama meskipun ia juga mendengar kabar tentang berbagai perubahan di Alpine.

“Saya juga tahu soal sejumlah perubahan di Alpine namun tidak tahu detailnya seperti apa. Saya tidak mau menyebut nama-nama. Yang pasti, setiap orang bisa menjadi manajer tim kami yang baru sepanjang sesuai standar kami,” kata Sahara.

Baca Juga:

Selain mencari manajer tim, Suzuki juga dihadapkan pada kontrak pembalap. Durasi kontrak Joan Mir dan Alex Rins akan habis pada akhir musim 2022. Saharap pun menegaskan bila prioritas Suzuki adalah mempertahankan kedua pembalap untuk 2023.

“Suzuki ingin mempertahankan Joan dan Alex. Kami sudah mengungkapkannya kepada mereka,” Shinichi Sahara menambahkan.

“Namun, yang terpenting saat ini adalah memberikan mereka motor sekompetitif mungkin. Dengan itu, kami berharap mampu bersaing lagi dalam perebutan gelar. Fokus kami kini bukan negosiasi dengan mereka tetapi pada performa motor.”

Akhir pekan nanti (11-13/2/2022), Suzuki akan menjalani tes pramusim MotoGP kedua di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, Indonesia.

Performa mereka cukup bagus pada tes pramusim sebelumnya di Sepang, Malaysia, akhir pekan lalu. Selama dua hari tes, Alex Rins menempati peringkat keempat waktu kombinasi sedangkan Joan Mir di P12.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Perkiraan Waktu Lap MotoGP dan Ajang Balap Lain di Mandalika
Artikel berikutnya Launching LCR Honda: Alex Marquez Ikut Desain Livery Motornya

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia