Ramon Forcada: Fabio Quartararo Persiapkan Mental agar Tidak Gagal

Kepala teknik Petronas SRT, Ramon Forcada, memandang bahwa mental untuk menang menjadi rahasia sukses Fabio Quartararo dalam MotoGP 2021.

Ramon Forcada: Fabio Quartararo Persiapkan Mental agar Tidak Gagal

Konsistensi pembalap, yang baru pindah dari Petronas SRT ke tim pabrikan Yamaha Factory Racing tersebut, tak perlu diragukan lagi. Musim ini, Quartararo memborong lima kemenangan dan lima podium.

Pembalap berjuluk El Diablo tersebut memuncaki klasemen dengan 278 poin. Ia merupakan satu-satunya rider yang selalu mencetak poin hingga pekan ke-16.

Hanya Quartararo yang menyelamatkan wajah Yamaha, setelah citranya tercoreng akibat kisruh dengan Maverick Vinales. Ia satu-satunya yang bisa menjinakkan YZR-M1.

Dalam perbincangan dengan Motorsport.com, Forcada menyampaikan evaluasi terkait performa Quartararo. Ia tak heran dengan kemajuan pembalap Prancis tersebut.

“Sangat baik, dia memiliki musim yang sangat cerdas, mengontrol dan menuntaskan semua balapan, sesuatu yang kami lihat pada 2020. Itu sangat penting,” ujarnya.

“Dia sudah menuntaskan apa yang mesti dilakukan, yang mana memenangi juara dunia.”

Baca Juga:

Forcada menemukan bahwa titik tolak kebangkitan signifikan Quartararo adalah mental. Pembalap yang berdebut di MotoGP pada 2019 tersebut sadar bahwa emosi meledak-ledak justru menghambat kariernya.

Rider 22 tahun itu pun mencari bantuan dari profesional. Perlahan tapi pasti, ia bisa mengontrol emosinya dan lebih tenang dalam momen-momen genting.

“Secara mental, dia sudah mempersiapkan dirinya tidak gagal. Pada akhirnya, itu merupakan problem pembalap lain,” ucapnya.

“Jika Anda lihat hasil bersih musim 2020 (tanpa crash atau gagal finis), banyak pembalap yang bisa meraih titel tahun itu, yang penting tidak gagal. Fabio memahaminya dan sudah mencari bantuan dari luar untuk mencapai misinya. Bagi saya, itu sempurna.”

Ramon Forcada, Franco Morbidelli, Petronas Yamaha SRT

Ramon Forcada, Franco Morbidelli, Petronas Yamaha SRT

Pengalaman sedikit dan pengetahuan terbatas soal motor justru jadi kekuatan. Ia berkiprah di MotoGP bersama Yamaha sejak awal dan tak pernah naik motor lain.

“Dia mengerti bagaimana Yamaha seharusnya mengendarai motor. Keuntungan yang dimiliki adalah dia belum pernah naik motor (MotoGP produksi pabrikan lain) sebelumnya. Karena datang dari Moto2, dia tak punya pengalaman buruk,” kata Forcada.

“Itu terjadi dengan Andrea Dovizioso, yang datang dari serangkaian hasil buruk dari motor lain. Fabio mengerti sangat baik bagaimana membuat Yamaha bekerja. Anda menambah semua faktor tersebut dan membuat Anda jadi juara.”

dibagikan
komentar
Marc Marquez Susun Strategi untuk Rebut Takhtanya Lagi
Artikel sebelumnya

Marc Marquez Susun Strategi untuk Rebut Takhtanya Lagi

Artikel berikutnya

Danilo Petrucci Merasa Tak Dihormati di MotoGP

Danilo Petrucci Merasa Tak Dihormati di MotoGP
Muat komentar