MotoGP 2018
Topik

MotoGP 2018

Domenicali: Momen terbaik dalam sejarah Ducati

dibagikan
komentar
Domenicali: Momen terbaik dalam sejarah Ducati
Scherazade Mulia Saraswati
Oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor
16 Sep 2018 17.08

Telah menorehkan enam kemenangan, tak pelak menjadikan Desmosedici GP18 lebih baik ketimbang pendahulunya. Hal yang diamini CEO Claudio Domenicali.

Podium tertinggi persembahan dari Andrea Dovizioso pada MotoGP San Marino mengantarkan Ducati menyamai raihan musim 2008. Kala masih diperkuat Casey Stoner, pabrikan Italia itu mengemas enam kemenangan, tiga di antaranya hat-trick (Donington Park, Assen dan Sachsenring).

Dengan enam balapan tersisa, Ducati berpeluang menambah koleksi podium tertinggi – yang jika sukses menyamai pencapaian Stoner atas 10 kemenangan pada 2007. Namun sebelumnya, perlu mengetahui apa pendapat Domenicali mengenai Desmosedici GP18.

“Saya pikir bahwa, dari sudut pandang olahraga, ini adalah momen terbaik dalam sejarah kami,” tandas pria yang sudah bersama Ducati selama 26 tahun kepada MotoGP.com.

“Motor ini memiliki performa luar biasa, tidak hanya di sirkuit yang lebih menguntungkan di mana mesin membuat perbedaan, tetapi juga pada sirkuit seperti Misano.

“Ini benar-benar menunjukkan keseimbangan dan kerja keras yang dilakukan oleh para engineer Ducati Corse dalam memberikan motor yang sangat seimbang kepada pembalap kami,” paparnya.

Setidaknya butuh enam tahun bagi Ducati untuk mencicipi rasa kemenangan, dihitung sejak raihan podium tertinggi Stoner di Phillip Island 2010. Andrea Iannone membuka puasa lewat kejayaan saat MotoGP Austria 2016, dilanjutkan Dovizioso musim lalu, serta dilengkapi Jorge Lorenzo pada 2018.

“Kami harus senang atas hasil dan performa motor. Kami melakukan pekerjaan yang luar biasa selama akhir pekan, baik secara teknis dan dengan para pembalap kami,” timpal General Manager, Gigi Dall’Igna.

“Dovizioso menang, membalap secara fantastis dan Lorenzo, meski terjatuh, tampil bagus. Memenangi (balapan) Mugello dan Misano pada musim sama adalah sesuatu yang sangat istimewa,” imbuhnya.

Slider
List

Claudio Domenicali, CEO Ducati

Claudio Domenicali, CEO Ducati
1/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Casey Stoner, Ducati Team

Casey Stoner, Ducati Team
2/10

Foto oleh: Ducati Corse

Casey Stoner

Casey Stoner
3/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Iannone, Ducati Team

Andrea Iannone, Ducati Team
4/10

Foto oleh: Ducati Corse

Race winner Andrea Iannone, Ducati Team

Race winner Andrea Iannone, Ducati Team
5/10

Foto oleh: Ducati Corse

Race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team with the italian flag

Race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team with the italian flag
6/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Podium: race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team

Podium: race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team
7/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Jorge Lorenzo, Ducati Team

Jorge Lorenzo, Ducati Team
8/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Podium: race winner Jorge Lorenzo, Ducati Team

Podium: race winner Jorge Lorenzo, Ducati Team
9/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Andrea Dovizioso, Ducati Team, Gigi Dall'Igna, Ducati Team General Manager, Jorge Lorenzo, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team, Gigi Dall'Igna, Ducati Team General Manager, Jorge Lorenzo, Ducati Team
10/10

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Artikel MotoGP berikutnya
Mulai berlatih ringan, Rabat targetkan comeback di Buriram

Artikel sebelumnya

Mulai berlatih ringan, Rabat targetkan comeback di Buriram

Next article

Agar tetap terpacu, Marquez butuh rivalitas satu tim

Agar tetap terpacu, Marquez butuh rivalitas satu tim
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Tim Ducati Team Shop Now
Penulis Scherazade Mulia Saraswati
Tipe artikel Reactions