Dua Rider WSBK yang Dipandang Cocok Gantikan Vinales

Pengisi kursi Yamaha Factory Racing yang akan ditinggalkan Maverick Vinales masih jadi teka-teki. Beberapa nama berseliweran, tak cuma dari MotoGP tapi juga World Superbike (WSBK), seperti Toprak Razgatlioglu dan Garrett Gerloff.

Dua Rider WSBK yang Dipandang Cocok Gantikan Vinales

Vinales nekat memutus kontrak dengan Yamaha, yang seharusnya jatuh tempo pada 2022, demi Aprilia Racing. Situasi ini tak pelak membuat pabrikan garpu tala membuka katalog rider lebih cepat.

Mereka mulai menyeleksi beberapa nama dan mempelajari efeknya terhadap Yamaha maupun tim lain. Yang jelas, tim satelit Petronas SRT paling ketar-ketir sekarang.

Valentino Rossi kemungkinan akan mundur menyusul rapor buruk musim ini. Sedangkan, Franco Morbidelli diincar skuad pabrikan untuk mendampingi Fabio Quartararo. Keduanya pernah berduet di tim yang sama musim lalu.

Jika skenario ini yang dimainkan, maka prinsipal Petronas, Razlan Razali, mesti mencari dua rider sekaligus. Sebuah pekerjaan yang sangat sulit.

Menarik Xavi Vierge dan Jake Dixon dari Moto2 terlalu berisiko karena pencapaian di ajang tersebut kurang memuaskan. Rapor terbaik Vierge adalah peringkat ketiga di Sirkuit Barcelona. Berkat koleksi 50 poin, ia ada di posisi kesembilan klasemen. Sebaliknya, rekan setimnya hanya dua kali finis di zona poin dan duduk di peringkat ke-21.

Baca Juga:

Petronas sebenarnya tertarik kepada Raul Fernandez, tapi keberatan membayar klausul pelepasan 500 ribu euro (sekitar Rp8,6 miliar) kepada KTM.

Opsi gila lainnya mendudukkan pembalap WSBK Yamaha, seperti Razgatlioglu dan Gerloff. Manajer tim, Paul Denning, yakin keduanya mampu tampil di MotoGP. Hanya saja, semua tergantung prioritas masing-masing pembalap.

“Saya dapat membayangkan Garrett dan Toprak adalah kandidat untuk MotoGP. Itu tergantung pada kesempatan dan waktu,” ujarnya kepada Motorsport.com.

“Kami ingin mempertahankan mereka di sini. Tapi seandainya salah satu dapat tawaran bagus dari MotoGP, Yamaha tak akan menghalangi.”

Pembalap Turki itu memiliki prioritas jadi juara WSBK sehingga menolak tampil di MotoGP Belanda, menggantikan Morbidelli. Gerloff yang mendapat berkah dengan debut pada level premier. Berkat kinerja solid, dia bisa finis di urutan ke-17.

“Pada kasus Toprak, saya tahu motivasinya adalah menang. Saya tidak bisa bicara mewakilinya, tapi saya membayangkan dia akan pilih jadi juara WSBK daripada berakhir di peringkat keenam di MotoGP,” Gerloff menambahkan.

Gerloff seperti menemukan kenyamanan baru ketika menaiki YZR-M1. Sebelumnya, ia mencicipi dalam sesi latihan Jumat di MotoGP Valencia 2020. Hujan yang turun dan membuat trek basah tak menghalanginya untuk mengenal karakter motor spesial itu.

“Dia punya start sulit dalam hal udara. Jumat ini, basah, lalu setengah basah, setengah kering. Hari yang buruk dari sisi cuaca. Tapi, dia tetap rileks dan membiarkan talenta yang bicara. Dia berkendara secepat mungkin dan tidak cemas. Dia melakukan pekerjaan fantastis,” Denning mengisahkan.

Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team, Paul Denning

Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team, Paul Denning

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Saya tidak tahu bahwa itu membuat Lin (Jarvis) dan organisasi Yamaha MotoGP terkesan. Itu iklan yang bagus untuk Kejuaraan Superbike Dunia. Dia belum pernah menang di WSBK dan tidak konsisten di atas. Sementara, dengan Yamaha MotoGP, dia cepat (adaptasi).

Ekspektasi Denning terhadap Gerloff cukup tinggi jika menilik bagaimana sulitnya pembalap MotoGP yang pindah ke WSBK.

“Di sisi lain, kami telah melihat beberapa pembalap di masa lalu, yang baru datang dari MotoGP dan kami kaget bahwa level puncak WSBK sangat tinggi,” ia menandaskan.

dibagikan
komentar
Zarco: Vinales Tak Sadar Keberuntungan yang Dimiliki
Artikel sebelumnya

Zarco: Vinales Tak Sadar Keberuntungan yang Dimiliki

Artikel berikutnya

MotoGP 2022, Bastianini Akan Kendarai Desmosedici GP21

MotoGP 2022, Bastianini Akan Kendarai Desmosedici GP21
Muat komentar