MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
72 hari
Selengkapnya:
Topik

MotoGP 2017

Ducati menuntut gaya balap yang tidak masuk akal

Sembilan musim menunggangi Yamaha YZR-M1, rupanya benar-benar membuat Jorge Lorenzo bekerja keras untuk menaklukkan Desmosedici GP17.

dibagikan
komentar
Ducati menuntut gaya balap yang tidak masuk akal
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3, Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team

Tiga kali juara dunia itu berada di peringkat ketujuh dalam klasemen sementara, dengan raihan podium ketiga di Jerez pada debutnya sebagai pembalap Ducati.

Akhir pekan lalu, Lorenzo tampil agresif pada lap-lap awal di Mugello. Namun, ia akhirnya harus puas finis kedelapan. Sementara rekan setim Andrea Dovizioso keluar sebagai juara MotoGP Italia.

Ditanya apa yang bisa dipelajari dari data Dovizioso perihal kelanjutan adaptasi gaya balap, Lorenzo menjawab: “Percayalah, saya mencoba segalanya untuk memaksimalkan motor ini.

“Saya mengubah posisi (mengendarai) di setiap balapan, tuas tangan, rem belakang dan jok. Saya mencoba melihat semua data para pembalap Ducati untuk memahami di mana saya kalah. Saya mencoba segalanya.

“Tapi dari 20 tahun mengendarai cara yang sama, Anda tidak bisa mengubah begitu saja. Anda tidak bisa belajar bahasa baru dalam dua hari. Semuanya sulit. Anda harus mengendarai motor ini sedikit tidak masuk akal untuk kompetitif. Berbanding terbalik dengan Yamaha.

“Pada saat ini, saya bisa balapan seperti itu saja. Kadang-kadang bagus, kadang-kadang tidak. Saat ini, seperti itu saja.

“Ketika saya merasa percaya diri dengan motor, dan motor terasa seperti milik saya, maka saya akan tampil bagus.”

Selain debut sebagai rookie di Yamaha pada 2008, Lorenzo selalu finis pertama atau kedua di Mugello. Pembalap Spanyol itu juga mengoleksi lima kemenangan sepanjang penampilan di MotoGP Italia.

Ia pun mengatakan, hasil balapan di Mugello menunjukkan apa yang perlu dibenahi bersama Ducati. Faktor utama adalah Lorenzo memerlukan lebih banyak wakut saat pengereman dan bekerja mengatasi kelemahan di tengah tikungan.

“Yamaha mungkin lebih alami untuk gaya balap saya,” tandasnya.

“Bersama Yamaha, saya cepat dari tiga balapan pertama pada 2008. (Di Mugello) saya naik podium selama delapan tahun.

“Saat ini, (Ducati) tidak alami bagi saya. Bahkan jika saya mencoba yang terbaik dan saya pembalap lebih lengkap dibandingkan ketika debut di MotoGP.

“Tapi mungkin gaya balap berlawanan yang dituntut motor pada saat ini.

“Jadi, saya bekerja dengan Gigi (Dall’Igna, General Manager) dan engineer untuk membuat motor menikung lebih baik. Tapi sampai ini terjadi, itu akan banyak bergantung pada trek, dan juga penting untuk melihat kecepatan yang saya inginkan, yang bisa mengubah gaya balap saya.”

Data dan fakta jelang MotoGP Catalunya

Artikel sebelumnya

Data dan fakta jelang MotoGP Catalunya

Artikel berikutnya

Jadwal lengkap MotoGP Catalunya 2017

Jadwal lengkap MotoGP Catalunya 2017
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Pembalap Jorge Lorenzo
Tim Ducati Team
Penulis Mitchell Adam