Dovizioso frustrasi finis ke-11

Andrea Dovizioso merasa sangat frustrasi atas hasil MotoGP Aragon, Minggu (25/9) kemarin. Masalah ban depan jadi penyebab buruknya performa pembalap Ducati itu.

Start dari posisi keempat, Dovizioso justru mengakhiri balapan di posisi ke-11. Michele Pirro, yang menggantikan Andrea Iannone, finis tepat satu posisi di belakang Dovizioso.

Kedua pembalap memakai ban depan dan belakang kompon medium. Sedangkan, mayoritas barisan depan memilih ban kompon hard.

“Saya sangat frustrasi finis ke-11, terutama setelah kualifikasi yang baik, karena saya sangat senang dengan bagaimana kami bekerja,” tutur Dovizioso.

“Tapi setelah empat lap, saya merasa bagian depan (motor) tidak bekerja seperti hari Sabtu. Saya tidak bisa mengerem di tikungan, dan saya tidak bisa memacu kecepatan tinggi di sudut maksimum tikungan. Setelah saya sedikit kehilangan (kendali) pada bagian depan, saya tidak bisa mengerem dan menekan. Itu sebuah bencana.

“Kami (masih) harus memahami apakah (masalah) ada pada ban atau Ducati. Tapi saya pikir Ducati dan Michelin berada dalam situasi yang sama.

“Kedua pihak ingin memperbaiki masalah. Kami bekerja sangat keras, tapi tentu kami frustrasi, terutama ketika Anda meraih hasil bagus pada hari Sabtu dan meningkatkan (performa),” papar Dovizioso.

Ditanya apakah masalah disebabkan ban yang menjadi terlalu panas, Dovizioso menjawab: “Kadang-kadang Anda membuat keputusan salah dan suhu lebih tinggi atau lebih rendah, Anda pun mengalami masalah.

“Jika terjadi kepada kami, maka ini satu cerita. Anda harus mengelola ban dengan cara yang baik. Tapi tentang suhu dari ban, tidak pernah begitu tinggi. Jadi mungkin situasi yang berbeda.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP Aragon
Trek Motorland Aragon
Pembalap Andrea Dovizioso
Tim Ducati Team
Tipe artikel Breaking news