Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
MotoGP MotoGP Catalunya

Enea Bastianini Tetap Ingin Geber Ducati, Tak Peduli di Tim Mana

Menjelang MotoGP Catalunya, Enea Bastianini menegaskan hanya ingin menunggangi Ducati Desmosedici GP. Ia juga berusaha untuk lebih konsisten.

Enea Bastianini, Gresini Racing

Kejuaraan Dunia MotoGP 2022 menjadi musim kedua bagi Enea Bastianini turun di kelas premier. Jika pada tahun pertama bersama Esponsorama Racing, Bastianini menjalani proses adaptasi dengan hasil naik-turun, hal sebaliknya terjadi pada MotoGP 2022.

Bersama Tim Gresini Racing MotoGP, pembalap asal Italia tersebut menjelma menjadi salah satu penantang gelar juara dunia di kelas premier.

Tidak sampai di situ. Meskipun mengendarai Ducati Desmosedici GP21 yang notabene motor musim lalu, La Bestia (The Beast) – julukan Bastianini – justru menjadi pembalap yang dinilai paling piawai memaksimalkan seluruh potensi motor.

Pada tahun keduanya menggeber Ducati, Bastianini sudah mampu merebut tiga kemenangan (Qatar, Amerika, dan Prancis) menjelang putaran kesembilan MotoGP 2022, GP Catalunya, akhir pekan ini (3-5/6/2022).

Kini, La Bestia berada di peringkat ketiga klasemen dan terpaut 28 poin dari sang pemuncak yang juga juara dunia bertahan, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP).

Kontrak Bastianini dengan Gresini hanya berdurasi setahun alias selesai pada akhir musim 2022 ini. Hingga kini, belum ada tanda-tanda apakah skuad asal Italia tersebut akan memperpanjang kontraknya.

Di sisi lain, sudah lama tim pabrikan Ducati Lenovo memasukkan nama Bastianini dan Jorge Martin (Pramac Racing), yang juga mengandalkan motor Ducati, sebagai calon pendamping Francesco Bagnaia untuk musim depan.

Baca Juga:

Uniknya, Bagnaia dalam beberapa kesempatan menyebut lebih memilih tetap bersama Jack Miller dibanding jika diduetkan dengan Bastianini.

Di sisi lain, Pramac Racing juga belum memutuskan komposisi pembalap mereka untuk MotoGP 2023. Selain Martin, musim ini Pramac diperkuat pembalap senior asal Prancis Johann Zarco.

Dalam jumpa pers menjelang MotoGP Catalunya, Kamis (2/6/2022) petang waktu setempat, Enea Bastianini mengaku optimistis terkait masa depannya di MotoGP.

“Untuk saat ini, saya belum menandatangani kontrak dengan tim pabrikan Ducati. Namun saya tahu masa depan saya ada di sana. Dalam arti, saya ingin tetap (mengendarai) Ducati meskipun belum tahu di tim mana,” tutur juara dunia Moto2 2020 tersebut.

“Kami terus bekerja keras karena penting bagi saya untuk memiliki paket bagus agar mampu bersaing untuk gelar. Tahun ini saya memiliki motor bagus dan tahu harus mampu cepat di semua kondisi agar bisa menembus tim pabrikan atau satelit Ducati.”

Problem Enea Bastianini saat ini adalah konsistensi. Sampai putaran kedelapan, ia sudah dua kali tidak mampu finis dengan yang terakhir terjadi di Mugello, Italia, Minggu (29/5/2022) pekan lalu. Padahal, ia berhasil menguasai balapan sebelumnya, GP Prancis.

“Saya harus mampu lebih konsisten. Saya juga harus fokus untuk masa depan tetapi di saat bersamaan juga harus tetap bisa menikmati lomba,” katanya.

Enea Bastianini, Gresini Racing

Enea Bastianini, Gresini Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Di Le Mans dan Mugello, saya tiga kali crash karena agak kehilangan feeling pada bagian depan motor, khususnya saat masuk tikungan. Kami harus tahu penyebabnya karena sangat sulit memperlambat motor dengan pengereman keras.

“Ubahan set-up saya rasa bisa mengatasi problem ini. Soal strategi, saya tidak biasa menerapkannya di trek karena tahu para pembalap lain juga sangat cepat. Tidak mudah untuk terus menempel mereka di depan.”

Disinggung soal GP Catalunya, Enea Bastianini menegaskan akan berusaha kompetitif sejak sesi-sesi latihan bebas. La Bestia berambisi membayar kegagalan merebut poin di Mugello dengan tampil impresi di Catalunya.

Torehan Bastianini di Sirkuit Catalunya juga tidak terlalu buruk. Ia pernah menang pada 2018 saat turun di Moto3. Tahun lalu, Bastianini mampu finis P10 setelah start dari baris keenam tepatnya grid ke-17.

“Catalunya trek yang bagus menurut saya, cepat namun sangat teknis. Trek ini berbeda dengan Mugello. Grip tidak terlalu besar di Catalunya dan ini harus menjadi perhatian saya,” tutur Enea Bastianini.

“Saya berharap GP21 mampu membuat perbedaan karena hasil kualifikasi juga akan berpengaruh besar untuk balapan.”

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Podcast MotoGP Catalunya: Rider Tuan Rumah Agak Berat, Pembalap Konsisten Mulai Terlihat
Artikel berikutnya Operasi Keempat Marc Marquez Berjalan Sukses

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia