Brivio Berterima Kasih Rossi Bantu Tingkatkan Kariernya

Davide Brivio merupakan salah satu sosok yang dekat dengan Valentino Rossi. Bahkan, Direktur Balap Alpine F1 itu mengaku berutang banyak kepada pembalap yang akan mundur dari MotoGP tersebut.

Brivio Berterima Kasih Rossi Bantu Tingkatkan Kariernya

Brivio dan Rossi merajut sukses ketika bekerja bersama di Yamaha. Mereka mempersembahkan empat gelar juara dunia MotoGP pada 2004, 2005, 2008 dan 2009.

Ketika The Doctor pindah dari Yamaha ke Ducati, pria Italia tersebut juga ikut hengkang dan mengambil peran sebagai konsultan Rossi dan tim VR46.

Mereka berpisah setelah Brivio menerima pinangan Suzuki yang membuka jalan untuk kembali ke balap motor level premier. Padahal, salah satu tujuan tim merekrutnya agar bisa mendapatkan tanda tangan juara MotoGP tujuh kali itu.

Namun, rayuan Suzuki tidak mempan untuk memboyong Rossi, yang memilih kembali ke Yamaha selepas petualangan gagal bersama Ducati. Brivio yang diangkat sebagai manajer ternyata mampu mendorong tim pabrikan Hamamatsu ke puncak klasemen pembalap serta tim pada 2020.

Selepas mencatat sukses di Suzuki, ia  banting setir ke Formula 1 dan bergabung dengan Alpine. Pria 57 tahun tersebut menekankan lompatan besar dalam kariernya tak mungkin terwujud tanpa bantuan Rossi.

Oleh karena itu, ia bakal merasa kehilangan sosok pembalap Petronas SRT. Di tengah kesibukannya, Brivio bahkan menyempatkan diri untuk mengikuti konferensi pers para pembaap MotoGP.

“Sungguh terharu melihatnya. Saya mengikuti konferensi pers lewat ponsel karena saya tidak di sini. Saya menonton konferensi pers para pembalap ketika pengumuman pensiun. Tapi, saya malah tidak menonton Valentino,” ujarnya kepada MotoGP.com.

Baca Juga:

“Sebuah momen spesial ketika Valentino pensiun dari MotoGP. Secara pribadi, saya berutang banyak kepadanya. Apa pun yang terjadi dalam karier saya, itu datang dari sana.

“Saya cukup lama di MotoGP, Sebelumnya bersama Honda lalu Yamaha. Kami bergabung bersama, mencetak sukses bersama dan memenangi empat gelar juara. Saya belajar banyak darinya, terutama bagaimana dia mengubah mentalitas Yamaha, bagaimana Yamaha menerapkan strategi balapan.

“Saya belajar bagaimana upaya untuk menang, bagaimana mentalitas untuk menang. Karier pribadi saya mengalami perkembangan besar. Suzuki menghubungi saya karena apa yang saya lakukan bersama Valentino. Mereka berpikir ada nilai-nilai yang bisa saya bawa ke Suzuki. Terima kasih kepada Valentino atas semua panduan terhadap kehidupan profesional saya.”

dibagikan
komentar
Dani Pedrosa Penasaran Apakah Naluri Balapnya Akan Kembali

Artikel sebelumnya

Dani Pedrosa Penasaran Apakah Naluri Balapnya Akan Kembali

Artikel berikutnya

Hasil FP3 MotoGP Styria: Bagnaia Tercepat, Empat Ducati ke Q2

Hasil FP3 MotoGP Styria: Bagnaia Tercepat, Empat Ducati ke Q2
Muat komentar