Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Special feature

5 Wanita Pendulang Poin di Grand Prix Balap Motor

Hanya segelintir perempuan yang beruntung bisa tampil dalam grand prix motor. Di antara mereka, tak banyak yang mendulang poin.

Ana Carrasco, Boé SKX

Musim ini, Ana Carrasco comeback ke Moto3 bersama tim Boe SKX. Ajang tersebut pernah diikutinya ketika usianya 16 tahun, pada 2013 hingga 2015.

Selama tiga tahun, rider Spanyol berhasil mengumpulkan sembilan poin. Di masa lalu, ada beberapa pembalap wanita yang mampu menghasilkan ponten.

1. Taru Rinne

Rider Finlandia tersebut berdebut di kelas 125cc pada 1988. Ia finis P14 dalam Grand Prix Prancis di Le Castellet. Prestasi itu sekaligus menjadi tonggak bersejarah ajang tersebut.

Rinne merupakan pembalap wanita pertama yang mencetak poin di kejuaraan dunia motor yang digelar sejak 1949. P7 di GP Jerman 1989 adalah prestasi terbaiknya. Musim itu, ia merebut poin dalam lima kesempatan.

2. Tomoko Igata

Jepang juga punya wakil dalam daftar ini. Igata meraih poin tiga kali pada kelas 125cc antara musim 1994-1995. Dia mencatatkan hasil terbaik di peringkat ketujuh GP Ceko 1995.

3. Katja Poensgen

Pembalap Jerman tersebut terjun ke kategori 250cc dan mampu melintasi garis finis di urutan ke-14 pada GP Italia di Mugello. Poensgen pun menjadi wanita ketiga yang berhasil mencuri poin, tapi dia satu-satunya yang melakukannya di kelas menengah.

Baca Juga:

4. Ana Carraso

Ia menjadi rookie Moto3 pada 2013 dan berada di zona poin dua kali. Rapor terbaik ditorehkan dalam balapan penutup di Valencia. Dua musim berikutnya, Carrasco mengalami kemunduran dan tak satu poin pun didapatkan.

Wanita Spanyol pun pindah ke Supersport 300 dan berhasil menggondol mahkota juara dunia. Kesuksesan tersebut membuat Carrasco dilirik lagi tim Moto3, Boe SKX.

5. Maria Herrera

Herrera mencetak poin delapan kali di Moto3 ketika berpartisipasi pada ajang itu antara 2015-2017. Ia membukukan prestasi maksimal di Moto3 Australia, P11.

Sejak 2019, pembalap Spanyol bertarung di MotoE. Karena balap motor listrik tidak berlabel kejuaraan dunia, maka peserta hanya sekadar merebut poin untuk menentukan pemenang.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Ini Salah Satu Alasan Livio Suppo Terima Pinangan Suzuki
Artikel berikutnya Maverick Vinales Yakin Aprilia Punya Potensi Besar

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia