Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoGP Dutch GP

Campinoti: Ducati Ambil Cristiano Ronaldo MotoGP, Pasti Ada Konsekuensinya

Paolo Campinoti menjelaskan alasan Pramac hengkang ke Yamaha setelah 20 tahun bersama Ducati, perayaan yang tidak berjalan dengan baik, dan kedatangan Marc Marquez.

Jorge Martin, Pramac Racing

Sekarang sudah resmi. Tim Pramac tidak akan lagi dikaitkan dengan Ducati setelah akhir musim MotoGP 2024. Skuad asal Italia ini juga tidak merayakan ulang tahun ke-20 kemitraan dengan pabrikan Borgo Panigale, yang dimulai pada 2005.

Mereka sekarang akan menuju ke Yamaha, sebagai tim satelit mereka, yang akan diberi perlakuan semi-resmi, seperti yang sudah mereka dapatkan di Ducati. Pramac dapat memainkan peran kunci dalam proses pembangunan kembali mereka saat ini.

Perusahaan yang berbasis di Iwata tersebut mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan multi-tahun dengan struktur tersebut, yang akan menjadi tim pabrikan 'ekstra'.

Mereka akan memiliki motor resmi, sama seperti tim pabrikan, dan para pembalap, yang belum diumumkan, akan dipekerjakan secara langsung oleh perusahaan yang berbasis di Iwata tersebut.

Di luar fakta bahwa M1 adalah motor yang lebih buruk daripada Desmosedici, tampaknya ini bukan kesepakatan yang buruk bagi Pramac, meski kenyataannya masih menimbulkan keraguan tentang proses keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Ducati, terutama setelah spekulasi tentang kedatangan Marc Marquez.

Oleh karena itu, pada hari yang sama ketika kepergian timnya diumumkan, Paolo Campinoti, kepala tim, menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan 'GPOne' alasan yang membuatnya membuat keputusan ini dan bergabung dengan Yamaha mulai tahun 2025.

Baca Juga:

"Apa yang ingin saya jelaskan sejak awal adalah bahwa ini bukan tentang uang," Campinoti membantah. "Faktanya, dalam jangka pendek, saya akan merugi, karena saya tidak akan mendapatkan (hal yang sama) seperti yang saya dapatkan (sekarang) dari para sponsor. Jelas, saya rasa (dalam jangka pendek) kami tidak akan mendapatkan hasil sama seperti yang kami dapatkan sebelumnya."

Ia kemudian menjelaskan detail dari kesepakatan tersebut, "Ini adalah kontrak selama tujuh tahun. Dua tahun (2025 dan 2026) dan lima tahun dengan motor baru (yang akan hadir dengan regulasi baru MotoGP). Yamaha telah meyakinkan saya dengan proyek mereka.

“Mereka adalah merek yang hebat, telah memenangi banyak hal. Gelar terakhir mereka adalah tiga tahun lalu bersama Fabio Quartararo. Mereka bekerja keras, bahkan di Italia, dengan Luca Marmorini dan Max Bartolini (rekrutan terbaru mereka dari Ducati).Memang tidak akan langsung, tetapi mereka akan kembali dan menang, karena mereka selalu menang.”

Campinoti tidak menyangkal bahwa meskipun Yamaha telah meyakinkannya, ia akan tetap bersama Ducati seandainya Marquez bergabung dengan tim.

"Ya, itu benar. Jika Marquez mengatakan ya pada saya, saya akan menyambutnya dengan antusias, juga dengan antusiasme. Bagaimana mungkin saya melakukan sebaliknya?

"Tapi pilihan yang diambil Ducati, bagaimanapun juga, seperti mendapatkan Cristiano Ronaldo. Pramac, sebaliknya, lahir untuk mendukung pertumbuhan para pembalap muda. Kami melakukannya dengan Andrea Iannone, Jack Miller, Danilo Petrucci, Pecco Bagnaia, atau Jorge Martin.

“Kami tidak dilahirkan untuk memenangkan kejuaraan dunia pembalap, meskipun kami hampir saja melakukannya, dan kami akan mencobanya lagi tahun ini. Kami akan melanjutkan misi kami dengan para pembalap muda di Yamaha," lanjutnya.

