Ducati Ingin Perkenalkan Terobosan Baru Setiap Enam Bulan

General Manager Ducati Corse, Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna, mengungkapkan bahwa pabrikan Borgo Panigale akan meluncurkan terobosan baru di MotoGP setiap enam bulan.

Ducati Ingin Perkenalkan Terobosan Baru Setiap Enam Bulan

Momen pergantian tahun menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan apa yang terjadi musim lalu dan menyusun resolusi ke depannya.

Ducati menutup 2021 dengan senyum lebar. Mereka mendominasi di MotoGP, baik tim pabrikan maupun tim satelitnya. Meskipun, gelar juara pembalap yang tak mampu dijangkau Francesco Bagnaia membuat pencapaian terasa kurang lengkap.

Namun, hal itu tak terlalu dipikirkan oleh Dall’Igna. Yang terpenting bagi pria Italia itu, para pembalap dan mekanik menjalankan tugasnya sesuai skenario.

Perkembangan pesat Desmosedici GP dan perubahan line-up awal musim menjadi kunci sukses mereka.

“Saya sangat senang dengan pekerjaan yang dilakukan para teknisi selama musim dingin karena kami meningkat dari sudut pandang mesin, meski mesin dibekukan. Tapi, kami bisa menemukan beberapa area pengembangan yang tak melanggar aturan,” katanya kepada MotoGP.com.

“Meski dari sudut pandang sasis, kami bekerja dengan baik. Hasil crash membuktikan bahwa motor tidak belok sesuai yang kami inginkan.

“Kami harus mengembangkan lagi dan lagi, bukan hanya sudut pandang sasis tapi juga mesin kalau mungkin.”

Baca Juga:

Setelah Andrea Dovizioso hengkang, Ducati bergantung pada pembalap muda mulai musim ini.

“Setelah bertahun-tahun kami punya pembalap sama di Ducati, tahun ini kami mengubah pembalap kami. Kami mulai bekerja dengan para pembalap muda,” ujarnya.

“Ini sangat penting karena para pembalap muda biasanya memberi banyak kepada pria tua seperti saya (tertawa, red.). Spirit berbeda, jadi mereka mendorong saya jauh lebih baik.”

Ride Height Device merupakan keunggulan yang dimiliki Ducati. Awalnya, para pembalap kesulitan menerapkan perangkat tersebut.

“Pastinya itu keunggulan, kalau tidak, para pembalap kami tidak memakai sistem ini. Ada trek di mana perangkat itu sangat penting, ada yang tidak penting,” Dall’Igna melanjutkan.

“Masalah satu-satunya, aturan lebih keras di area tersebut, jadi kami tidak boleh menggunakan sistem mekanis pada area tersebut, bukan elektronik. Pada awalnya, tidak mudah menemukan cara untuk melakukan itu.”

Kondisi saat start sangat penting dalam menjalankan strategi dan menentukan jalannya lomba.

Start kadang menjadi kunci balapan. Ia memulai dari bagian depan lebih mudah membuat strategi bagus untuk race. Kami bekerja keras menemukan cara agar pembalap bisa start bagus,” katanya.

“Kami memulai dengan ide sederhana selama dua tahun lalu dan setiap 6 bulan, kami akan mengenalkan sesuatu yang baru demi meningkatkan sistem kami.

“Kami mampu mengejar kecepatan di Qatar. Saya sangat yakin bahwa kecepatan merupakan satu perangkat sangat penting untuk strategi balapan karena lebih sulit menyalip di trek lurus daripada tikungan.”

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Francesco Bagnaia paling menonjol di antara para penunggang Desmosedici GP. Dall’Igna masih melihat kekurangan murid Valentino Rossi dan punya saran untuknya.

“Jelas bahwa Pecco balapan dengan gaya berbeda dibanding para pembalap Ducati. Dia sungguh spesial karena menggunakan ban depan 100 persen.

“Kami punya gaya balap berbeda. Dia harus bekerja bukan ke satu arah saja. Motor bagus harus memberikan pembalap kemungkinan menggunakan motor seperti yang mereka mau. Saya kira motor kami bisa melakukan ini sekarang,” ucapnya.

Pria 55 tahun tersebut menekankan kalau sekarang saatnya lebih fokus pada musim 2022.

“Kami memikirkan masa depan, sedang mengerjakan proyek 2022. Kami bekerja di markas Borgo Panigale. Saya tidak bisa mengatakan apa yang dapat dilihat pada 2022, tapi pastinya sangat penting berevolusi, berpikir dengan cara berbeda.

“Sangat penting untuk menciptakan sesuatu yang baru karena saya kira, ini yang terbaik bisa kami lakukan dalam hidup kami,” Dall’Igna menandaskan.

dibagikan
komentar
Brembo Bedah Stoppie ala Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller
Artikel sebelumnya

Brembo Bedah Stoppie ala Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller

Artikel berikutnya

Mengapa Pembalap MotoGP Punya Preferensi Jelas soal Tikungan

Mengapa Pembalap MotoGP Punya Preferensi Jelas soal Tikungan
Muat komentar