Fabio Di Giannantonio Didiagnosis Alami Gastroenteritis

Terungkap sudah penyakit yang menyebabkan Fabio Di Giannantonio harus absen dalam dua hari terakhir Shakedown Test MotoGP 2022 di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Fabio Di Giannantonio Didiagnosis Alami Gastroenteritis

Kendati dapat menuntaskan sesi uji coba hari pertama dengan baik, melahap 38 lap dan mencetak catatan waktu terbaik 2 menit 02,596 detik - rider yang akrab disapa Diggia itu kemudian harus melewatkan hari kedua serta ketiga.

Gresini Racing mengumumkan, bahwa sang pembalap sakit perut. Alhasil, tidak bisa berpartisipasi. Alih-alih dapat kembali mengendarai Ducati Desmosedici GP21, Di Giannantonio terpaksa absen lagi pada Rabu (2/2/2022).

Pembalap asal Italia tersebut lalu menyambangi Clinica Mobile untuk pemeriksaan. Mengingat tengah diberlakukan protokol kesehatan, Di Giannantonio menjalani tes PCR dan rapid lebih dulu. Hasilnya negatif.

Setelah itu, dia diperiksa oleh dokter Michele Zasa, yang juga menjabat Manajer Clinica Mobile. Diagnosis menunjukkan rookie MotoGP ini menderita gastroenteritis, atau lebih dikenal flu perut.

Fabio Di Giannantonio, Gresini Racing

Fabio Di Giannantonio, Gresini Racing

Foto oleh: MotoGP

“Fabio menderita gastroenteritis, dengan gejala yang muncul pada akhir hari pertama tes,” kata dokter Zasa mengutip laman resmi Gresini Racing.

“Ini adalah sesuatu yang cukup umum ketika kita bepergian ke Asia Tenggara, tetapi masih menyebabkan dehidrasi tinggi yang tidak memungkinkannya untuk berkendara dengan aman.

“Sebagai tindakan pencegahan, dia beristirahat selama dua hari dan mudah-mudahan dia akan kembali ke kondisi fisik 100 persen untuk dua hari tes mendatang. Dia sudah pulih, tapi penting untuk memantau situasinya dalam beberapa jam ke depan.”

Baca Juga:

Mengutip laman halodoc.com, gastroenteritis adalah infeksi yang terjadi pada usus atau perut serta disebabkan oleh beberapa jenis virus. Infeksi ini menyebabkan terjadinya mual, muntah, diare, kram perut, dan terkadang demam.

Gastroenteritis menyebar melalui kontak jarak dekat dengan orang yang sudah terinfeksi atau karena mengonsumsi makanan dan/atau minuman yang terkontaminasi.

Infeksi ini mudah sekali menyebar di fasilitas umum yang tertutup, seperti di dalam ruang kelas, tempat perawatan anak, dan ruang perawatan umum.

Pada orang dengan kondisi tubuh sehat, gastroenteritis tidak berakibat fatal. Namun pada bayi, orang tua, dan orang yang bermasalah dengan sistem kekebalan tubuhnya dapat berakibat fatal.

“Saya jelas sangat menyesal. Saya bersiap sebaik mungkin untuk memulai tiga hari ini dan libur musim dengan langkah yang benar,” tutur Di Giannantonio.

“Karena hal 'konyol’, sayangnya saya harus tetap di tempat tidur. Kemarin saya benar-benar tersingkir, sementara hari ini saya sedikit lebih baik.

“Saya ingin berharap bahwa dengan beberapa hari libur lagi saya akan siap untuk kembali ke trek mulai Sabtu.”

dibagikan
komentar

Lolos Tes Covid-19, Jack Miller Injakkan Kaki di Sepang

MGPA dan IMI Kerja Sama Siapkan Marshal MotoGP Indonesia