Marc Márquez, Gresini Racing

Ketika ditanya tentang kapan tepatnya dia membuat keputusan tersebut, sang manajer merujuk pada MotoGP Italia, di mana dia yakin Ducati mungkin telah meremehkan tim dan Martin setelah Enea Bastianini menyalip di lap terakhir untuk meraih podium terakhir.

"Saya menahan diri untuk waktu yang lama, karena hubungan pribadi dan persahabatan saya yang mendalam dengan Gigi Dall'Igna. Butuh waktu lama bagi saya untuk mencernanya. Tapi, saya mengambil keputusan ketika melihat Bastianini menyalip Martin, di Mugello, membangkitkan antusiasme yang luar biasa di garasi Ducati,” kenangnya.

“Saya mengerti Davide Tardozzi, tapi ada juga Claudio Domenicali, semua orang? Tapi mengapa (mereka melakukannya), Martin bukan salah satu pembalap mereka?”

Setelah pengumuman tersebut, Campinoti menjelaskan lebih lanjut alasan kepergiannya dalam sebuah wawancara dengan 'Sky Sport MotoGP'.

"Kami sampai pada situasi ini karena serangkaian situasi. Tim telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan kami telah menerima banyak tawaran, tetapi kami tidak pernah memperhitungkannya, tetap setia pada proyek ini. Sayangnya,dengan keputusan terbaru yang dibuat oleh Ducati, kami pikir mereka telah mengubah prioritas. Mereka fokus pada proyek lain: mengambil Cristiano Ronaldo, mengabaikan tim.

"Proyek kami adalah mengembangkan para pembalap muda, untuk menunjukkan kepada mereka sebuah jalan. Pilihan Ducati (untuk merekrut Marquez) membuat kami sedikit kehilangan arah, dan itulah mengapa kami mendengarkan dengan penuh keyakinan (tawaran Yamaha), dengan dasar bahwa proyek yang dilakukan Ducati sekarang berbeda dengan yang kami yakini.

“Ada kekurangan perspektif, karena kami bekerja untuk mencapai sebuah tujuan. Keputusan untuk tidak mengontrak Martin, yang memimpin Kejuaraan Dunia dan telah memenangi beberapa balapan, adalah keputusan yang tidak kami setujui. Mereka telah mengambil Cristiano Ronaldo-nya MotoGP, tetapi Cristiano Ronaldo membawa konsekuensi.”

Jorge Martín, Pramac Racing

Pria Italia juga menjelaskan mengapa mereka tidak akan menjadi tim satelit, sebuah konsep yang sudah tidak ada lagi di kelas motor besar.

"Konsep itu sudah tidak ada lagi, lihatlah KTM. Pada 2025, mereka akan memiliki empat motor resmi, sponsor yang sama, warna yang sama.  Seperti yang dikatakan Pit Beirer, pembalap yang berada di posisi pertama klasemen akan menjadi pemimpin.

“Jadi Pramac akan menjadi tim pabrikan tambahan, dengan motor yang sama persis dengan Quartararo. Dalam hal ini, saya tidak mengerti Jorge Martin (atas keputusannya untuk tidak bertahan di Pramac dan menjadi pembalap pabrikan).

“Apa yang hilang dari dirinya? Dia telah memenangkan balapan, dia memimpin kejuaraan dan tahun lalu dia kalah di balapan terakhir di Valencia.”

Dia juga berbicara tentang kemungkinan perekrutan untuk musim depan, karena mereka tidak akan memiliki Martin, dan untuk Franco Morbidelli, ini akan menjadi kembalinya dia ke Yamaha setelah kepergiannya.

"Siapa yang akan kami rekrut?   Jika Anda berbicara kepada saya tentang Andrea Iannone, Anda menyentuh hati saya. Saya telah berbicara dengannya, dan saya berharap untuk mengadakan tes dengannya bersama Yamaha.

“Kita lihat saja nanti. Itu tidak akan mudah, karena kolam renang MotoGP penuh dengan hiu sekarang. Sudah bukan masanya lagi. Para pembalap muda sudah sangat kuat sekarang. Tapi kita lihat saja nanti. Sementara itu , kami sedang bernegosiasi, dan kami sudah dekat dengan Fabio Di Giannantonio," tutupnya.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Martin: Bukan Solusi Ducati, Saya Yakin Lebih Bahagia ke Depannya
Artikel berikutnya FP2 MotoGP Belanda: Bagnaia Mendominasi Semua Sesi

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia