Bradley Smith resmi hijrah ke KTM pada 2017

Pembalap Tech 3 Yamaha, Bradley Smith, telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun untuk bergabung dengan KTM di MotoGP musim depan.

Pembalap Inggris itu sebelumnya tidak menutup keinginan untuk pindah ke tim pabrikan pada 2017. Smith bahkan juga menulis keraguan akan masa depannya di Tech 3 Yamaha lewat tulisan di blog jelang seri pembuka Qatar.

“Ini adalah pertama kalinya saya mengawali musim dalam situasi di mana hampir pasti saya akan akan berganti tim tahun depan,” tulisnya.

“Tampaknya, sudah waktunya bagi kedua belah pihak untuk pindah. [Team Principal] Herve Poncharal telah menjelaskan dia tidak akan memperbarui kontrak tahun depan, akan tetapi saya akan melakukannya.”

Sekarang, KTM telah mengonfirmasikan Smith sebagai salah satu pembalapnya untuk petualangan baru di MotoGP, merekrut pembalap Inggris itu untuk dua musim mulai 2017.

“Dengan merekrut Bradley Smith sebagai pembalap pabrikan untuk dua tahun, kami bisa mengambil langkah berikutnya dalam perjalanan panjang menuju MotoGP,” ujar Motorsport Director KTM, Pit Beirer.

“Dalam usia 25 tahun, Bradley berkompetisi pada musim keempatnya di kelas premier. Dia merebut posisi kedua di Misano dan musim lalu berada pada peringkat keenam di klasemen akhir. Sudah jelas dia pembalap terbaik di antara semua tim satelit.”

Smith akan menjalani musim keempat dan terakhirnya di kelas premier dengan Tech 3 Yamaha musim ini, setelah menempati peringkat keenam musim lalu, dan setelah mencetak poin di setiap balapan.

Ia juga telah mencetak dua podium sepanjang kariernya, yakni finis ketiga di Phillip Island 2014, lalu finis kedua dalam balapan yang diganggu hujan di Misano 2015.

KTM belum mengindikasikan siapa yang menduduki kursi kedua untuk 2017, walaupun mantan pembalap MotoGP, Randy de Puniet dan veteran Moto2, Mika Kallio, serta Thomas Luthi tercatat sebagai pembalap tes.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Bradley Smith
Tim Red Bull KTM Factory Racing
Tipe artikel Breaking news