Dovizioso Curiga Quartararo Rahasiakan Sesuatu tentang YZR-M1

Andrea Dovizioso berasumsi bahwa Fabio Quartararo menutupi kelemahan Yamaha YZR-M1 dalam MotoGP 2021, dengan memodifikasi gaya balapnya.

Dovizioso Curiga Quartararo Rahasiakan Sesuatu tentang YZR-M1

Di antara para pengguna M1, hanya Quartararo yang menonjol musim ini. Ia mampu memimpin klasemen pembalap dan memborong lima kemenangan. Kepungan para pembalap Ducati tak membuatnya goyah.

Saat rider Yamaha Factory Racing itu nyaman di takhtanya, koleganya malah kesulitan menembus 10 besar.

Maverick Vinales hanya menang dalam balapan pembuka di Qatar. Setelah itu, pembalap Spanyol itu tak bisa mengimbangi ritme rekan setim.

Karena sering protes, relasi Top Gun dan Yamaha merenggang. Puncaknya, ia memilih putus kontrak dan menyeberang ke Aprilia Racing.

Sebenarnya, performa Vinales jauh lebih baik dibandingkan Valentino Rossi, yang memperkuat Petronas SRT. Juara dunia MotoGP tujuh kali itu malah sulit beranjak dari zona menengah-bawah.

Prestasi terbaik The Doctor adalah peringkat kedelapan MotoGP Austria. Franco Morbidelli yang mengendarai motor spek-A, juga mengalami penurunan performa dibanding musim lalu.

Pada 2020, ia mencatatkan tiga kemenangan dan dinobatkan jadi runner-up MotoGP 2020. Sebaliknya, sekarang, hanya podium ketiga yang bisa direbutnya.

Ketika Morbidelli diminta naik ke skuad pabrikan, Andrea Dovizioso maju menggantikannya. Eks rider Ducati itu pasti sulit mempelajari motor yang diwariskan pembalap berdarah Italia-Brasil.

Baca Juga:

Setelah comeback, Dovizioso terpesona dengan kualitas Quartararo. Pembalap veteran tersebut belum bisa mengamati lebih detail karena jarak mereka di lintasan terlalu jauh.

“Saya tidak tahu seberapa berbeda motor saya dari motor pabrikan dan di mana perbedaannya. Selain itu, hanya Fabio yang melakukan sesuatu sangat gila, jadi dia terlalu jauh bagi saya agar bisa memahaminya,” ujarnya.

“Tapi, motor ini istimewa karena punya banyak hal bagus. Hanya saja, Anda harus mengendarai itu dengan cara berbeda. Saya butuh waktu untuk beradaptasi dan saya harus mengerti segalanya.”

Dovizioso mengevaluasi gaya balap Quartararo, yang ternyata berbeda dari pakem motor MotoGP.

“Anda dapat melihat bagaimana Fabio berkendara. Anda harus mengerem sangat keras dan menambah kecepatan di tikungan. Itu satu-satunya cara untuk memanfaatkan potensi motor, karena itu yang dibutuhkan.

“Itu spesial, motor untuk MotoGP tidak seharusnya dikendarai seperti ini. Mungkin Suzuki melakukannya, tapi pembalap pabrikan lain tidak,” ia menjelaskan.

Situasi Quartararo mungkin serupa dengan Marc Marquez, satu-satunya pembalap yang bersinar dengan Honda. Rider Spanyol itu diyakini menutupi kelemahan RC213V sebelum cedera musim lalu.

“Soal itu terlalu dini dikomentari, saya tak tahu secara detail. Menurut saya, pada masing-masing merek, pembalap terkuat menyembunyikan banyak hal, selalu seperti itu.

“Seberapa bagus dia melakukannya, itu tergantung pada tahun dan pembalap. Tapi setiap kali, pembalap terkuat setiap merek pasti merahasiakan sesuatu.

“Ada area di mana motor mungkin tidak dalam kondisi terbaik atau Fabio adalah satu-satunya yang paham bagaimana mengeksploitasi motor musim ini, atau karena Morbidelli finis di depannya tahun lalu?

“Saya sulit menjawab itu sekarang karena saya tidak mengeksploitasi itu sejak pertama. Jadi terlalu dini membicarakannya,” kata Dovizioso.

Andrea Dovizioso, Petronas Yamaha SRT

Andrea Dovizioso, Petronas Yamaha SRT

Foto oleh: Yamaha MotoGP

dibagikan
komentar

Video terkait

Francesco Bagnaia Berharap Fabio Quartararo Tak Melakukan Kesalahan
Artikel sebelumnya

Francesco Bagnaia Berharap Fabio Quartararo Tak Melakukan Kesalahan

Artikel berikutnya

Lin Jarvis Ingin Fabio Quartararo Raih Titel Sebelum MotoGP Valencia

Lin Jarvis Ingin Fabio Quartararo Raih Titel Sebelum MotoGP Valencia
Muat komentar