Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Dilepas RNF, Darryn Binder Tak Rasakan Kepahitan

Darryn Binder menjelaskan betapa sulitnya naik kelas dari Moto3 ke MotoGP. Kendati penampilannya dianggap mengecewakan, ia sendiri puas karena selalu berusaha di setiap balapan.

Darryn Binder, RNF MotoGP Racing

Adik Brad Binder itu merupakan pembalap kedua setelah Jack Miller yang beralih dari Moto3 ke MotoGP. Namun, torehan mereka bak bumi dan langit.

Apabila Miller mampu mengokohkan eksistensi di kelas premier, petualangan Binder tamat dalam satu tahun. Ia pun harus turun lagi ke Moto2.

Di tim RNF, pembalap asal Afrika Selatan mendapat spesifikasi motor Yamaha yang lebih tua. Binder tiga kali menuntaskan balapan di zona podium.

Hasil terbaiknya adalah P10 dalam kondisi hujan di MotoGP Indonesia. Ia finis ke-12 di Barcelona dan ke-14 di Australia.

Binder tidak menyelesaikan tujuh dari 20 balapan. Ia terhitung 27 kali terjatuh, lebih banyak dari rivalnya. Dengan dua belas poin, pembalap berusia 24 tahun itu mengakhiri musim di posisi ke-24. Ia merupakan rookie paling lemah.

"Saya belajar banyak hal yang mungkin sudah banyak saya lupakan," kata Binder ketika ditanya tentang pengalamannya.

Darryn Binder, RNF MotoGP Racing

Darryn Binder, RNF MotoGP Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

"Jika saya tahu apa yang saya pelajari di awal tahun, maka semuanya akan berjalan lebih cepat. Tetapi, itulah yang terjadi.

"Mengendarai motor besar adalah tantangan tersendiri. Saya ingat di Amerika Serikat. Setelah pemanasan, lengan saya lemas karena itu adalah jalur yang sangat menuntut fisik.

"Saat balapan, saya berada dalam satu grup dengan Fabio di Giannantonio dan Remy Gardner. Setidaknya, saya ada di sana bersama para rookie. Tapi tiga lap sebelum akhir, motor saya mati. Itu sangat menghancurkan.

"Saya merasakan yang terburuk di Le Mans. Saya menjalani balapan yang buruk dan tertinggal jauh dari yang lain. Untungnya, saya punya tim bagus. Mereka juga menelepon saya selama seminggu dan kami membahas berbagai hal."

Tak bisa dipungkiri, transisi merupakan tantangan berat untuk Binder. Perbedaan Moto3 dan MotoGP sangat besar karena rumitnya teknologi motor untuk level premier.

"Sepanjang tahun, saya memahami bahwa elektronik sering memainkan peran yang lebih besar daripada set-up sepeda motor," Binder memberikan contoh.

"Jika Anda mengubah sesuatu dalam set-up, Anda tidak merasakan perbedaan sama sekali jika elektronik tidak disesuaikan untuk itu. Saya harus memahami apakah masalah yang dirasakan ada pada motor atau pada elektronik. Kami telah membuat kemajuan yang baik dengan elektronik."

Baca Juga:

"Jika ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik di Moto3, Anda terus maju dan berkendara saja. Anda tidak perlu khawatir tentang semua hal lainnya. Di MotoGP, Anda benar-benar harus memperhatikan setiap lap dan mencoba menjelaskan semuanya sebaik mungkin."

"Terkadang saya merasa seperti membentur tembok. Anda terjebak, tapi kemudian Anda membuat langkah kecil ke depan. Tidak ada yang terjadi dengan cepat. Semuanya membutuhkan banyak waktu. Sayangnya, kami tidak punya banyak waktu."

Binder mengetahui kontraknya tidak diperpanjang pada musim semi. Tak ada tempat baginya dalam tim MotoGP lainnya.

RNF sepenuhnya mendesain ulang proyek dengan Aprilia dan dua pembalap baru. Mengetahuo fakta bahwa jasanya tak dubutuhkan lagi, Binder mengaku tak kecewa.

"Tidak, tidak ada kepahitan," tegas Binder. "Saya sangat senang dengan kesempatan yang diberikan kepada saya. Saya merasa telah memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Tentu saja saya berharap bisa melakukan yang lebih baik.

"Ada beberapa balapan di mana saya pikir bisa tampil lebih baik, tetapi saya tidak bisa melakukannya bersama-sama. Saya melakukan yang terbaik. Saya bisa katakan pada diri saya sendiri bahwa saya selalu berusaha. Saya puas dengan bagaimana saya berlari tahun ini.

"Saya tidak merasa ada terlalu banyak tekanan. Tim selalu mendukung saya. Ada banyak orang hebat di sini, tapi begitulah adanya di paddock. Seseorang akan selalu menggantikan Anda, atau Anda akan menggantikan pembalap lain. Begitulah cara kerjanya di sini."

Tahun depan, Binder akan mengendarai Moto2 dengan IntactGP. Sejauh ini, ia adalah satu-satunya pembalap yang telah mempersiapkan diri untuk kelas menengah lewat petualangan di MotoGP. Di Valencia, ia diizinkan menguji Kalex-Triumph selama dua hari. Binder berganti ke nomor start 15 karena nomor 40 sudah ditempati Aron Canet.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Beri Kesempatan Tes RC16, Acosta Akan Diorbitkan ke MotoGP 2024
Artikel berikutnya Gambaran Musim 2022 Yamaha yang seperti Roller Coaster

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia