Shinichi Sahara Tak Pernah Ragukan Kemampuan Mir

Suzuki Project manager Shinichi Sahara mengaku senang dengan gelar pembalap dan konstruktor yang dipersembahkan Joan Mir dan Alex Rins. Tapi, itu tak membuatnya terkejut karena selalu percaya pada potensi pembalapnya.

Shinichi Sahara Tak Pernah Ragukan Kemampuan Mir

Pada awal tahun ini, Suzuki tak menunjukkan kinerja terbaiknya karena masih beradaptasi dengan ban belakang baru dari Michelin.

Itu juga disebabkan oleh absennya Rins karena mengalami cedera bahu pada Jerez I, dan Mir mengalami dua insiden pada tiga balapan pertama.

Setelah berhasil menemukan setelan yang tepat, Joan Mir mulai menunjukkan kualitasnya dengan meraih podium dua di GP Austria. Pria asal Spanyol itu hampir meraih kemenangan pada GP Syria jika balapan berlangsung dalam keadaan normal.

Sayang, insiden yang dialami Maverick Vinales membuat balapan sempat dihentikan. Ketika dimulai kembali, Mir tak memiliki ban baru sedangkan sebagian besar rivalnya menggunakan ban yang lebih segar.

Kekecewaan itu dibayar lunas dengan tiga podium secara beruntun. Mir juga berhasil meraih kemenangan di GP Eropa yang membuatnya semakin kuat menjadi calon juara dunia baru.

Pada GP Valencia, finis di urutan ketujuh cukup baginya untuk mengamankan titel pertamanya di kelas premier.

Shinichi Sahara mengaku terkesan dengan performa pria 23 tahun itu di sepanjang musim ini. Terutama dalam caranya menghadapi tekanan dan manajemen ban yang baik di setiap balapan.

Namun, Sahara tak terkejut dengan kinerja yang ditunjukkan oleh Joan Mir karena ia sudah melihat potensi pembalapnya sejak pertama kali naik ke GSX-RR.

“Saya selalu mengatakan Joan akan menjadi pembalap yang sangat cepat. Tetapi, saya tak berharap dia mendapatkan gelar pada tahun ini,” kata Sahara.

“Saya ingin memikirkan itu lebih serius pada 2021. Namun, Joan semakin kuat di setiap balapan, dia sangat cepat beradaptasi. Kami tak pernah meragukan potensi, kecepatan atau kecerdasannya di balapan.”

Baca Juga:

Shinichi Sahara juga senang melihat perkembangan Alex Rins di atas GSX-RR pada tahun ini. Terlebih setelah mengalami cedera bahu di awal musim, tetapi ia masih mampu berada di urutan ketiga dalam klasemen akhir.

Jika tidak mengalami cedera, Rins diyakini dapat memperjuangkan gelar juara dunia dan bertarung ketat dengan Mir hingga akhir musim.

“Cedera Alex sungguh mengganggunya, tapi dia pulih dengan cepat. Saya senang dia terus memotivasi diri sendiri dan memperjuangkan hasil terbaik meski dilanda cedera,” ujar Sahara.

“Ketika dia berada di kondisi terbaik, dia berkendara dengan sangat cepat dan konsisten. Kami tahu dia mampu memperjuangkan gelar. Tanpa cedera, dia mampu melakukannya.

“Dua pembalap kami memiliki gaya balap berbeda, tapi memiliki performa di level yang sama.”

Shinichi Sahara menyadari bahwa dua pembalapnya berperan besar membawa kesuksesan pada Suzuki setelah penantian panjang.

“Joan dan Alex saling menekan dan mendorong satu salam lain. Mereka tandem yang sempurna pada musim yang ekstrem ini. Benar kami memiliki dua pembalap dan motor bagus, tapi masih ada ruang yang perlu ditingkatkan,” kata Sahara.

“Kami akan melanjutkan langkah untuk berusaha lebih kuat dan lebih baik lagi selama beberapa tahun ke depan.”

Joan Mir, Alex Rins and Team Suzuki MotoGP merayakan kemenangan.

Joan Mir, Alex Rins and Team Suzuki MotoGP merayakan kemenangan.

Foto oleh: Suzuki MotoGP

dibagikan
komentar
Marquez Lebih Siap Hadapi MotoGP 2021

Artikel sebelumnya

Marquez Lebih Siap Hadapi MotoGP 2021

Artikel berikutnya

Bagnaia Pede Datanya Berguna untuk Rookie Ducati

Bagnaia Pede Datanya Berguna untuk Rookie Ducati
Muat komentar