Dorna buka opsi gelar MotoGP pada Senin

dibagikan
komentar
Dorna buka opsi gelar MotoGP pada Senin
Jamie Klein
Oleh: Jamie Klein
7 Sep 2018 10.57

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengindikasikan bahwa ia bersedia untuk menghelat MotoGP pada Senin jika diperlukan di masa depan.

Menunda balapan Silverstone hingga Senin adalah salah satu opsi yang dibahas Dorna, tim dan pihak penyelenggara saat gelaran MotoGP Inggris. Namun pilihan itu tak diambil karena merupakan hari libur umum.

Sejumlah pembalap juga menolak opsi tersebut, di antaranya langsung menuju Aragon demi melakukan tes privat, walaupun Ducati mendukung balapan pada Senin.

Ezpeleta mengatakan, jika di masa depan mustahil menggelar MotoGP pada Minggu, Dorna bakal memberi tahu pembalap, tim serta penyelenggara untuk bersiap tampil saat Senin, atau bahkan Selasa.

“Sungguh disayangkan, tetapi ini sebuah pengalaman yang harus kami petik. Kami harus memikirkan tentang apa yang bisa kami lakukan agar tidak terjadi lagi,” ucap Ezpeleta kepada stasiun televisi Spanyol, Movistar.

“Penting bahwa semua orang tahu bahwa jika balapan tidak bisa diadakan pada Minggu, kami akan balapan pada Senin atau Selasa. Kami datang ke sini untuk balapan.

“(Dalam rapat Komisi Keselamatan) saya akan memberitahu para pembalap, bahwa akan selalu ada balapan yang aman, selalu bila memungkinkan, tapi aman. Saya tidak suka mengubah aturan, dan ini tidak dikonfirmasi.

“Mulai sekarang kami akan balapan pada Senin, jika memungkinkan untuk balapan pada Senin. Saya akan memberi tahu mereka untuk bersiap balapan pada hari berikutnya. Kami juga harus memberitahu ini kepada penyelenggara,” paparnya.

Start: Casey Stoner, Ducati Marlboro Team, leads the field

Start: Casey Stoner, Ducati Marlboro Team, leads the field

Photo by: Ducati Corse

MotoGP Qatar 2009 (foto di atas) digelar pada Senin ketika diganggu hujan deras, sedangkan Silverstone 2018 dibatalkan – kali pertama sejak Grand Prix Austria musim 1980 silam.

Jack Miller mengaku terkejut MotoGP tidak bersedia balapan Senin di Silverstone, mengingat urusan logistik jauh lebih kompleks ketika menyambangi Qatar.

“Balapan adalah alasan kami semua di sini, dan secara logistik, mereka mengubah jadwal dan penerbangan bagi semua tim untuk balapan di Qatar,” tukas pembalap Pramac Racing itu.

“Untuk terbang dari Inggris, yang mana hampir semua orang berbasis di Eropa, lebih murah membeli (tiket) penerbangan ketimbang dengan tujuan ke Qatar.

“Saya percaya (keputusan) seharusnya diserahkan kepada para pembalap. Saya percaya kami harus melanjutkan Grand Prix. Kami membuat kalender untuk 19 balapan dan kami tidak melakukan semuanya,” tutupnya.

Laporan tambahan oleh Matteo Nugnes

Artikel MotoGP berikutnya
Morbidelli klarifikasi kesalahpahaman dengan Rabat

Artikel sebelumnya

Morbidelli klarifikasi kesalahpahaman dengan Rabat

Next article

FP2 MotoGP San Marino: Dovizioso tercepat lagi, Ducati 1-2

FP2 MotoGP San Marino: Dovizioso tercepat lagi, Ducati 1-2
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Penulis Jamie Klein
Tipe artikel Breaking news