Catatan buruk berlanjut, Iannone sangat kecewa

dibagikan
komentar
Catatan buruk berlanjut, Iannone sangat kecewa
Scherazade Mulia Saraswati
Oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor
31 Okt 2016 04.47

Berharap melaju cepat dan kompetitif di MotoGP Malaysia, Andrea Iannone justru harus menelan pil pahit karena tak dapat menyelesaikan balapan. Hasil inipun menambah panjang catatan buruknya setiap kali tampil di Sepang.

Andrea Iannone, Ducati Team
Andrea Iannone, Ducati Team
Andrea Iannone, Ducati Team
Andrea Iannone, Ducati Team
Andrea Iannone, Ducati Team
Andrea Iannone, Ducati Team
Andrea Iannone, Ducati Team
Podium: race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team

Setelah absen dalam empat balapan terakhir, Iannone akhirnya kembali memperkuat pabrikan Ducati. Harapan untuk menutup akhir pekan dengan raihan positif, nyatanya tak menjadi kenyataan. Pembalap Italia itu terjatuh pada Lap 12.

Inilah kali keempat Iannone tidak finis di Sepang, tepatnya sejak melakoni debut di kelas premier pada empat musim lalu. Pada 2013 dan 2015, Iannone didera masalah teknikal pada motor yang dikendarainya. Lalu, pada 2014, ia mengalami cedera lengan kiri karena disenggol Marc Marquez saat Free Practice 2.

“Ya, ini kekecewaan besar, karena kami mengalami masalah teknikal (pada 2013 dan 2015). Juga pada 2014, saya cedera karena Marc menyenggol saya dan saya harus pulang ke rumah,” keluhnya kepada media di Sepang, Minggu (30/10).

“Tapi (Sepang) trek yang bagus. Ini juga balapan yang baik. Saya sangat senang dengan performa saya, di mana saya banyak meningkat tahun ini. Ya, walau saya sering terjatuh, tapi itu karena saya ingin bertahan di atas motor sebagai pembalap terbaik.

“Saya memiliki semangat dalam diri dan ingin mencoba untuk menjadi pembalap terbaik. Inilah risikonya, dan saya selalu ingin mengambil risiko, karena saya tidak senang finis di posisi kelima. Saya senang ketika bertarung untuk posisi pertama, kedua atau ketiga,” tandas The Maniac Joe.

Iannone lalu mengungkapkan, bahwa ia sama sekali tak mendapat peringatan sebelum terjatuh. Ia bahkan juga tidak memahami mengapa terjatuh pada lap yang sama dengan Marquez dan Cal Crutchlow. Pasalnya, jika ia tahu kedua pembalap Honda itu akan terjatuh, maka Iannone akan langsung mengurangi kecepatan motornya. 

“Tidak. Saya sedikit terkunci (sebelum balapan) dan meminta (kepada tim) untuk melakukan setup lebih pada ban depan ketika saya mengerem dan menikung. Tapi masalahnya, saya tidak mengendarai motor saat FP2. Kami ingin mencoba setup berbeda untuk memperbaiki grid (cengkeraman) di bagian belakang. Saya meminta, tapi kami tidak punya waktu untuk mencobanya,” paparnya.

“(Andrea) Dovizioso menggunakan setup sedikit lebih berbeda di bagian belakang. Dengan kondisi (basah) seperti ini, kami ingin mencobanya, tapi tidak punya waktu.

“Dan saat balapan, saya tidak ingin mengambil risiko dengan setup, karena saya mengendarai motor yang belum saya coba sebelumnya. Tentunya, saya ingin tampil terbaik dan menggunakan setup yang ada,” ujar Iannone.

Ditanya tentang kemenangan yang dirah Dovizioso, pembalap berusia 27 tahun inipun menjawab: “Saya sangat senang untuk Ducati dan Dovi. Dia akhirnya finis di podium.

“Tentu, saya lebih ingin kondisi kering, tapi kami bisa menang di kondisi basah. Saya senang untuk Ducati,” pungkasnya.

Artikel MotoGP berikutnya
Performa mengesankan Dovizioso di Sepang

Artikel sebelumnya

Performa mengesankan Dovizioso di Sepang

Next article

Tempati runner-up, Rossi tak sepenuhnya puas

Tempati runner-up, Rossi tak sepenuhnya puas
Muat komentar