Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoGP German GP

Di Giannantonio Tinggalkan Balapan karena Problem Teknis Membahayakan

Fabio Di Giannantonio terpaksa meninggalkan balapan panjang di MotoGP Jerman karena masalah teknis yang ternyata sangat berbahaya.

Fabio Di Giannantonio, VR46 Racing Team

Akhir pekan penuh cahaya dan bayangan untuk Fabio Di Giannantonio. Meskipun sedang dalam tren meningkat dalam beberapa balapan terakhir, pembalap VR46 Racing ini mengalami sejumlah masalah di Sachsenring, dimulai pada Jumat dengan kecelakaan hebat saat latihan yang menyebabkan bahunya memar.

Hal itu mempengaruhi kinerjanya selama sisa akhir pekan, terutama pada sprint, di mana ia hanya bisa finis P12, di belakang rekan setimnya. Secara fisik, ia merasa lebih baik pada hari Minggu, tetapi masalah mekanis pada motor Ducati yang mengakhiri semua peluangnya.

Pembalap Pertamina Enduro VR46 ini terpaksa berhenti di lap kesembilan dari 30 lap balapan karena kerusakan mekanis yang makin lama makin parah hingga menjadi "sangat berbahaya", seperti yang diakuinya kepada media, termasuk Motorsport.com, setelah balapan hari Minggu.

Di Giannantonio menjelaskan,"Perasaan yang saya rasakan adalah, lap demi lap, saya kehilangan cengkeraman. Namun kemudian, saya menyadari bahwa tekanan ban belakang telah berkurang. Indikator 'peringatan' muncul di dashboard saya.

Baca Juga:

“Saya mencoba untuk tetap mengikuti balapan, berpikir bahwa itu mungkin hanya sebuah peringatan, dan mungkin saja tidak benar. Tapi kemudian, itu mulai menjadi sangat berbahaya, karena saya kehilangan (kendali) bagian belakang sepanjang waktu, jadi saya berhenti di pit dan balapan kami berakhir di sana.”

Namun, pembalap Italia itu bingung mengapa hal itu bisa terjadi, karena, dari apa yang dikonfirmasi, dia tidak merusak bannya di salah satu tikungan di lintasan Jerman.

"Saya sangat memperhatikan keausan ban, dan saya tidak pernah melindas kerb dengan tajam. Kami mencoba memahami apa yang terjadi. Selain ban, semuanya tampak baik-baik saja. Mungkin karena ban, mungkin karena katup, mungkin karena hal lain. Sejujurnya, kami tidak tahu.

"Saya melakukan start yang sangat buruk, tapi kemudian, saya tetap berada di grup kedua. Saya ingin mencoba untuk kembali. Sayang sekali, karena menurut saya, kami memiliki kecepatan yang sangat bagus, seperti yang kami tunjukkan (di sesi Warm Up).

“Saya pikir saya bisa saja finis sangat dekat dengan podium dengan comeback yang bagus, namun dengan 'tetapi' Anda tidak bisa ke mana-mana. Kami harus memahami apa yang terjadi untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi," pungkas 'Diggia', menyimpulkan balapan dan menatap masa depan.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Bagnaia: Saya Tak Ingin Beri Anak-anak Hadiah Topi
Artikel berikutnya Marquez: Bertahan di Peringkat Ketiga Tak Akan Mudah

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia