Ducati Akui Untung-untungan Rekrut Zarco

Perekrutan Johann Zarco diakui Ducati merupakan sebuah pertaruhan. Bahkan banyak yang heran dengan ide mereka jika mengingat pencapaian pembalap itu semasa di KTM.

Ducati Akui Untung-untungan Rekrut Zarco

Rider Belanda tersebut bahkan hanya masuk 10 besar satu kali saja pada 2019. Kontraknya dua tahun diputus KTM setelah MotoGP San Marino. Ia pun menjadi pengganti rider LCR Honda, Takaaki Nakagami, selama tiga balapan sisa.

Ia mengoleksi 30 poin dan berakhir pada peringkat ke-18. Zarco gagal mewujudkan keinginan untuk mengunci slot Honda Racing Team sehingga berpikir turun ke Moto2.

Panggilan mengejutkan tiba saat rasa frustrasi melanda. Ducati meyakinkannya untuk bergabung dengan tim satelit Avintia Racing.

Ia naik podium ketiga pada MotoGP Republik Ceko. Total 77 poin dikumpulkan sehingga menjejak ke tempat ke-13.

Zarco pun dipromosikan ke Pramac Racing dengan dukungan penuh dari Ducati, berupa Desmosedici GP21. Tak diduga, rider Belanda tersebut malah lebih berkilau dibandingkan wakil tim pabrikan. Ia bertengger di puncak klasemen MotoGP 2021 setelah jadi runner-up pada MotoGP Qatar dan MotoGP Doha.

“Kami senang karena Johann sebuah pertaruhan oleh Ducati ketika tak ada orang yang mau mempertimbangkannya,” ujar Ciabatti kepada Motorsport.com Spanyol.

“Saya kira dia akan jadi protagonis sepanjang kejuaraan. Kami meyakinkan Johann untuk bertahan di MotoGP pada akhir 2019, karena kami pikir dia adalah pembalap bertalenta.

“Setelah tahun yang sangat rumit dengan KTM, tidak ada yang percaya kepadanya sehingga dia ingin kembali ke Moto2.”

Baca Juga:

Ducati bekerja keras mengembalikan kepercayaan diri juara Moto2 2015 dan 2016 tersebut. Mereka tak menuntut banyak dari Zarco.

“Dengan bantuan Ducati, dia membangun kepercayaan diri di atas motor selama musim 2020, yang membuatnya pantas pindah ke Pramac, dengan motor identik dengan tim pabrikan,” Ciabatti  mengungkapkan.

“Sekarang, ia membuktikan bahwa ia adalah pembalap yang kami pikirkan dulu. Karena sumber daya yang kami injeksi, Pramac menjadi tim pabrikan dengan sponsor lain. Dalam hal itu, Johann mendapati bahwa Ducati melihatnya sebagai opsi valid dalam perburuan gelar, seperti Jack (Miller) dan Pecco (Bagnaia).”

Johann Zarco, Pramac Racing

Johann Zarco, Pramac Racing

Photo by: Gold and Goose / Motorsport Images

Debutan Pramac Racing, Jorge Martin, juga mengesankan dengan pole position di MotoGP Doha serta peringkat ketiga.

“Apa yang dia harus lakukan adalah lanjut seperti ini, seperti yang dilakukan sejauh ini. Sekarang, kami harus melihat apa yang terjadi di sirkuit di mana dia belum pernah mengendarai Ducati sebelumnya. Dia hanya punya waktu dua hari untuk membiasakan diri,” ucap Ciabatti.

“Balapan terakhir di Qatar sangat istimewa karena semua pembalap sudah pernah berkendara di sana selama beberapa hari. Itu sangat menolong rookie kami.

“Di trek yang baru untuknya, kita akan melihat kematangannya dan kemampuan beradaptasi.”

dibagikan
komentar
Jorge Martin Bagikan Rahasia Lonjakan Prestasi di Qatar

Artikel sebelumnya

Jorge Martin Bagikan Rahasia Lonjakan Prestasi di Qatar

Artikel berikutnya

Marini: Moto2 Makin Sejajar dengan MotoGP

Marini: Moto2 Makin Sejajar dengan MotoGP
Muat komentar