Duel Epik Estoril 2006 Bakal Sulit Diulang

Akhir pekan ini, pencinta MotoGP akan disuguhi lomba ketiga Kejuaraan Dunia Balap Motor, GP Portugal. Duel diyakini akan sengit namun sulit untuk mengulang drama di Estoril pada 2006.

Duel Epik Estoril 2006 Bakal Sulit Diulang

Hampir 15 tahun lalu, GP Portugal memunculkan salah satu balapan legendaris sepanjang sejarah kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor. Tidak seperti tahun ini, pada 2006, GP Portugal digelar pada pertengahan Oktober di Sirkuit Estoril dan menjadi balapan ke-16 dari total 17.

Akhir pekan ini, 16-18 April 2021, MotoGP Portugal akan menjadi balapan ketiga (dari total 19). Lomba pun tidak dilangsungkan di Estoril lagi (2000-2012) melainkan di Sirkuit Algarve, Portimao, yang baru musim lalu menjadi tuan rumah.

Pada GP Portugal 2006 lalu, Nicky Hayden (Repsol Honda) – yang kemudian menjadi juara dunia – datang ke Estoril dengan status pimpinan klasemen dengan keunggulan hanya 12 poin dari Valentino Rossi yang saat itu membela tim pabrikan Camel Yamaha.  

Harapan untuk melihat keduanya bertarung sengit pun mulai terlihat saat Rossi mampu merebut pole position dengan waktu lap 1:36 menit. Namun, Honda RC211V geberan Hayden mampu menembus rekor 329,9 km/jam di kualifikasi.

Dengan kecepatan itu, Hayden mampu menempati grid start ketiga di barisan depan. Rekan setim Rossi, Colin Edwards, berada di P2. Saat itu, Hayden berpeluang memastikan gelar MotoGP jika di akhir GP Portugal mampu unggul lebih 25 poin dari Rossi.

Saat lampu start padam, tidak ada masalah start bagi Hayden. Namun, tikungan pertama berhasil diambil Rossi diikuti Edwards. Sementara, Hayden dan rekan setimnya, Dani Pedrosa, mulai mengejar duet Yamaha di depan.

Toni Elias

Toni Elias

Foto oleh: Team Gresini

Di posisi kelima ada Toni Elias (Fortuna Honda) yang saat itu menjalani musim kedua (sophomore) di MotoGP. Pembalap asal Spanyol itu memang menunjukkan kemajuan pesat dengan beberapa kali bertarung memperebutkan podium utama pada lomba-lomba sebelumnya.

Juara dunia MotoGP 2000, Kenny Roberts Jr (Team Roberts) perlahan mulai naik kendati start dari grid 13. Sebelumnya, tidak ada yang memperhitungkan Elias dan Roberts karena keduanya masing-masing hanya start dari baris keempat dan kelima.

Masuk lap keempat, Rossi memperlebar gap dengan Edwards yang sejauh itu mampu meredam duet Repsol Honda. Rossi berpeluang merebut pimpinan klasemen jika menang dan Hayden finis keempat atau lebih buruk. Namun, saat itu Hayden bertahan di P3.

Tetapi, mimpi buruk Hayden terjadi di lap tersebut. Pedrosa yang mencoba melewatinya dari sisi dalam sebuah tikungan ke kiri, mengalami selip ban depan sehingga menyenggol rekan setimnya. Keduanya pun masuk gravel.

Hayden berusaha mengembalikan motor ke lintasan. Tetapi, usahanya sia-sia. Ia dan Pedrosa dinyatakan mundur pada lap keempat. Kesalahan Pedrosa itu membuat Rossi berpeluang berbalik unggul 13 poin atas Hayden di klasemen MotoGP.

Mundurnya Hayden dan Pedrosa membuat Elias naik ke P3 di belakang Rossi dan Edwards. Saat itu, Rossi unggul hingga 1,5 detik dari Elias. Adapun Roberts Jr mulai merangsek ke P4.

Keempat pembalap mulai melepaskan diri dari sisa pembalap lainnya. Namun pada lap 13, Honda RC211V geberan Elias mulai membuat Yamaha YZR M1 milik Edwards kesulitan. Elias akhirnya berhasil mengambil P2 dari Edwards pada lap 14.

Berikutnya, Elias mulai memperkecil gap dengan Rossi. Bahkan, Elias mampu memangkas selisih waktu dengan Rossi hingga satu detik saat lomba (berdurasi 28 lap) menyisakan 11 lap.

Ketika lomba menyisakan lima lap lagi, Roberts Jr melibas kompatriotnya (sesama pembalap asal Amerika Serikat), Edwards. Satu lap kemudian, Roberts mampu berada di P2. Saat itu, semua orang berharap ada duel sengit.

Di dua lap terakhir, Roberts Jr melibas Rossi di trek lurus start/finis untuk memimpin lomba. Saat itu, Roberts Jr sudah berharap merasakan kemenangan pertama sejak Motegi (Jepang) 2000.

Tetapi, Roberts Jr yang turun dengan KR211V (berbasis Honda RC211V) kemudian salah strategi dengan hanya berusaha melakukan blocking berbeda. Inilah yang disinyalir menjadi penyebab kegagalannya memenangi GP Portugal saat itu.

Memasuki lap akhir, Rossi berusaha mengambil Roberts Jr di lokasi saat ia dilibas. Tetapi, usaha itu hanya embuka gap bagi Elias untuk merangsek ke P1. Elias pertama diikuti Roberts Jr dan Rossi di P3 saat lomba masuk lap terakhir.

Rossi kemudian mengambil P2 dari Roberts Jr. Berikutnya, ia terlibat duel sengit dengan Elias di P1. Keduanya saling berebut P1 tiga kali di tikungan S terakhir hingga Rossi berhasil memimpin menjelang dua tikungan terakhir.

Baca Juga:

Elias yang membuntuti Rossi melakukan slipstream di trek lurus utama hingga berada hampir sejajar dengan The Doctor saat menyentuh finis. Namun, rekaman video start/finis berkata lain.

Toni Elias finis hanya beberapa sentimeter di depan Valentino Rossi dengan keunggulan hanya 0,002 detik. Itulah kemenangan pertama dan satu-satunya bagi Toni Elias di kelas utama Kejuaraan Dunia Balap Motor.

Podium utama Toni Elias di GP Portugal 2006 itu juga yang terakhir direbut tim independen sebelum 10 tahun kemudian dipatahkan oleh Jack Miller (Estrella Galicia 0.0 Marc VDS) di GP Belanda 2016.

Gap Toni Elias dan Valentino Rossi di GP Portugal 2006 juga masih menjadi yang terkecil dalam sejarah MotoGP/500 cc. Selisih waktu tersebut masih di atas hasil kelas 500 cc GP Australia 1999, saat Tadayuki Okada (Repsol Honda) finis 0,085 detik di depan Max Biaggi (Marlboro Yamaha).     

Musim ini, persaingan antarpembalap MotoGP juga semakin terbuka dan lebih ketat. Pada GP Doha, lomba kedua MotoGP 2021, 4 April lalu, rekor gap 15 pembalap teratas juga tercipta.

Saat itu, gap antara Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) dengan Miguel Oliveira (Red Bull KTM Factory Racing) di P15 hanyalah 8,928 detik. Sebelumnya, gap terkecil zona poin tercipta di GP Qatar 2019 (15,093 detik).

Namun, belum ada lagi gap terkecil antara posisi 1-2 seperti di GP Portugal 2006. Akankah, lomba GP Portugal di Portimao, Minggu (18/4/2021) nanti bisa mematahkan rekor tersebut? Sepertinya akan sangat sulit.

 

 

  

 

 

 

dibagikan
komentar
Mir Yakin Cetak Banyak Poin di MotoGP Portugal

Artikel sebelumnya

Mir Yakin Cetak Banyak Poin di MotoGP Portugal

Artikel berikutnya

Gantikan Carchedi, O'Kane Dampingi Mir di MotoGP Portugal

Gantikan Carchedi, O'Kane Dampingi Mir di MotoGP Portugal
Muat komentar