Ducati Lebih Efektif dan Nyaman dengan Enam Pembalap

Direktur Sport Ducati Paolo Ciabatti mengungkapkan besarnya keuntungan karena menyuplai untuk banyak di MotoGP. Ia menyebut Ducati belum tahu apakah akan mengubah jumlah pembalap atau tidak pada musim 2022.

Ducati Lebih Efektif dan Nyaman dengan Enam Pembalap

Dengan total enam pembalap yang menggunakan Ducati Desmosedici GP pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2020, Ducati menjadi pabrikan dengan pembalap terbanyak di grid kelas tertinggi musim lalu. Kebijakan itu mereka pertahankan untuk MotoGP 2021.

Musim depan, Ducati memiliki dua pembalap di tim pabrikan mereka, Jack Miller dan Francesco Bagnaia. Tim satelit mereka, Pramac Racing, memiliki Johann Zarco dan pembalap debutan dari Moto2, Jorge Martin.

Sedangkan tim Esponsorama Racing (Avintia), bakal diperkuat dua rookie, Luca Marini dan Enea Bastianini yang juga juara dunia Moto2 2020.

Selama beberapa tahun terakhir, Ducati mampu mengumpulkan banyak data penting dari keenam pembalap pengguna Desmosedici GP. Pertanyaannya, apakah kebijakan (memasok motor untuk enam pembalap) ini akan dilanjutkan Ducati di masa depan?

Pada MotoGP 2016, Ducati membuat rekor dengan menurunkan delapan pembalap. Adapun komposisinya adalah masing-masing dua pembalap untuk Ducati Team (tim pabrikan), Octo Pramac Yakhnich, Avintia Racing, dan Aspar Team MotoGP.

Saat itu, hanya para pembalap tim pabrikan Ducati yang memakai varian terbaru, Desmosedici GP16. Octo Pramac memakai Ducati Desmosedici GP15 sedangkan Avintia dan Aspar hanya diberikan Ducati Desmosedici GP14.

Kendati begitu, hasil Ducati di MotoGP 2016 tidak menggembirakan. Dari 18 lomba, pabrikan Italia itu hanya mampu dua kali menang lewat kedua pembalap tim pabrikan mereka, Andrea Iannone (GP Austria) dan Andrea Dovizioso (GP Malaysia).

Dovizioso, yang menjadi pembalap terbaik Ducati pada musim tersebut, hanya berada di posisi keempat klasemen akhir MotoGP 2016.

Baca Juga:

Musim berikutnya, 2017, Ducati kembali memasok delapan Desmosedici GP untuk empat tim yang sama seperti tahun sebelumnya. Hanya pembagian versi motor yang berbeda. Tim pabrikan Ducati memakai versi terbaru, Desmosedici GP17.

Octo Pramac memakai GP17 (untuk Danilo Petrucci) dan GP16 (Scott Redding). Sedangkan Avintia mendapatkan GP16 (Hector Barbera) dan GP15 (Loris Baz), sama dengan Aspar, GP16 (Alvaro Bautista) dan GP15 (Karel Abraham).   

Hasil Ducati di MotoGP 2017 jauh lebih baik. Dari 18 balapan, Ducati enam kali menang yang semua dibuat Dovizioso yang membawanya menempati posisi runner-up pada akhir musim 2017.

Ducati terakhir menurunkan delapan motor di MotoGP pada 2018. Jumlah dan nama tim yang dipasok pun masih sama. Desmosedici GP18 untuk dua pembalap pabrikan Ducati saat itu, Dovizioso dan Jorge Lorenzo, serta Petrucci (Pramac).

Desmosedici GP17 masing-masing digeber Jack Miller (Pramac), Alvaro Bautista (Angel Nieto/Aspar), serta duet Tito Rabat-Xavier Simeon (Avintia). Sedangkan Karel Abraham (Angel Nieto/Aspar) menggeber GP16.

Di MotoGP 2018 tersebut, Ducati mampu tujuh kali memenangi lomba, empat lewat Dovizioso dan tiga lainnya Lorenzo. Dovi kembali menjadi runner-up klasemen akhir pembalap.  

Selama tiga musim menurunkan delapan pembalap di MotoGP, Ducati finis , P3 klasemen konstruktor dan tim pada 2016 dan 2017 serta P2 untuk kategori yang sama pada 2018.

Kiri-kanan: Luigi Dall'Igna selaku Ducati General Manager, Luca Marini, Raul Romero, Enea Bastianini (Esponsorama Racing Team), dan Paolo Ciabatti sebagai Ducati Sporting Director.

Kiri-kanan: Luigi Dall'Igna selaku Ducati General Manager, Luca Marini, Raul Romero, Enea Bastianini (Esponsorama Racing Team), dan Paolo Ciabatti sebagai Ducati Sporting Director.

Foto oleh: Ducati Corse

Sejak 2019, Ducati kembali menurunkan enam Desmosedici GP di MotoGP. “Kami pernah beberapa musim membantu delapan pembalap di MotoGP. Namun, Ducati sudah bertahun-tahun turun dengan enam pembalap di grid,” ujar Ciabatti.

Menurut Ciabatti, dengan enam pembalap, Ducati bisa lebih terorganisasi dalam mengoleksi data. Mereka juga lebih mudah untuk membuat keputusan-keputusan strategis.

“Para teknisi Ducati selalu berkonsultasi dengan pembalap. Mereka selalu ditemui setiap selesai menguji maupun balapan untuk bertukar informasi. Intinya, kami memiliki enam pembalap yang sangat berharga,” kata Ciabatti.

Komposisi enam pembalap Ducati untuk MotoGP 2021 juga membuat Ciabatti senang. Masukan dari pembalap berpengalaman seperti Miller, Zarco, dan Bagnaia, bisa berguna bagi Ducati untuk diberikan kepada tiga debutan: Martin, Marini, dan Bastianini.    

“Kami tidak tahu apakah masih akan menggunakan enam pembalap pada 2022 dan setelahnya. Saat ini kami senang tidak hanya karena bisa mendapatkan data lebih banyak namun juga mengevaluasi pembalap muda,” tutur Ciabatti.

“Anda juga bisa melihat regenerasi kami bisa mulus. Pembalap dari tim dukungan Ducati bisa naik ke tim satelit dan pembalap tim satelit bisa ke skuad pabrikan. Itu terjadi pada Zarco (Avintia ke Pramac) serta Miller dan Bagnaia (Pramac ke Ducati Team).

Pada MotoGP 2020 lalu, Ducati kehilangan peluang untuk merebut gelar juara dunia pembalap setelah Andrea Dovizioso hanya mampu finis P4 klasemen akhir.

Namun, Ducati berhasil juara konstruktor – kali kedua sejak 2007, saat Casey Stoner juara dunia pembalap – sekaligus menggagalkan Suzuki merebut triple crown usai merebut trofi pembalap (Joan Mir) dan tim.       

dibagikan
komentar
Pandemi Covid-19 Tunda Kontrak Baru Pedrosa

Artikel sebelumnya

Pandemi Covid-19 Tunda Kontrak Baru Pedrosa

Artikel berikutnya

Yamaha Minta Vinales dan Quartararo Lebih Aktif ketimbang Rossi

Yamaha Minta Vinales dan Quartararo Lebih Aktif ketimbang Rossi
Muat komentar