MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
65 hari
Selengkapnya:

Espargaro lebih percaya diri bersama Aprilia

Aleix Espargaro mengungkapkan Aprilia membuat ia lebih percaya diri ketimbang Suzuki. Pembalap Spanyol itu bahkan memuji performa stabil RS-GP.

Espargaro lebih percaya diri bersama Aprilia
Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini
Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini
Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini
Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini, Sam Lowes, Aprilia Racing Team Gresini
Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini
Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini
Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team Gresini

Setelah menempati posisi ke-13 di tes pramusim Sepang, Espargaro berada di posisi ke-10 saat tes Phillip Island. Ia terpaut 0,812 detik dari pembalap tercepat Maverick Vinales (Yamaha).

Pembalap berusia 27 tahun itu merasa lebih percaya diri saat mengendarai Aprilia. RS-GP dianggap memiliki stabilitas jika dibandingkan dengan Suzuki GSX-RR, yang dikendarainya pada 2015 dan 2016.

Ditanya apa aspek terbaik dari RS-GP, Espargaro menjawab: “Bagi saya, bagia depan motor. Itu mengingatkan saya tentang Suzuki. Saya bisa melaju dengan mengerem. Saya bisa mengerem keras dan motor sangat stabil.

“Tahun lalu, itu adalah kelemahan saya, karena mustahil untuk percaya diri dengan bagian depan. Saya mengalami kecelakaan dan kecelakaan. Tapi dengan Aprilia, saya bisa lebih cepat dan masih tidak menemukan limit ketika akan mengerem.

“Bagi saya, karakter motor ini tidak begitu mudah seperti Suzuki, dan tampak sedikit berat dalam perubahan arah, tapi sangat stabil.

“Jadi, sedikit lebih (menuntut) fisik. Saya perlu untuk menggunakan tubuh saat mengendarai motor, tapi stabilitas adalah sesuatu yang sangat positif.”

Kendati puas dengan performa RS-GP, Espargaro menilai Aprilia tetap perlu meningkatkan dalam hal pemakaian ban lama ketika tes di Phillip Island.

“Sebenarnya bagi saya, itu adalah hal paling penting. Tahun lalu motor sangat tidak konsisten, terutama pada lap-lap terakhir,” tuturnya.

“Saya menemukan di Jerez dan Malaysia, bahwa setelah 10 lap, motor ini mulai sedikit melintir. Tapi di sini, saya terkejut karena kami telah meningkat.

“Walau saya tidak mampu mencetak satu lap sangat kencang, tapi saya bisa cukup cepat pada long run (simulasi balap). Sebagai contoh, (pada Jumat) pagi, saya menempuh enam atau tujuh lap dengan 1 menit 29 detik sekian. Itu hal hebat bersama Aprilia.”

Laporan tambahan oleh Oriol Puidgemont

dibagikan
komentar
Assen kehilangan sosok 'Mister TT'

Artikel sebelumnya

Assen kehilangan sosok 'Mister TT'

Artikel berikutnya

Honda sulit beri dukungan kepada Crutchlow

Honda sulit beri dukungan kepada Crutchlow
Muat komentar