Cadalora bicara soal perannya sebagai mentor Rossi

dibagikan
komentar
Cadalora bicara soal perannya sebagai mentor Rossi
Oriol Puigdemont
Oleh: Oriol Puigdemont
17 Mar 2017 14.26

Setelah setahun bekerja sama, kemitraan antara Valentino Rossi dan Luca Cadalora berbuah sangat positif, yang mana akan berlanjut pada 2017.

Adalah tes pramusim di Phillip Island pada Februari 2016, ketika dunia MotoGP mengetahui sosok juara dunia 125cc dan 250cc, Cadalora mulai mendampingi Rossi.

Saat itu, The Doctor hanya mengatakan sedang melakukan semacam eksperimen dengan Cadalora, untuk menguji apakah pria berusia 53 tahun itu dapat membantunya dengan menonton dia dan pembalap lain dari luar lintasan.

Peran yang dijalankan Cadalora boleh dibilang sama seperti pekerjaan Wilco Zeelenberg terhadap Jorge Lorenzo. Begitu pula dengan Randy Mamola, yang menjadi ahli nagi sejumlah besar pembalap.

Kini, jelang bergulirnya musim baru, Rossi rupanya telah resmi merekrut Cadalora sebagai pelatih dan bagian dari anggota internal tim.

Peran dan kehadiran Cadalora juga terasa nyata dalam perubahan pembalap Yamaha itu. Rossi lebih berdeterminasi dibandingkan sebelumnya, dengan koleksi dua kemenangan pada musim lalu di Jerez dan Catalunya.

Usai pertarungan sengit hingga akhir musim pada 2015, Rossi kembali penuh motivasi menghadapi 2016, di saat banyak pihak yang meragukannya. Perlu diketahui bawah Cadalora memiliki peran besar di balik tumbuhnya motivasi tersebut.

“Hasil dari bekerja dengan Luca telah sangat positif, baik dari sudut pandang manusia dan profesional,” ucap Rossi kepada Motorsport.com.

“Awalnya itu bertaruh, saya ingin mengetes, dan lalu saya menyadari bahwa sangat penting untuk memiliki seseorang yang berpengalaman seperti dia untuk berada di belakang Anda.”

Jika Rossi menganggap kehadiran Cadalora membawa dampak baik, maka pria kelahiran Modena itu justru merasa terhormat dapat memberikan opini kepada The Doctor.

“Saya sangat menyukai pekerjaan ini, karena membuat saya menjadi bagian dari aksi seperti ketika saya masih mengendarai motor. Kami biasanya berbicara dan bertukar opini. Saya selalu berada saat briefing tekniis dan itu juga membantu,” tutur Cadalora.

“Valentino tidak membutuhkan saya untuk mengatakan apa yang harus dia lakukan. Saya hanya memberikan sudut pandang. Lalu, dia mengelola semua informasi dan memutuskan untuk menggunakannya atau tidak.

“Dulu seperti mimpi yang mustahil bagi saya ketika masih balapan: untuk menonton diri sendiri dari luar, dan itulah sekarang yang saya lakukan untuk Rossi,” pungkas analis Italia tersebut.

Luca Cadalora
Luca Cadalora

Foto oleh: Gold and Goose Photography / LAT Images

Artikel MotoGP berikutnya
Pedrosa antusias hadapi musim 2017

Artikel sebelumnya

Pedrosa antusias hadapi musim 2017

Next article

Folger berharap finis 10 besar pada debut MotoGP

Folger berharap finis 10 besar pada debut MotoGP
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Pembalap Valentino Rossi Shop Now
Penulis Oriol Puigdemont
Tipe artikel Breaking news