Pol Espargaro Tak Butuh Marquez untuk Buktikan Kecepatannya

Pembalap Repsol Honda, Pol Espargaro, mengaku tidak membutuhkan Marc Marquez untuk membuktikan seberapa cepat atau lambat dirinya di atas RC213V.

Pol Espargaro Tak Butuh Marquez untuk Buktikan Kecepatannya

Marquez akhirnya kembali ke MotoGP di Grand Prix Portugal setelah sembilan bulan absen, akibat cedera patah tulang lengan kanan atas. Baru pertama kali menunggangi RC213V setelah 265 hari tak menggeber motor, Ant of Cervera tidak kesulitan melaju kencang.

Delapan kali juara dunia itu berhasil start keenam dalam kualifikasi dan finis ketujuh saat perlombaan. Itu jadi hasil terbaik Honda pada 2021, setelah finis kedelapan yang didapatkan Espargaro di seri pembuka GP Qatar.

Kembalinya Marquez turut menjadi angin segar bagi Honda setelah melewati musim sulit sepanjang tahun lalu. Adiknya, Alex Marquez, mengatakan peraih enam gelar MotoGP itu telah menunjukkan kepada pembalap Honda lainnya bagaimana cara mengendarai RC213V.

Pol Espargaro juga mengatakan kembalinya Marquez penting bagi tim untuk memiliki arah pengembangan yang tepat. Namun, ia tidak merasa hasil musim ini bergantung pada seberapa baik #93 melakukannya dengan motor yang sama.

“Saya pikir ketika ada satu orang yang tampil cepat di dalam satu tim, itu akan memberi tekanan kepada yang lainnya,” kata Polyccio ketika ditanya apakah kehadiran Marquez memberi tekanan pada dirinya.

“Tetapi, tekanan saya tidak berubah hanya karena Marc melakukannya lebih baik atau mendapat hasil buruk. Maksud saya, hanya saya satu-satunya yang dapat memberikan tekanan kepada diri sendiri.

“Saya menekan diri sendiri di setiap sesi dan saya tahu kapan bisa melaju cepat dan kapan harus lambat. Saya tidak membutuhkan Marc di sisi saya hanya untuk mengatakan atau melihat apa yang saya lakukan benar atau salah.

“Saya tahu kapan saya tidak tampil cepat dan saya tahu kapan saya bisa melakukannya dengan lebih baik. Pasti akan ada momen ketika mungkin Marc akan menghancurkan saya. Saya memberikan segalanya dan saya tahu ketika tidak bisa melakukannya. Saya tetap senang.

“Semoga saya bisa lebih dekat dengan Marc. Saya merasa bisa melakukan yang lebih baik dan saya akan sangat marah. Jadi, tekanan yang ada pada diri saya tak berubah dengan hasil yang didapatkan Marc.”

Baca Juga:

Espargaro merasa kesulitan yang dialaminya sejauh ini karena tes dan dua balapan di Qatar, lalu menuju ke Portimao. Ia merasa tidak bisa mempersiapkan motor dengan baik karena sudah terbiasa dengan Sirkuit Losail.

Beralih ke Jerez, Espargaro berharap lintasan ini bisa menjadi awal yang bagus bagi dirinya untuk bisa tampil lebih baik di trek yang sudah dikenalnya.

“Memang benar di tes pramusim segalanya sangat bagus. Saya merasa semuanya sempurna di tes pramusim, bukan karena motor, tapi treknya,” ujarnya.

“Kami menempuh banyak lap, daya cengkeram trek sangat bagus dan saya berhasil menempati posisi pertama. Tes kedua lebih baik karena kondisi trek lebih konsisten.

“Tapi saat balapan di Qatar, trek sangat kotor akibat serpihan kompon ban Dunlop, ditambah ada area yang dingin dan panas. Jadi, perubahan kondisi di trek membuat saya melakukan banyak kesalahan.

“Di Portimao, kondisi di FP1 sangat beragam, lalu di FP2 kami mulai melaju kencang. Kami tidak benar-benar memiliki trek yang kering untuk menyelesaikan sesi dan mengatur motor sesuai keinginan.

“Apa yang saya rindukan di tempat seperti Jerez adalah kondisinya yang sangat konsisten, cuacanya stabil dan saya sudah mengenal lokasinya dengan baik.

“Kami sudah melakoni tiga balapan, tapi hanya di dua trek, di mana sangat sulit bagi saya dan Honda. Jadi, saya menganggap balapan ini sebagai awal musim kami dan segalanya dimulai di sini dengan pikiran yang sangat positif.”

Pol Espargaro, Repsol Honda Team.

Pol Espargaro, Repsol Honda Team.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Marquez: Ketika Sudah Tidak Kompetitif, Saya Mundur

Artikel sebelumnya

Marquez: Ketika Sudah Tidak Kompetitif, Saya Mundur

Artikel berikutnya

Pembalap MotoGP Sikapi Racun dari Media Sosial

Pembalap MotoGP Sikapi Racun dari Media Sosial
Muat komentar