MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
71 hari
Selengkapnya:

Dovizioso Ungkap Penyesalan Terbesar di MotoGP

Andrea Dovizioso, yang memutuskan cuti panjang, menceritakan kembali perjalanannya yang penuh suka dan duka di MotoGP.

Dovizioso Ungkap Penyesalan Terbesar di MotoGP

Penggemar MotoGP masih berharap bisa melihat Dovizioso berkompetisi pada tahun ini, meski hanya sementara dengan menggantikan Marc Marquez di Repsol Honda.

Namun, kecil kemungkinan itu akan terjadi, terlebih kepala kru Marc Marquez, Santi Hernandez, lebih memilih Stefan Bradl sebagai pengganti peraih enam gelar MotoGP.

Dovizioso juga tak ingin hanya sekadar menjadi pembalap pengganti yang tak akan digunakan jasanya lagi ketika Marquez kembali. Untuk itu, ia hanya fokus berlatih motocross karena ingin mengikuti kejuaraan balap motor tersebut.

Baca Juga:

Bagaimanapun, Andrea Dovizioso menyadari dirinya bisa saja tak kembali lagi ke MotoGP karena sudah banyak pembalap muda yang mengisi tim-tim besar.

Tetapi, pria 34 tahun itu tidak menyesal jika keadaannya harus berjalan seperti itu, karena sudah memiliki momen indah selama delapan tahun bersama Ducati. Namun, ia juga memiliki kenangan buruk saat berada di kelas premier bersama Yamaha.

“Satu-satunya momen mengecewakan adalah saat bersama Yamaha, karena berbagai keadaan,” kata Dovizioso kepada DAZN.

“Saat itu, saya mampu tampil baik di atas M1 tanpa perangkat terbaru. Saya menjadi pembalap tercepat Yamaha kedua setelah Jorge Lorenzo.

“Seharusnya saya bisa bergabung dengan tim pabrikan di tahun berikutnya. Tapi, Valentino Rossi memutuskan kembali, dan Yamaha menerimanya dengan tangan terbuka.”

Di akhir 2012, memang menjadi momen yang sulit bagi Yamaha karena harus memilih antara Dovizioso dan Rossi. Namun, sejarah manis dan hubungan baik dengan The Doctor, pabrikan Jepang itu lebih memilih bekerja sama dengan Rossi.

Andrea Dovizioso, Ducati Marlboro Team

Andrea Dovizioso, Ducati Marlboro Team

Foto oleh: Ducati Corse

Kekecewaan tersebut membuat Andrea Dovizioso memutuskan untuk meninggalkan Yamaha dan bergabung bersama Ducati. Usai empat tahun berjuang, pada 2017, ia berhasil meningkatkan kemampuannya dan bertarung memperebutkan gelar juara dunia.

“Saya sungguh kecewa karena tak mendapat kesempatan gabung tim pabrikan. Tapi, itu menjadi langkah awal perjalanan manis saya bersama Ducati, dan apa yang saya capai bersama mereka sungguh membanggakan,” ujarnya.

Sayang, rider berpostur 1,65 meter itu gagal meraih gelar juara dunia bersama Ducati karena selalu kalah dari Marc Marquez.

Tahun lalu, menjadi peluang terbesar Dovizioso karena Marquez absen sepanjang musim karena mengalami cedera serius. Namun, ia gagal memanfaatkan kesempatan itu karena Desmosedici GP20 tak cocok dengan ban belakang baru Michelin.

“Saya sudah bekerja keras dna saya bangga dengan diri sendiri. Saya senang bisa tampil kompetitif bersama Ducati karena itu membuktikan saya benar-benar memiliki kemampuan,” tutur Dovizioso.

dibagikan
komentar
Jack Miller Podium Ketiga Lomba Dirt Bike

Artikel sebelumnya

Jack Miller Podium Ketiga Lomba Dirt Bike

Artikel berikutnya

Pemerintah Tetapkan Tenggat Pembangunan Sirkuit Mandalika

Pemerintah Tetapkan Tenggat Pembangunan Sirkuit Mandalika
Muat komentar