Coba tiru gaya Zarco, Vinales justru kesulitan

dibagikan
komentar
Coba tiru gaya Zarco, Vinales justru kesulitan
Valentin Khorounzhiy
Oleh: Valentin Khorounzhiy
19 Jun 2018 15.58

Maverick Vinales mencoba untuk meniru posisi duduk Johann Zarco di atas Yamaha saat tes MotoGP Catalunya. Namun hal itu justru membuat YZR-M1 2018 sulit dikendarai.

Zarco telah menggunakan spesifikasi 2016 sejak melakoni debut kelas premier musim lalu, mengantarkannya pada hasil bagus ketimbang duet pabrikan Yamaha dalam banyak balapan.

Vinales pun mengakui, bahwa performa Zarco membuktikan arah pengembangan yang salah, walaupun pembalap Prancis itu terjatuh saat memperebutkan kemenangan di MotoGP Le Mans.

Usai bertarung melawan Zarco demi raihan finis keenam di Catalunya, Vinales mencoba meniru gaya balap pembalap Tech 3 sepanjang menjalani tes Senin (18/6). Ia tidak terkesan dengan hasilnya.

“(Saya mencoba) hanya untuk duduk sedikit lebih ke belakang, karena ketika saya berkendara dengan Johann, gaya balapnya sedikit berbeda. Saya mencoba untuk menjadi sedikit seperti gayanya,” tutur Vinales.

“Tetapi saya jadi sulit mengendarai motor. Itu dua motor yang berbeda. Motor banyak bergerak dan sulit untuk dikendarai. Jadi, saya harus melanjutkan gaya saya, yang membantu saya menjadi cepat.”

Slider
List

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
1/10

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing, Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing, Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing

Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
10/10

Vinales finis keenam akhir pekan lalu, itupun karena sejumlah pembalap di depannya terjatuh dan gagal finis. Ia juga melakukan start buruk dan tidak dapat melaju kencang pada lap-lap awal.

Demi mengatasi kesulitan paruh pertama balapan, ia kemudian memfokuskan berlatih dengan tangki bahan bakar penuh saat tes Catalunya. Total menempuh 85 lap dan membukukan catatan waktu antara 1 menit 39,797 detik dan 1 menit 40,144 detik.

“Senang karena kami melakukan set-up yang berbeda, dan akhirnya ban depan bekerja sedikit lebih baik, dan saya bisa menekan,” tandasnya.

“Ketika saya mengatur motor lebih sesuai dengan keinginan saya, saya bisa melahap 10 lap pada waktu 1 menit 39 detik dengan tangki (bahan bakar) penuh.

“Itu adalah kecepatan balapan, kecepatan untuk menang. Lintasan cukup panas dan licin tetapi (catatan) waktu ada di sana.”

Lebih lanjut, ia mengatakan, tidak bisa membuat ban tetap di trek saat balapan. Akan tetapi, saat tes, Vinales mengungkapkan keberhasilannya untuk mengerem dengan baik.

Ditanya apakah telah meminta sesuatu dari Yamaha, ia menjawab: “Di atas segalanya, memiliki motor sesuai dengan keinginan saya.

“Seperti yang saya katakan tahun ini, saya mungkin mengikuti arah yang berlawanan dengan apa yang kadang-kadang saya inginkan. Jadi, kami akan mencoba mengatur sepeda sesuai keinginan saya, terutama untuk lap-lap awal.”

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont

Next article
Gagal temukan solusi, Rossi tertahan hingga Brno

Artikel sebelumnya

Gagal temukan solusi, Rossi tertahan hingga Brno

Next article

Iannone dibuat frustrasi manajemen ban Suzuki

Iannone dibuat frustrasi manajemen ban Suzuki
Muat komentar