MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
73 hari
Selengkapnya:

Brivio Pernah Merasa Salah Saat Pilih Rins ketimbang Zarco

Davide Brivio pernah dihadapkan dengan pilihan sulit antara memilih Alex Rins atau Johann Zarco, yang saat itu sudah memiliki kontrak dengan Suzuki.

dibagikan
komentar
Brivio Pernah Merasa Salah Saat Pilih Rins ketimbang Zarco

Sebelum Zarco memainkan debutnya bersama skuad satelit Tech3, pembalap Prancis itu sebenarnya telah terikat kontrak dengan Suzuki.

Suzuki melihat Zarco memiliki penampilan mengesankan ketika berkiprah di Moto2 2016 dan pabrikan Jepang itu tertarik merekrutnya pada tahun berikutnya.

Langkah ini dilakukan Suzuki karena Maverick Vinales akan meninggalkan mereka untuk bergabung dengan tim pabrikan Yamaha musim 2017.

Brivio lalu menemukan pilihan sulit, karena Rins juga berperforma bagus. Selain itu, memilih Zarco juga bertentangan dengan filosofi tim yang ingin berkembang bersama pembalap muda.

Brivio akhirnya memutuskan menggaet Rins dan tandem dengan Andrea Iannone. Memasuki musim baru MotoGP 2017, Suzuki diperkuat dua pembalap anyar.

Zarco yang dipromosikan Yamaha tampil baik bersama Tech3, meraih tiga podium dan mengakhiri musim di peringkat keenam. Ia bahkan menyabet titel Rookie of The Year 2017.

Sebaliknya, Rins berada di peringkat ke-16. Sang pembalap absen lima balapan lantaran dibekap cedera setelah insiden di MotoGP Amerika Serikat.

Momen keterpurukan Suzuki makin diperparah dengan kesalahan memilih mesin yang digunakan untuk MotoGP 2017. Alhasil, tim kembali mendapatkan hak konsesi musim berikutnya.

“Empat podium termasuk satu kemenangan yang didapatkan Vinales pada 2016, membuat kami kehilangan status konsesi di tahun berikutnya. Tapi dia memilih untuk meninggalkan Suzuki, dan pergi ke Yamaha,” kata Brivio kepada Motogp.com.

“Jadi kami harus memikirkan strategi terbaik untuk 2017. Kami memutuskan untuk merekrut Andrea Iannone. Kami merasa ini keputusan bagus untuk melanjutkan kesuksesan.

“Kami juga berpikir dengan mendatangkan Rins dan membantunya berkembang, dia akan menjadi seperti Vinales.”

Baca Juga:

Merekrut Iannone dan Rins, membuat Suzuki terpaksa tak melanjutkan kerja sama dengan Aleix Espargaro, dan membatalkan perjanjian prakontrak dengan Zarco.

Padahal, di akhir 2016, pria asal Prancis itu sudah menggeber GSX-RR. Itu dilakukan untuk membuatnya beradaptasi lebih cepat dengan motor.

“Pada 2014, kami memulai program pembalap muda dan memiliki kesepakatan kontrak dengan Zarco ketika ia masih membalap Moto2. Jadi, pada musim terakhir di Moto2, dia sudah memiliki kontrak dengan Suzuki,” ujar Brivio kepada MotoGP.com.

“Kami harus memilih antara Zarco dan Rins, yang juga menunjukkan potensinya saat itu. Pilihan sulit, tapi pada akhirnya kami memutuskan untuk merekrut Rins.”

Beberapa orang mengkritik keputusan Suzuki karena telah memberi harapan palsu kepada Zarco. Terlebih, peraih dua gelar Moto2 itu menunjukkan penampilan cemerlang ketimbang Rins.

“Kami mendapat banyak kritik saat itu, karena Zarco yang bergabung dengan Yamaha Tech3 tampil kuat. Dia berhasil mendapat podium, sedangkan Rins kurang beruntung karena mengalami cedera,” kata Brivio.

“Dia harus absen dalam empat atau lima balapan. Dia baru bisa kembali di Assen pada Juni. Jadi, Rins tak bisa memulai proyek dengan baik. Sedangkan Iannone tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari mesin yang kami gunakan. Hasil MotoGP 2017 sangat buruk bagi kami.”

Andrea Iannone, Team Suzuki MotoGP, podium ketiga.

Andrea Iannone, Team Suzuki MotoGP, podium ketiga.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Selepas 2017, Suzuki lebih berhati-hati dalam memilih mesin dan Rins juga mulai beradaptasi dengan baik, sekaligus menghapus keraguan tim atas kemampuannya di atas GSX-RR.

“Pada 2018, dengan mesin yang lebih baik, Iannone dan Rins mengumpulkan sembilan podium. Itu musim yang bagus,” tutur Brivio.

“Proyek kami dengan Rins bekerja dengan baik. Dia semakin berkembang sebagai seorang pembalap. Dari sana ide untuk terus menggunakan pembalap muda seperti Rins muncul.”

Sirkuit Catalunya Mulai Renovasi Tikungan 10

Artikel sebelumnya

Sirkuit Catalunya Mulai Renovasi Tikungan 10

Artikel berikutnya

Keluar dari MotoGP, Dovizioso Makin Geluti Motocross

Keluar dari MotoGP, Dovizioso Makin Geluti Motocross
Muat komentar