Aleix Espargaro Kejar Podium Pertama Aprilia di MotoGP dalam Dua Dekade

Aleix Espargararo dan Aprilia menjadi salah satu yang meraih hasil positif dari tiga lomba Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 yang sudah digelar.

Aleix Espargaro Kejar Podium Pertama Aprilia di MotoGP dalam Dua Dekade

Awal MotoGP musim ini menjadi yang terbaik bagi Aleix Espargaro sepanjang lima musim memerkuat tim pabrikan Aprilia Racing Team Gresini. Espargaro mengemas 25 poin hasil finis P7 di Qatar, P10 di Doha, dan P6 di Portugal.

Hasil tersebut membuatnya berada di peringkat keenam klasemen MotoGP 2021. Inilah untuk kali pertama sejak 2017, Espargaro mampu selalu merebut poin dalam tiga balapan pertama bersama Aprilia.

Tuaian Espargaro ini sebetulnya sudah bisa diprediksi bila mengingat hasil tes privat di Jerez, Spanyol, pada Februari lalu – ia lebih cepat dari penguji Honda, Stefan Bradl – serta tes di Losail, Qatar, Maret lalu.

Sukses Aprilia sejauh ini pada awal musim juga tidak lepas dari tangan dingin Direktur Balap Massimo Rivola yang baru tiga tahun menjabat posisi tersebut.

Setahun lalu, Aprilia membawa mesin RS-GP 1.000 cc V4 baru ke ajang balap. Beda mesin baru ini adalah sudut kemiringannya (V) mencapai 90° setelah 72°.

Tetapi, ada masalah dengan stabilitas RS-GP bermesin V90°. Espargaro kerap terjatuh dan hanya tiga kali finis 10 besar dari 14 lomba. Alhasil, ia mendarat di P17 klasemen akhir.

Kini, melihat hasil dan performa tiga balapan awal, Espargaro berani memasang target memberikan finis podium kelas tertinggi untuk kali pertama bagi pabrikan asal Noale, Italia, tersebut di  abad 21.

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Tahun ini saya ingin naik podium,” ucap pembalap asal Spanyol, 31 tahun, yang baru dua kali naik podium dalam 266 turun di Kejuaraan Dunia Balap Motor berbagai kelas.

“Kami yakin akan sukses musim ini. Kini, kami tidak perlu menunggu sampai tahun depan untuk merebut podium,” kata Espargaro, yang naik podium ketiga Moto2 Catalunya 2011 (bersama Pons Kalex) dan kedua di MotoGP Aragon 2014 (Forward Yamaha).  

Aprilia kali pertama turun di MotoGP pada 2002 dengan mengandalkan RS Cube bermesin 990 cc tiga-silinder segaris yang dikembangkan oleh Cosworth. Mereka hanya bertahan tiga tahun (sampai 2004) karena bangkrut. Aprilia lalu diakuisisi Piaggio & Co. SpA.

Pada 2015, Aprilia kembali ke MotoGP dengan mesin RSV4 yang dikembangkan dari mesin mereka di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) di bawah pengawasan Gigi Dall'Igna. Mesin tersebut mampu memenangi tiga gelar juara dunia WSBK.

Tetapi, di era MotoGP bermesin 4-tak, hingga saat ini Aprilia tidak pernah finis lebih tinggi daripada posisi keenam.

Aprilia kali terakhir naik podium kelas utama Kejuaraan Dunia Balap Motor pada 2000, saat Jeremy McWilliams finis di P3 kelas 500 cc di Donington Park, GP Inggris. Total, dengan RSW-2, ia merebut dua podium ketiga musim itu (sebelumnya P3 GP Italia).

Baca Juga:

Aprilia sendiri kali pertama turun di kelas 500 cc pada 1994 mengandalkan mesin 410 cc dua silinder. Saat itu, mereka harus menghadapi motor-motor Jepang yang rata-rata sudah empat silinder. Pada akhir 1996, Aprilia meningkatkan kapasitas mesinnya menjadi 430 cc.

Mesin 460 cc bar dipakai Aprilia pada 1997. Pada 1998, Aprilia istirahat setahun untuk kemudian kembali dengan RSW-2 500 pada 1999 lewat Tetsuya Harada.

Bersama McWilliams, Harada menjadi pembalap tersukses Aprilia di kelas utama dengan merebut P3 di Prancis dan Inggris pada 1999. Total, lima podium ketiga berhasil direbut Aprilia sepanjang turun di kelas 500 cc setelah satu lainnya direbut Doriano Romboni di GP Belanda 1997.  

Kini, Aleix Espargaro sangat percaya diri mampu merebut podium pertama bagi Aprilia di kelas utama dalam 21 tahun. Lomba MotoGP berikutnya, GP Spanyol, di Jerez pada 30 April sampai 2 Mei menjadi target.

“Tahun ini, kami mulai lebih dekat dengan para pembalap atas, dibanding tahun lalu. Saya merasa lebih nyaman di atas motor 2021 dan itu meningkatkan kepercayaan diri saya,” ujar Aleix Espargaro.

“Kami memang masih harus membenahi beberapa area. Jadi, jika bisa memilih racing line berbeda nanti, saya mungkin mampu berada di depan saat lomba-lomba nanti.”

dibagikan
komentar
Lorenzo Beri Tiga Solusi agar MotoGP Lebih Aman

Artikel sebelumnya

Lorenzo Beri Tiga Solusi agar MotoGP Lebih Aman

Artikel berikutnya

Quartararo: Tidak Ada Favorit Juara

Quartararo: Tidak Ada Favorit Juara
Muat komentar