Evolusi Alami Aprilia RS-GP 2021

Aprilia Racing Team Gresini memperkenalkan RS-GP dengan mesin dan bodi yang benar-benar baru untuk Kejuaraan Dunia MotoGP 2021.

Evolusi Alami Aprilia RS-GP 2021

Pabrikan asal Noale, Italia, tersebut memperkenalkan motor terbaru untuk MotoGP 2021 pada Kamis (4/3/2021) atau hanya beberapa jam menjelang tes resmi di Sirkuit Losail, Qatar. Tes musim dingin dimulai dengan setup motor pada Rabu (3/3/2021) dan Kamis.

Jumat (5/3/2021) akan menjadi sesi untuk para pembalap debutan (rookie) dan penguji. Semua pembalap bisa menguji motor pada Sabtu-Minggu (6-7/3/2021) yang dilanjutkan pekan depan pada 11-12 Maret.

Dalam suasana berduka menyusul wafatnya Fausto Gresini, pemilik Tim Gresini Racing yang menjadi bagian dari skuad pabrikan ini sejak 2015, kedua pembalap, Aleix Espargaro dan Lorenzo Savadori membuka kain penutup Aprilia RS-GP 2021.

Motor dengan mesin V4 baru ini merepresentasikan evolusi alami dari proyek yang dimulai sejak 2020. Fase pengembangan dasar motor ini dimulai saat pandemi Covid-19 mulai merebak.

Namun sepanjang musim dingin lalu, para teknisi di divisi balap Aprilia memiliki waktu cukup untuk bekerja keras dengan fokus utama mempertahankan beberapa aera atau komponen yang musim lalu sudah menunjukkan performa bagus.

Para teknisi di Noale tersebut juga menyelipkan beberapa komponen atau perubahan penting. Beberapa di antaranya cukup jelas. Sebut saja aerodinamika yang didesain ulang dan lebih efisien, hingga lengan ayun (swingarm) berbahan karbon.

Inovasi lain Aprilia untuk RS-GP 2021 ini memang tersembunyi di balik bodi motor dan baru akan terlihat saat tes nanti.

Aleix Espargaro (kiri) dan Lorenzo Savadori, memamerkan Aprilia RS-GP 2021 yang akan menjadi andalan Aprilia Racing Team Gresini di MotoGP 2021 mulai akhir bukan ini.

Aleix Espargaro (kiri) dan Lorenzo Savadori, memamerkan Aprilia RS-GP 2021 yang akan menjadi andalan Aprilia Racing Team Gresini di MotoGP 2021 mulai akhir bukan ini.

Foto oleh: Aprilia Racing

Direktur Teknis Aprilia Racing Romano Albesiano mengungkapkan, pihaknya sudah mengambil arah pengembangan yang jelas dan terencana. Kini tinggal melihat bagaimana hasilnya dibanding para rival nanti.

“Teknisi kami telah melakukan evolusi lebih lanjut dari proyek dengan potensi besar. Kami melakukan perubahan di setiap aspek. Selain aerodinamika dan swingarm baru, kami juga melakukan ubahan pada struktur dan desain sasis, mesin, dan elektronik,” ucap Albesiano.

“Paket yang akan kami bawa ke lintasan di tahap awal musim ini. Kemudian kami akan mengembangkannya lebih jauh lagi berdasarkan program kerja yang secara substansial sudah ditetapkan.”

Massimo Rivola selaku CEO Aprilia Racing menegaskan pihaknya tidak ingin melihat tim-tim lain. Aprilia ingin lebih dulu membangun dan mempertahankan tren positif yang sudah mereka capai.

“Aleix akan memegang penting dalam memimpin tim melanjutkan pengembangan RS-GP. Konsistensi dan kerja keras akan membuatnya mendapatkan hasil sepadan. Lorenzo masih butuh belajar banyak untuk berkembang,” tutur Rivola.

“Tim ini solid, ambisius, namun realistis. Semua tahu bahwa satu-satunya cara untuk terus berkembang adalah tetap berada di MotoGP.”

Baca Juga:

Dari 14 lomba MotoGP 2020 lalu, hasil terbaik Aprilia RS-GP geberan Aleix Espargaro hanyalah tiga kali finis 10 besar. Ia lima kali tidak mampu finis (karena kecelakaan maupun teknis) sehingga hanya finis di P17 klasemen akhir dengan 42 poin.

“MotoGP 2021 akan menjadi musim kelima saya bersama Aprilia, tim yang sudah menjadi keluarga kedua. Saya sudah tidak sabar untuk kembali bekerja dengan mereka,” kata kakak pembalap Tim Repsol Honda, Pol Espargaro, tersebut.

“Para teknisi sudah bekerja keras sepanjang musim dingin tetapi jalan kami masih jauh. MotoGP adalah ajang balap yang menuntut segalanya prima. Fisik dan mentalitas harus selalu di posisi teratas. Namun, saya sudah lebih siap dibanding sebelumnya.”

Posisi pembalap kedua Aprilia musim lalu diisi Bradley Smith (1-11) dan Lorenzo Savadori (12-14). Dari 11 kali turun, Smith hanya lima kali mampu merebut poin. Itu pun hanya finis antara P12 sampai P15, batas akhir peraih poin.

Sementara, Savadori tidak mampu merebut poin setelah dua kali retired dan sekali finis P18.   

“Saya berterima kasih kepada Aprilia yang sudah memberikan kesempatan berharga ini. Saya memang masih perlu belajar banyak. Balap seperti MotoGP yang butuh tuntutan tinggi ini baru bagi saya,” ucap Lorenzo Savadori.

“Rangkaian tes dan lomba musim lalu tak hanya menjadi kesempatan saya untuk membangun kepercayaan diri dengan motor dan ban namun menjadi awalan bagi saya melakukan pengembangan dengan cakupan area yang sangat luas.” 

 

   

 

   

 

 

dibagikan
komentar
M1 Morbidelli Tidak Seluruhnya Versi 2019

Artikel sebelumnya

M1 Morbidelli Tidak Seluruhnya Versi 2019

Artikel berikutnya

Pol Espargaro Miliki Semua Syarat untuk Juara Dunia

Pol Espargaro Miliki Semua Syarat untuk Juara Dunia
Muat komentar