Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Reactions
MotoGP MotoGP Jerman

Catatan Buruk Honda 40 Tahun Lalu Terulang di Sachsenring

Tidak satu pun pembalap Honda yang mampu finis di zona poin pada MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, Minggu (19/6/2022).

Stefan Bradl, Repsol Honda Team

Apa yang terjadi pada balapan putaran ke-10 Kejuaraan Dunia MotoGP 2022 sangat mengejutkan bagi Honda. Dari empat pembalap yang diturunkan pada lomba berdurasi 30 lap di Sirkuit Sachsenring, tidak ada poin yang mampu dibawa pulang.

Tanpa Marc Marquez, Honda memang tidak mampu berbuat banyak di Sachsenring. Penggantinya di GP Jerman, Stefan Bradl, menjadi satu-satunya pembalap Honda yang mampu finis.

Namun, pembalap tuan rumah yang turun dengan Honda RC213V milik Repsol Honda Team tersebut hanya finis di P16 alias satu tingkat di bawah batas zona poin (15 pembalap tercepat).

Pol Espargaro, Repsol Honda Team

Pol Espargaro, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Sementara tiga pembalap pabrikan Sayap Kepak lainnya tidak mampu finis. Pol Espargaro (Repsol Honda) mundur pada lap 23. Sementara, dua pembalap tim satelit LCR Honda, Alex Marquez dan Takaaki Nakagami, sama-sama tidak mampu melanjutkan balapan sejak lap 7.

Tidak mampu merebut poin di GP Jerman menjadi rekor negatif yang dibuat Honda. Ini tidak pernah mereka alami dalam 40 tahun terakhir di kelas premier, dan tak pernah terjadi sejak era MotoGP menggantikan 500cc sebagai kategori tertinggi mulai 2002.

Baca Juga:

Kali terakhir Honda tidak merebut poin kelas utama di sebuah Grand Prix terjadi pada 1982, tepatnya di GP Prancis yang menjadi balapan ketiga musim tersebut.

Saat itu, sejumlah pembalap top – termasuk seluruh pemakai Honda NS500, di antaranya tiga pembalap tim pabrikan mreka (HRC-Honda): Freddie Spencer, Takazumi Katayama, dan Marco Lucchinelli – melakukan boikot karena menilai Sirkuit Nogaro tidak aman untuk balapan.

Jika empat dekade lalu Honda tidak mendapatkan poin di GP Prancis karena memang tidak turun, apa yang terjadi di GP Jerman kemarin jelas sebuah tamparan untuk Honda, yang notabene pabrikan sepeda motor terbesar tidak hanya di MotoGP tetapi juga dunia.

Lebih ironis jika melihat fakta bahwa Honda memiliki catatan impresif di Sachsenring baru, sirkuit yang dipakai untuk GP Jerman sejak 1998. Sebelumnya, GP Jerman pernah digelar di Schottenring, Solitudering, Hockenheimring, dan Nurburgring.  

Sebelum GP Jerman 2022, dalam 24 balapan di Sachsenring sejak 1998, para pembalap Honda mampu menorehkan 17 kemenangan. Dari jumlah itu, 11 dibuat terakhir secara beruntun oleh Marc Marquez sejak 2010 saat ia masih turun di kelas 125cc.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Tertinggal 72 Poin, Bastianini Masih Yakin Mampu Kejar Quartararo
Artikel berikutnya Getaran Aneh pada Bagian Depan Motor Aleix Espargaro

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia