Topik

MotoGP 2017

Evolusi motor Honda 500cc/MotoGP

dibagikan
komentar
Evolusi motor Honda 500cc/MotoGP
Oleh: Derry Munikartono , Journalist
17 Des 2017 10.48

Dengan kesuksesan Marc Marquez pada 2017, Honda mematahkan rekor MV Agusta sebagai pabrikan yang paling sering mengantarkan para pembalapnya meraih gelar juara dunia di kelas premier.

The Honda RC181 and the Honda RC213V
The Honda RC181 and the Honda RC213V

Foto oleh: Honda Racing

Memulai debut di kelas premier Grand Prix pada 1966, Honda menurunkan RC181, motor 4-tak dengan kofigurasi mesin 500cc empat silinder.

Kala itu, mereka memberikan tawaran menggiurkan kepada Mike Hailwood, yang mendominasi kelas premier empat tahun terakhir bersama MV Agusta.

Selama dua musim, kombinasi Hailwood-RC181 memenangi 10 dari 18 balapan dalam periode 1966-1967. Namun, Honda memutuskan tidak melanjutkan proyek mereka setelah FIM membatasi jumlah silinder maksimal yang dipakai menjadi empat, di mana memberikan keuntungan bagi pabrikan yang mengembangkan mesin 2-tak.

Satu dekade berselang, tepatnya pada 1979, Honda kembali turun di kelas premier menggunakan NR500, motor 4-tak berkapatistas 500cc dengan konfigurasi V8 dan 32 katup yang sangat revolusioner.

Akan tetapi, masalah reabilitas motor membuat mereka tidak dapat bersaing dengan pabrikan rival yang rata-rata menggunakan mesin 2-tak konvensional. Hasil terbaik yang dapat diraih NR500 adalah finis ke-13 oleh Takazumi Katayama di Austria pada 1981.

Honda pun menyerah dengan proyek NR500, dan membuat motor 2-tak pertama mereka, NS500, yang memulai debutnya pada 1982.

Freddie Spencer menggunakan motor tersebut saat menjadi juara dunia di musim 1983, merupakan gelar pertama bagi Honda. Ron Haslam juga merajai GP Makau di tahun yang sama dengan motor tersebut.

Meski bisa dibilang sukses, NS500 hanya bertahan selama dua musim. Honda menggantikan motor tersebut dengan NSR500, motor 2-tak dengan konfiguasi V4 SOHC (Single Overhead Camshaft System), diklaim lebih ringan dari versi sebelumnya.

Tidak butuh waktu lama, NSR500 meraih gelar pertamanya bersama Spencer pada 1985. Tujuh tahun berselang, Honda memperkenalkan mesin "Big Bang" yang membuat Mick Doohan mendominasi paruh awal 1992. Sayang, cedera parah memupus peluangnya meraih gelar juara.

Mesin tersebut terbukti menjadi faktor penting dalam dominasi NSR500 pada dekade 90-an, Doohan memenangi lima gelar beruntun pada 1994-1998, disusul oleh Alex Criville musim 1999. Dan keperkasaan motor tersebut ditutup Valentino Rossi yang memenangi gelar terakhir 500cc pada 2001.

Total selama 19 musim menjadi andalan Honda, NSR500 memenangi lebih dari 100 balapan, dan menggondol 10 gelar juara dunia dalam kurun 1984-2002.

Era MotoGP - dimulai pada 2002 - membuat Honda bergegas mendesain RC211V, motor 4-tak dengan kapasitas mesin 990cc. Mereka pun langsung unjuk gigi dengan mendominasi dua tahun pertama bersama Rossi.

Setelah memenangi gelar 2006 bersama Nicky Hayden, RC211V digantikan oleh RC212V, motor 4-tak bermesin 800cc untuk menyesuaikan regulasi baru MotoGP pada 2007.

Namun, RC212V tidak dapat meneruskan dominasi para pendahulunya. Dengan hanya memenangi satu titel bersama Casey Stoner, dan memenangi 24 balapan sepanjang 2007-2011.

Pada 2012, RC213V diperkenalkan sebagai penerus RC212V. Dengan mesin 1000cc, Honda memenangi gelar di tahun selanjutnya bersama pembalap debutan mereka, Marc Marquez.

Sampai saat ini, RC213V telah memenangi empat gelar juara dunia, semuanya diraih Marquez. Ini membuat Honda total telah memenangi 19 gelar, dan mematahkan rekor sebelumnya - 18 gelar - milik MV Agusta yang telah bertahan selama 43 tahun.

Slider
List

Sammy Miller, 1966 Honda RC181

Sammy Miller, 1966 Honda RC181
1/31

Foto oleh: Dave Dyer

Kengo Kiyama, 1981 Honda NR500

Kengo Kiyama, 1981 Honda NR500
2/31

Freddie Spencer, 1983 Honda NS500

Freddie Spencer, 1983 Honda NS500
3/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Freddie Spencer, 1985 Honda NSR500

Freddie Spencer, 1985 Honda NSR500
4/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Wayne Gardner, 1987 Honda NSR500

Wayne Gardner, 1987 Honda NSR500
5/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Eddie Lawson, 1989 Honda NSR500

Eddie Lawson, 1989 Honda NSR500
6/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Mick Doohan, 1992 Honda NSR500

Mick Doohan, 1992 Honda NSR500
7/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Mick Doohan,1994 Honda NSR500

Mick Doohan,1994 Honda NSR500
8/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Mick Doohan, 1995 Honda NSR500

Mick Doohan, 1995 Honda NSR500
9/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Mick Doohan, 1996 Honda NSR500

Mick Doohan, 1996 Honda NSR500
10/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Repsol Honda Team, 1997 Honda NSR500

Repsol Honda Team, 1997 Honda NSR500
11/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Mick Doohan, 1998 Honda NSR500

Mick Doohan, 1998 Honda NSR500
12/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Alex Criville, 1999 Honda NSR500

Alex Criville, 1999 Honda NSR500
13/31

Foto oleh: Repsol Media

Valentino Rossi, 2000 Honda NSR500

Valentino Rossi, 2000 Honda NSR500
14/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Valentino Rossi, 2001 Honda NSR500

Valentino Rossi, 2001 Honda NSR500
15/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Valentino Rossi, 2002 Honda RC211V

Valentino Rossi, 2002 Honda RC211V
16/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Nicky Hayden, 2003 Honda RCV211

Nicky Hayden, 2003 Honda RCV211
17/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Nicky Hayden, 2004 Honda RC211V

Nicky Hayden, 2004 Honda RC211V
18/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Nicky Hayden, 2005 Honda RC211V

Nicky Hayden, 2005 Honda RC211V
19/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marco Melandri, 2006 Honda RC211V

Marco Melandri, 2006 Honda RC211V
20/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Nicky Hayden, 2007 Honda RC212V

Nicky Hayden, 2007 Honda RC212V
21/31

Foto oleh: Hazrin Yeob Men Shah

Shinya Nakano, 2008 Honda RC212V

Shinya Nakano, 2008 Honda RC212V
22/31

Foto oleh: Hazrin Yeob Men Shah

Andrea Dovizioso, 2009 Honda RC212V

Andrea Dovizioso, 2009 Honda RC212V
23/31

Foto oleh: Red Bull GmbH and GEPA pictures GmbH

Marco Simoncelli, 2010 Honda RC212V

Marco Simoncelli, 2010 Honda RC212V
24/31

Casey Stoner, 2011 Honda RC212V

Casey Stoner, 2011 Honda RC212V
25/31

Foto oleh: Repsol Media

Alvaro Bautista, 2012 Honda RC213V

Alvaro Bautista, 2012 Honda RC213V
26/31

Marc Marquez, 2013 Honda RC213V

Marc Marquez, 2013 Honda RC213V
27/31

Foto oleh: Bridgestone Corporation

Marc Marquez, 2014 Honda RC213V

Marc Marquez, 2014 Honda RC213V
28/31

Foto oleh: Red Bull GmbH and GEPA pictures GmbH

Dani Pedrosa, 2015 Honda RC213V

Dani Pedrosa, 2015 Honda RC213V
29/31

Foto oleh: Repsol Media

Marc Marquez, 2016 Honda RC213V

Marc Marquez, 2016 Honda RC213V
30/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Marc Marquez, 2017 Honda RC213V

Marc Marquez, 2017 Honda RC213V
31/31

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

Artikel MotoGP berikutnya
Tech 3 akui tak nyaman kalahkan Yamaha

Artikel sebelumnya

Tech 3 akui tak nyaman kalahkan Yamaha

Next article

Lorenzo pekerjakan Debon sebagai pelatih pembalap

Lorenzo pekerjakan Debon sebagai pelatih pembalap
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Tim Repsol Honda Team
Penulis Derry Munikartono
Tipe artikel Special feature