Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Aleix Espargaro: Aprilia Tak Pernah Punya Motor Terbaik

Beberapa race terakhir tidak berujung bagus bagi Aleix Espargaro hingga kans juara MotoGP sirna. Meski banyak kesuksesan telah dirayakan bersama Aprilia, ia sadar tak pernah punya motor terbaik di grid.

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Dalam Grand Prix Aragon, September lalu, pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro finis ketiga di belakang Enea Bastianini (Gresini Racing-Ducati) dan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team).

Kemudian MotoGP beralih menuju luar Eropa dengan balapan di Jepang, Thailand, Australia dan Malaysia. Keempatnya tidak berjalan baik untuk Espargaro dan pabrikan Noale.

Jangankan podium, Spaniard bahkan tidak pernah mampu menembus delapan besar. Pencapaian terbaik Espargaro adalah posisi kesembilan pada balapan GP Australia di Sirkuit Phillip Island.  

Baca Juga:

Di Motegi (GP Jepang), ia harus memulai dari pit lane dengan motor cadangan karena RS-GP pertamanya bermasalah. Di Buriram (GP Thailand), ia finis P11 di bawah hujan dan ke-10 di Sepang (Malaysia).

Mengapa Aprilia tiba-tiba terjebak lagi di barisan tengah? Rekan setim Espargaro, Maverick Vinales, yang meraih tiga podium di Assen (Belanda), Silverstone (Inggris) dan Misano (San Marino) juga tidak dapat hasil yang bagus belakangan.

“Ini lucu. Tiga atau empat bulan lalu semua orang mengatakan bahwa Aprilia adalah motor hebat baru. Saya tahu motor saya dan ini mesin yang bagus. Kami telah banyak meningkatkannya,” ujar Espargaro dikutip dari Speedweek.

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Tetapi itu bukan pada level motor terbaik di grid. Dan itu tidak pernah terjadi. Yang lain hanya membuat banyak kesalahan pada awal musim,” rider 32 tahun menambahkan.

Espargaro, yang akan bertarung dengan Bastianini untuk posisi ketiga klasemen dalam race terakhir di Valencia, tahu salah satu masalah terbesar Aprilia di fase akhir musim.

“Hasil yang diraih Ducati, meski saya benci mengatakannya, adalah kegilaan. Tidak masalah siapa yang mengendarai motor itu, semuanya bisa finis di posisi enam besar. Bagi kami itu membuat frustrasi,” kata Espargaro.  

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Ducati Tegaskan Masa Depan Fabio Di Giannantonio
Artikel berikutnya Kisah di Balik Nomor Pembalap di MotoGP

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia