Komparasi Poin 4 Balapan Awal: Bagnaia Terbaik, Rossi Terburuk

Setelah empat balapan awal Kejuaraan Dunia MotoGP 2021, banyak hal menarik terjadi. Salah satunya adalah perbandingan torehan poin.

Komparasi Poin 4 Balapan Awal: Bagnaia Terbaik, Rossi Terburuk

Seperti musim lalu, kendati baru berlangsung dalam empat balapan, MotoGP 2021 kembali menyuguhkan banyak hal tidak terduga. Dari pemimpin klasemen yang silih bergenti, pemenang lomba, hingga perolehan poin beberapa pembalap yang anjlok dibanding tahun lalu.

Musim ini, tiga pemenang berbeda mampu naik podium utama di empat balapan MotoGP. Duet tim pabrikan Monster Energy Yamaha MotoGP, sejauh ini menjadi yang terbaik dengan menguasai tiga balapan lewat Maverick Vinales (Bahrain) dan Fabio Quartararo (Doha dan Portugal).

Satu kemenangan lagi, GP Spanyol, berhasil direbut Jack Miller. Skuad pabrikan Ducati Lenovo menguasai lomba di Sirkuit Jerez, 2 Mei lalu, setelah menempatkan Miller dan Francesco “Pecco” Bagnaia finis 1-2.

Setelah Vinales, Johann Zarco (Pramac Racing-Ducati), dan Quartararo, kini giliran Bagnaia yang memimpin klasemen sementara pembalap.

Musim lalu juga ada tiga pembalap berbeda yang memenangi empat balapan awal MotoGP. Tetapi, pemimpin klasemen sampai berakhirnya GP Austria tetap dipegang satu orang, Quartararo, yang saat itu masih membela tim satelit Petronas Yamaha SRT.

Seolah menjadi tradisi, tim-tim MotoGP selalu menyebut balapan pertama di Eropa akan menentukan bentuk terbaik dan level mereka.

Baca Juga:

Kini, setelah dua lomba digelar di Benua Biru (Portugal dan Spanyol) publik bisa membandingkan seperti apa perbandingan poin pembalap dari empat lomba awal musim ini dengan tahun lalu.

Sebagai catatan, musim lalu semua balapan MotoGP digelar di Eropa dengan empat lomba awal terdiri dari dua race di Jerez (Spanyol) lalu Brno (Rep. Ceko), dan Red Bull Ring (Austria).

Dari komparasi poin empat lomba awal, ternyata Bagnaia menjadi pembalap dengan peningkatan paling signifikan. Musim lalu, saat memperkuat Pramac Racing, ia hanya merebut tujuh poin dari empat balapan. Bandingkan dengan saat ini, 66, atau 57 lebih banyak (+57).

Posisi kedua ditempati Johann Zarco (+20). Musim lalu, ia hanya merebut 28 poin namun kini 48. Berikutnya ada juara dunia dari Suzuki Ecstar, Joan Mir (+18), diikuti andalan Aprilia Rcing Team Gresini, Aleix Espargaro (+14).

Rekan setim Mir, Alex Rins, hanya naik 4 poin. Sementara, Quartararo dan Miller sama-sama plus tiga sedangkan Vinales dan runner-up MotoGP 2020, Franco Morbidelli, hanya naik dua poin dibanding torehan di empat balapan musim lalu.

Morbidelli musim lalu mengalami kendala teknis pada Yamaha YZR M1 sehingga tidak mampu finis di GP Andalucia dan GP Austria. Kini, ia juga mengeluhkan performa M1 A-Spec yang jauh di bawah M1 spesifikasi pabrikan yang dipakai tiga rekannya.

Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT

Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Delapan pembalap menuai poin lebih sedikit dibanding empat balapan awal musim lalu. Yang terburuk justru dialami Valentino Rossi, yang musim ini menjadi rekan setim Morbidelli di Petronas Yamaha SRT.

Juara dunia MotoGP tujuh kali (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009) itu musim ini baru menuai empat poin. Jauh dengan torehan fase yang sama tahun lalu, 38 (-34).

Pembalap tim pabrikan Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder, juga anjlok. Dari 41 poin dalam empat balapan awal tahun lalu, menjadi hanya 21 musim ini (-20).

Pembalap yang mengalami penurunan berikutnya berturut-turut ada Takaaki Nakagami (-18), Danilo Petrucci (-15), Miguel Oliveira (-9), Alex Marquez (-7), Iker Lecuona (-5), dan Pol Espargaro (-2).

Bermacam faktor membuat sejumlah pembalap mengalami penurunan drastis pada awal musim ini. Kendala teknis yang dialami Honda dan KTM memang langsung berimbas pada performa pembalap.

Belum lagi kesulitan yang dihadapi para pembalap yang membela tim baru musim ini seperti Rossi, Pol Espargaro (Repsol Honda, dari KTM), dan Danilo Petrucci (KTM, dari Ducati).   

Tiga pembalap rookie: Enea Bastianini, Luca Marini, dan Jorge Martin, tidak bisa dibandingkan karena mereka baru musim ini turun di MotoGP. Demikian juga juara dunia MotoGP enam kali Marc Marquez (Repsol Honda) yang musim lalu absen sejak balapan kedua.

   

 

 

 

dibagikan
komentar
Pons Memprediksi Rossi Menghilang dari MotoGP Musim Depan

Artikel sebelumnya

Pons Memprediksi Rossi Menghilang dari MotoGP Musim Depan

Artikel berikutnya

Krisis Honda di MotoGP Masih Akan Berlanjut

Krisis Honda di MotoGP Masih Akan Berlanjut
Muat komentar