Fabio Quartararo Hadapi Skenario Kompleks

Fabio Quartararo akan datang ke Sirkuit Misano dengan unggul 53 poin atas Francesco Bagnaia. Namun, sang rival akan turun dalam bentuk performa terbaik.

Fabio Quartararo Hadapi Skenario Kompleks

Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) akan menghadapi Gran Premio Octo di San Marino e della Riviera di Rimini dengan posisi cukup nyaman. Bila gagal menuai poin dalam dua balapan ke depan, ia masih bisa bertengger di puncak klasemen MotoGP 2021.

Namun, mengacu dari balapan terakhir dan tiga balapan ke depan, pembalap asal Prancis tersebut bisa dihadapkan pada situasi kompleks. Salah satu penyebabnya adalah makin berkembangnya para pesaing El Diablo, khususnya Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo).

Kemenangan pertama dalam karier MotoGP yang direbut Bagnaia pada akhir pekan lalu di MotorLand Aragon, menjadi momentum penting musim ini bagi Pecco, sapaan Bagnaia.

Tambahan 25 poin membuat pembalap Italia itu naik ke posisi kedua dan sangat siap menghadapi lomba kandang pertama dalam tiga seri ke depan. Setelah GP San Marino, MotoGP akan menjalani GP Amerika di Circuit of the Americas (COTAS) pada 3 Oktober.

Francesco Bagnaia, Ducati Team, dan Marc Marquez, Repsol Honda, saat berduel ketat di lomba MotoGP Aragon, Minggu (12/9/2021) lalu.

Francesco Bagnaia, Ducati Team, dan Marc Marquez, Repsol Honda, saat berduel ketat di lomba MotoGP Aragon, Minggu (12/9/2021) lalu.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Tiga pekan kemudian, Misano World Circuit Marco Simoncelli, Misano Adriatico akan kembali menggelar lomba MotoGP bertajuk GP Emilia Romagna.

Misano menjadi lomba kandang bagi Bagnaia karena tempatnya biasa berlatih, VR46 Ranch milik Valentino Rossi (Petronas Yamaha SRT), hanya berjarak 10 km dari sirkuit dengan panjang lintasan 4,226 km tersebut.

Cara Bagnaia merebut kemenangan pertamanya di MotoGP juga tidak main-main. Ia terlihat sangat tenang saat menghadapi tekanan dari juara dunia MotoGP enam kali (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019) Marc Marquez (Repsol Honda).   

Quartararo mungkin kini masih nyaman dengan gap 53 poin atas Bagnaia dan 57 poin atas juara dunia Joan Mir (Suzuki Ecstar) yang finis di podium ketiga pada MotoGP Aragon dan berada di P3 klasemen.

Bagi Quartararo, finis P8 di Aragon seharusnya bisa menjadi peringatan untuk menghindari hasil-hasil mengejutkan di lima balapan tersisa. Utamanya dua lomba di kandang Bagnaia.

Perkembangan para rival juga kian menambah kompleks strategi Quartararo yang berpeluang merebut gelar juara dunia pertamanya. Quartararo jelas dalam posisi terbaik.

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP MotoGP

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Mir memang belum pernah menang musim ini. Namun, dalam lima balapan terakhir, pria asal Spanyol tersebut mampu tiga kali naik podium. Total, ia sudah mengoleksi lima podium dari 13 balapan yang sudah digelar.

Marquez yang sepertinya mulai pulih, paling mungkin “mengacaukan” konstelasi perebutan gelar juara dunia MotoGP. Peluangnya untuk merebut gelar memang sudah tertutup.

Namun, bila mampu mempertahankan performa seperti di Aragon, juara dunia kelas 125cc 2010 dan Moto2 2012 tersebut sangat mungkin mengambil poin-poin penting yang seharusnya menjadi milik Quartararo, Bagnaia, dan Mir.    

Setelah cedera, apa yang ditunjukan Marquez di MotoGP Aragon lalu terbilang mencengangkan. Ia tidak terlihat terlalu ngotot untuk langsung ke depan. Marquez sabar di belakang Bagnaia, mempelajari gayanya sambil menunggu momen yang tepat.

Dua lap terakhir barulah dimanfaatkan Marquez untuk menyerang habis-habisan hingga tak kurang tujuh kali aksi overtaking terjadi di antara keduanya.

Baca Juga:

Honda sangat puas melihat performa Marquez di Aragon. Kini, mereka akan datang ke Misano dengan motivasi tinggi. Ditambah, Misano sirkuit yang bersahabat bagi Marquez. Total, ia mampu lima kali menang di semua kelas sejak 2008, tiga di antaranya di MotoGP (2015, 2017, 2019).

Sejumlah pembalap juga berpotensi mengacaukan strategi dan rencana Quartararo bila kehilangan poin penting lagi di Misano.

Duet Suzuki, Mir dan Alex Rins, para pemakai Ducati Desmosedici GP21 – Jack Miller (Ducati Lenovo) dan duet Pramac Racing, Jorge Martin dan Johann Zarco – adalah sederet nama yang masih berpotensi menang di Misano.  

Duet Tim Red Bull KTM Factory Racing, Miguel Oliveira dan Brad Binder, bisa menjadi faktor kejutan. Maklum, keduanya juga sudah mampu menang musim ini.

 

dibagikan
komentar
Ducati Samai Torehan Yamaha-KTM berkat Francesco Bagnaia

Artikel sebelumnya

Ducati Samai Torehan Yamaha-KTM berkat Francesco Bagnaia

Artikel berikutnya

Paling Banyak Crash di MotoGP, Marc Marquez Tak Bisa Kembali ke Gaya Lama

Paling Banyak Crash di MotoGP, Marc Marquez Tak Bisa Kembali ke Gaya Lama
Muat komentar