Cuma Dapat Posisi Start Ke-15, Pol Espargaro Jelaskan Masalahnya

Pol Espargaro tak habis pikir mengapa motor RC213V tidak kompetitif dalam satu lap dan mengeluh bahwa tim pabrikan Honda kurang orientasi.

Cuma Dapat Posisi Start Ke-15, Pol Espargaro Jelaskan Masalahnya

Akhir pekan lalu, Pol Espargaro harus start dari grid ke-12 MotoGP Qatar dan mampu finis di urutan kedelapan. Kecepatannya bagus, namun posisi awal yang buruk menghalangi rider Repsol Honda itu meraih hasil lebih baik.

Pada putaran kedua MotoGP 2021, Grand Prix (GP), Doha, Espargaro mengincar hasil kualifikasi (Q) yang lebih maksimal. Sayang keinginan itu gagal. Ia tidak mampu gagal menembus Q2. Sang pembalap hanya bisa meraih grid ke-15.

"Saya ingin menjelaskan apa yang terjadi, namun saya tidak tahu. Saya sangat marah karena tidak bisa mengendalikan situasi," ujar Espargaro setelah sesi kualifikasi yang mengecewakan.

"Akhir pekan lalu para pembalap Ducati punya kecepatan yang sama dengan saya. Tapi dalam satu lap mereka begitu cepat dan kami berjuang sangat keras. Kami tidak mengerti itu."

Namun Espargaro merasa bila problem utamanya dalam kualifikasi adalah feeling yang terus berubah dari pengaturan ban yang kurang tepat sehingga membuat kecepatannya terganggu.

Baca Juga:

"Sangat buruk dengan ban pertama di kualifikasi. Saya bahkan tak dapat mengendarai satu lap pun dengannya. Itu adalah ban baru yang seharusnya kinerja secara normal. Tapi ban pertama tidak bekerja sama sekali," Espargaro menjelaskan.

"Dari data yang bisa Anda lihat, Miguel (Oliveira), (Enea) Bastianini dan (Maverick) Vinales mengalami hal yang sama. Vinales mengeluh seperti orang gila dan kemudian meningkat satu setengah detik.

"Saya tidak ingin menjadikan pembalap lain sebagai alasan. Kami memiliki masalah di tim kami, di garasi saya," pembalap 29 tahun itu menambahkan.

Kondisi daya cengkeram (grip) yang terus berubah di Sirkuit Internasional Losail tidak membantu dalam membangun kepercayaan yang diperlukan Espargaro.

"Referensi saya terus berubah. Di tikungan pertama saya kehilangan lebih dari 0,2 detik. Dengan lap sempurna saya bisa mencapai Q2. Namun saya tidak bisa menilai reaksi motor dengan ban kedua. Itu sangat membuat frustrasi," tuturnya.

Dalam kubu Honda, Stefan Bradl menjadi pembalap terbaik dalam kualifikasi dengan meraih grid ke-11. Tetap saja, menurut Espargaro, mereka tidak memiliki rider yang bisa dijadikan orientasi.

Pol Espargaro, Repsol Honda Team

Pol Espargaro, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

"Kami tidak punya pembalap yang bisa membuat perbedaan besar di Honda (saat ini). Anda bisa lihat dari apa yang terjadi. Waktu putaran kami hampir sama kecuali Taka (Nakagami) yang sedikir lebih lambat," ucap Espargaro.

Saat ditanya apakah situasi akan berbeda jika Marc Marquez bisa tampil? "Saya sudah bicara dengan tim soal itu. Mereka bilang perbedaan Marc dan Taka tidak terlalu besar di sini," ia menambahkan.

"Marc selalu bisa membuat perbedaan, tetapi tim mengatakan bahwa Taka juga mampu bersaing di sini, seperti halnya Bradl. Saya ingin salah satu pembalap lain lebih cepat sedetik dari saya sehingga saya bisa menyesuaikan diri.

"Namun kami tidak memilikinya saat ini. Semua kecepatannya merata dan memiliki masalah yang sama," Espargaro menambahkan.

Kendati posisi startnya tidak ideal, Espargaro tetap optimistis menatap balapan MotoGP Doha pada Minggu (4/4/2021). Ia merasa kondisinya akan sangat berbeda.

dibagikan
komentar
Martin Samai Pencapaian Stoner dan Marquez

Artikel sebelumnya

Martin Samai Pencapaian Stoner dan Marquez

Artikel berikutnya

Kecepatan Bemasalah, Rossi Realistis Hadapi MotoGP Doha

Kecepatan Bemasalah, Rossi Realistis Hadapi MotoGP Doha
Muat komentar