Catatan usai tes pramusim MotoGP sejauh ini

dibagikan
komentar
Catatan usai tes pramusim MotoGP sejauh ini
Oriol Puigdemont
Oleh: Oriol Puigdemont , MotoGP Editor
21 Feb 2018 15.22

Honda berjaya, Yamaha kebingungan dan Ducati campur aduk. Editor MotoGP, Oriol Puigdemont, menilai apa saja yang dipelajari usai tes pramusim sejauh ini...

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marquez pada liga berbeda

Tanpa perlu diragukan lagi, juara dunia bertahan Marc Marquez menjadi sosok yang harus dikalahkan. Inilah gambaran dari hasil tes akhir musim Valencia, dan sejak saat itu, The Baby Alien menegaskan statusnya.

Jelas jika Andrea Dovizioso, Valentino Rossi dan Johann Zarco menunjuk Marquez sebagai referensi. Catatan waktu pembalap Repsol Honda ini mencermikan dengan sempurna.

Marquez pun sadara agresivitasnya membantu untuk melaju kencang pada satu lap. Namun, strateginya kini berdasarkan pada peningkatan race pace, sesuatu yang ia coba saat tes Sepang dan Thailand.

Dan sejauh ini, Marquez mematok salah satu target yang dicanangkannya akhir tahun lalu, yakni mengurangi risiko terjatuh. Selama enam hari tes, dia hanya dua kali kecelakaan (satu di Sepang dan satu di Buriram).

Meskipun memiliki hal-hal yang menguntungkan, Marquez memperhatikan kasus Maverick Vinales tahun lalu, misalnya, dan dia selalu menjawab dengan hati-hati. Akan tetapi, tak ada yang meragukan dia adalah favorit untuk meraih kemenangan.

Dovizioso jaga peluang

Runner-up tahun lalu ini menunjukkan sangat berbakat dalam membaca balapan dan evolusi musim, dan itu termasuk mengalahkan rival ketika tidak ada poin yang dipertaruhkan.

Dovizioso sudah mengatakan, bahwa ia menyukai Desmosedici GP18 dan selalu masuk daftar pembalap tercepat, khususnya di Malaysia. Kendati demikian, kita harus menunggu dan melihat seberapa besar langkah kemajuan yang dibuat Honda dalam hal kekuatan dan kecepatan, seperti yang secara tradisional merupakan poin terkuat Ducati.

Jika Honda menjadi kuat di area itu, maka Dovizioso akan lebih memikirkan sirkuit mana yang tenaga kuda Desmosedici GP membuat perbedaan. Kita akan lihat tentang hal tersebut di Qatar, di mana Ducati selalu cepat.

Juga akan menarik untuk melihat pilihan pabrikan Italia itu pada arah pengembangan berbeda antara Dovizioso dan rekan setim Jorge Lorenzo di beberapa bagian motor.

Lorenzo mundur untuk melangkah maju

Lorenzo meninggalkan Sepang dengan perasaan luar biasa. Dia bahkan juga memecahkan rekor lap tidak resmi pada tes hari terakhir. Namun, tes Thailand selama tiga hari membuatnya kembali ke realitas.

Di Buriram, tiga kali juara dunia MotoGP itu melihat poin negatif yang dia yakini telah diperbesar Ducati (kurangnya feeling pada front-end). Sampai akhirnya, dia bersikeras untuk kembali ke motor tahun lalu.

Seiring pembicaraan kontrak baru, Lorenzo pun sadar, bahwa nilai jualnya tidak sama seperti ketika Ducati meminangnya dari Yamaha, dengan sejumlah besar uang untuk merebut gelar juara.

Dan dalam hal ini, pembalap Spanyol itu akan memiliki waktu sulit untuk meyakinkan bos Ducati posisinya tidak tergantikan, terutama saat rekan setim Dovizioso yang digaji tidak besar, tapi mampu memenangi balapan.

Kecepatan Zarco memperkuat kesengsaraan Yamaha

Sementara Marquez terlihat sendiri, Zarco termasuk di antara kelompok pembalap yang bisa bertarung untuk naik podium jika kejuaraan dimulai akhir pekan ini.

Itu cukup untuk mengatakan, bahwa duo pabrikan Yamaha: Rossi atau Vinales sama sekali tidak mampu memaksimalkan kecepatan YZR-M1 2018 seperti yang dilakukan Zarco pada spek motor berusia dua tahun.

Pada tes Thailand hari kedua, Vinales mengira telah menemukan akar masalah Yamaha ketika menempati posisi keempat. Tapi perkiraannya ternyata salah, dimana ia melorot ke posisi ke-12 pada tes hari terakhir dan menyatakan Thailand merupakan tes terburuk dalam kariernya di Yamaha.

Sedangkan Rossi menekankan, sumber masalah Yamaha adalah piranti elektronik. Meskipun pada tes hari terakhir, ia mengatakan sebagian masalah YZR-M1 terkait dengan ban belakang. 

Apapun penyebabnya, Yamaha kehabisan waktu untuk memiliki solusi sebelum seri pembuka MotoGP dimulai di Qatar.

Rins tampak menyakinkan

Setelah kesulitan tahun lalu, karena kesalahan dalam menilai dan memilih spesifikasi mesin GSX-RR, tampaknya Suzuki sudah melakukan dengan benar kali ini – dan hal tersebut tercermin dari peringkat di klasemen.

Dalam kasus Suzuki, sosok pembalap yang tampaknya memimpin tim adalah Alex Rins. Usai dihantam cedera pada debut sebagai rookie MotoGP 2017, ia mengawali musim baru dengan baik di Sepang. Bahkan meninggalkan tes di Buriram pada posisi lima besar.

Di balik layar, Suzuki jelas banyak bekerja, seperti yang bisa kita lihat dengan knalpot yang diuji coba di Malaysia dan di Thailand, serta pilihan desain fairing seperti Ducati. Mereka sendiri memiliki tiga pilihan yang tersedia di departemen aerodinamika.

Slider
List

Maverick Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing

Maverick Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
9/10

Alex Rins, Team Suzuki MotoGP

Alex Rins, Team Suzuki MotoGP
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Artikel MotoGP berikutnya