Dovizioso tuding Petrucci penyebab kecelakaannya

Aleix Espargaro memang yang menabrak dan membuat Andrea Dovizioso terjatuh. Namun, pembalap Ducati ini justru menyalahkan Danilo Petrucci. Mengapa begitu?

Dovizioso tuding Petrucci penyebab kecelakaannya
Danilo Petrucci, Pramac Racing
Danilo Petrucci, Pramac Racing
Danilo Petrucci, Pramac Racing
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team, after crash

Untuk kedua kalinya, Dovizioso ditabrak pembalap lain saat balapan di Termas de Rio Hondo. Musim lalu, ia ditabrak oleh mantan rekan setim Andrea Iannone pada lap terakhir. Kali ini, ia ditabrak Espargaro di Tikungan 5 pada Lap 15.

Kendati demikian, Dovizioso tidak menyalahkan Espargaro. Ia malah menuding Petrucci, yang dianggap sebagai penyebab dari kecelakaannya.

“Ketika saya di belakang Danilo, dia mengendarai motor dengan cara yang buruk. Dia menghentikan banyak pembalap, mengerem dalam cara yang aneh dan saya berpikir itu terlalu banyak,” tutur Dovizioso. 

“Semua pembalap mencoba untuk menggunakan gaya balapnya. Ini normal dan baik, tapi gaya yang dia gunakan itu sangat buruk. Saya mencoba menyalipnya dari dalam dan dia mengerem terlambat, serta menutup celah.

“Ini sangat buruk, karena Anda tidak memberikan kemungkinan untuk melakukan sesuatu. Anda tidak bisa mengerem seperti dia. Dia lebih berat dan dia mampu untuk mengerem lebih keras. Itu tidak melebihi limit, tapi tidak adil. Dan itu menciptakan kecelakaan.

“Saya hampir menabrak dia, dan Aleix membuat kesalahan dengan manuvernya. Tentu kesalahan itu dari Aleix, tapi segalanya bermula dari Danilo.”

Masalah grip belakang

Terlepas dari insiden kecelakaan itu, Dovizioso mengungkapkan kurangnya grip (daya cengkerem) belakang, yang membuat ia tak mampu mengerem seperti yang diinginkan.

“Setelah balapan, kami mengonfirmasikan adanya limit pada grip belakang. Setiap latihan, limit itu ada di sana, dan begitu pula saat balapan,” terangnya.

“Saya tidak bisa mengerem sekeras yang saya inginkan atau yang saya bisa, karena motor tidak mampu untuk mengerem lebih keras. Limitnya adalah slide pada pengereman.

“Motor cukup baik, saya tidak kehilangan terlalu banyak. Tapi ketika keluar dari tikungan, saya merasa sangat buruk. Saya kesulitan sepanjang balapan. Dengan kecepatan itu, saya seharusnya mampu bertarung untuk posisi kelima.”

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont

dibagikan
komentar
Iannone: Penalti jump start terlalu keras

Artikel sebelumnya

Iannone: Penalti jump start terlalu keras

Artikel berikutnya

Argentina jadi balapan bersejarah bagi KTM

Argentina jadi balapan bersejarah bagi KTM
Muat komentar