Demi kenyamanan, Lorenzo butuh fairing aerodinamika

dibagikan
komentar
Demi kenyamanan, Lorenzo butuh fairing aerodinamika
Valentin Khorounzhiy
Oleh: Valentin Khorounzhiy
17 Apr 2018 12.02

Fairing aerodinamika benar-benar dibutuhkan Jorge Lorenzo. Alasannya, ia ingin lebih percaya diri kala menunggangi Ducati Desmosedici GP18.

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Ducati memperkenalkan fairing anyar saat balapan Brno musim lalu, yang ternyata berdampak baik pada proses adaptasi, serta progres Lorenzo bersama pabrikan Italia. Namun, konsep aerodinamika tak cocok dengan motor baru Ducati.

“Kami membuat evoluasi dari winglet tahun lalu. Evolusi baru ini kami uji coba di Buriram (tes pramusim) pada motor baru, tetapi tidak bekerja di tikungan,” papar lima kali juara dunia itu.

“Beberapa hal aneh di pertengahan tikungan tidak bekerja. Kami menemukannya di Qatar, dan saat ini, kompromi terbaik adalah tanpa winglet.”

Usai menggunakan fairing standar dalam balapan pembuka, Lorenzo kemudian beralih ke evolusi aerodinamika 2017 di Argentina. Ia pun berharap versi baru fairing bakal lolos homologasi ketika MotoGP Amerika dihelat akhir pekan ini.

“Kami tidak bisa memaksakan regulasi, untuk saat ini, kami berharap memiliki (homologasi) di Austin,” tandasnya.

“Juga saat ini, kami hanya punya dua opsi, karena regulasi yang ada bukanlah terbaik bagi kami untuk bisa bebas mencoba banyak hal. Jadi, untuk saat ini, kombinasi terbaik itu tanpa winglet.

“Tapi saya benar-benar berpikir, saya percaya sangat membutuhkan winglet pada motor demi merasa lebih baik dengan bagian depan. Semoga (saya) memakainya (fairing aerodinamika) sesegera mungkin.”

Lorenzo mengawali 2018 jauh dari kata menggembirakan. Ia terjatuh di Qatar lantaran mengalami masalah kegagalan fungsi rem. Lalu, di Argentina, X-Fuera gagal ke Q2 dan meraih finis 15 besar.

“Saya butuh lebih banyak feeling, lebih banyak kestabilan pada motor, dan memiliki kepercayaan diri, untuk membuka gas penuh secepat mungkin agar masuk tikungan dengan keyakinan dan downforce,” ucapnya.

“Semoga saja ada kemungkinan ini (fairing aerodinamika) untuk saya sesegera mungkin.”

Ditanya apakah elektronik bakal menjadi kunci memenuhi tuntutan tersebut, Lorenzo menjawab: “Ya, untuk saat ini, karena kami tidak dapat mengubah mesin dan sasis adalah sasis yang kami miliki.

“Kami hanya meningkatkan elektronik, memahami apa cara terbaik untuk saya. Saya punya beberapa ide tentang itu agar bisa memakai winglet,” pungkasnya.

Laporan tambahan oleh Federico Faturos

Slider
List

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
2/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
4/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
5/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Artikel MotoGP berikutnya
Suzuki kini menjelma sebagai motor pemenang

Artikel sebelumnya

Suzuki kini menjelma sebagai motor pemenang

Next article

Lima pembalap berpeluang juara dunia MotoGP

Lima pembalap berpeluang juara dunia MotoGP
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Pembalap Jorge Lorenzo Shop Now
Tim Ducati Team Shop Now
Penulis Valentin Khorounzhiy
Tipe artikel Breaking news