Bos Tech3 Soroti Kesulitan Kedua Pembalapnya

Manajer Tim Tech3 KTM Herve Poncharal mengkritik keras performa Iker Lecuona meskipun ia dan rekan setim barunya, Danilo Petrucci, mampu merebut poin di Portugal.

Bos Tech3 Soroti Kesulitan Kedua Pembalapnya

Pada lomba ketiga Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 di Sirkuit Algarve, Portimao, tersebut untuk kali pertama musim ini kedua pembalap tim satelit KTM itu akhirnya berhasil merebut poin.

Danilo Petrucci mendapatkan tiga poin setelah finis di P13. Sedangkan Lecuona mendapatkan poin terendah, satu, seusai masuk di P15. Bagi Lecuona, inilah poin pertamanya musim ini setelah sebelumnya finis P17 di GP Qatar dan mundur dari lomba di GP Doha.

“Anda pasti akan selalu melihat hasil positif dari poin pertama setiap musim. Saya tahu kami sangat jauh di belakang namun ini baru awal musim,” ucap Poncharal yang juga menjabat Presiden Asosiasi Tim-tim Balap Internasional (IRTA) tersebut.

“Bila ingin objektif, kami memang jauh di belakang. Kualifikasi sangat sulit bagi kami, demikian pula lomba.”

Pria asal Prancis itu secara khusus juga mengkritik keras Lecuona. Memang, pembalap Spanyol, 21 tahun, itu baru saja menjalani operasi pada lengannya hanya beberapa saat sebelum GP Portugal digelar.

Iker Lecuona, KTM Tech3

Iker Lecuona, KTM Tech3

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Satu-satunya aspek positif dari Lecuona (di Portugal) adalah ia mampu merebut satu poin. Namun, jujur saja, saya tidak tahu lagi harus bilang apa. Saya tak bisa berkata-kata lagi, ia mungkin sama,” kata Poncharal.

Menurut Poncharal, tahun lalu Lecuona sangat penuh energi. Ia memang beberapa kali membuat kesalahan tetapi masih terlihat dirinya berusaha keras untuk menunjukkan performa bagus.

“Kali ini, semua seolah tidak ada yang berjalan mulus atau bekerja baginya. Tidak ada lagi yang menonjol darinya,” tutur Poncharal.

Terkait Petrucci, Poncharal menyebut pembalap yang musim lalu membela tim pabrikan Ducati itu masih butuh penyesuaian, terutama soal peralihan motor dari Ducati Desmosedici GP ke KTM RC16.

Setelah tidak mampu finis pada lomba pertama, Petrucci finis 19 sepekan kemudian. Gap dengan pemenang GP Doha, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) mencaai 16,7 detik.

Di Portugal, Petrucci mampu merebut finis P13 kendati gapnya dengan sang pemenang – juga Quartararo – lebih besar, yakni 29,8 detik.

Baca Juga:

“Di Portugal, Petrucci memilih ban yang tepat, keras untuk depan dan belakang. Hanya dia yang memilih komposisi itu karena berharap mampu mengejar para pembalap depan menjelang akhir lomba,” kata Poncharal.

“Ia memang lebih cepat dibanding para pembalap di depannya namun tidak cukup cepat. Petrucci masih proses belajar. Kami harus memahami dan mengerti itu agar bisa membantunya merasa lebih nyaman di tim ini.”

Kini, Herve Poncharal menegaskan timnya harus kembali bicara bersama terkait posisi tim mereka. Poncharal menilai KTM RC16 kompetitif karena Brad Binder, pembalap tim pabrikan Red Bull KTM Factory Racing, mampu finis P5 di Portugal.

“Jadi, jelas motor ini mampu bekerja baik. Kami tidak mau bicara banyak soal teknis. Kami harus mampu membuat kedua pembalap kami nyaman saat lomba dan membuat meeka merasa lebih lapar akan kemenangan. Semua di tim ini harus bangkit di Jerez,” ucap Poncharal.

Lomba keempat MotoGP 2021, GP Spanyol, akan berlangsung di Sirkuit Jerez-Angel Nieto pada 2 Mei mendatang.

 

dibagikan
komentar
Marquez Takkan Tenang Mundur Saat Cedera

Artikel sebelumnya

Marquez Takkan Tenang Mundur Saat Cedera

Artikel berikutnya

Pol Espargaro Masih Sulit Kendarai RC213V

Pol Espargaro Masih Sulit Kendarai RC213V
Muat komentar