Faktor-faktor Ini Bikin KTM Kuat

Sejumlah faktor diyakini mampu membuat KTM lebih kuat di Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 setelah musim lalu mampu memenangi tiga lomba.

Faktor-faktor Ini Bikin KTM Kuat

KTM tampil impresif di MotoGP 2020 lalu. Pembalap skuad pabrikan Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder, mampu menang di GP Rep. Ceko. Adapun andalan tim satelit KTM yang kini di skuad abrikan, Miguel Oliveira, podium utama di GP Styria dan GP Portugal.

Selain tiga kemenangan itu, ada lima finis podium (semua ketiga) masing-masing di Styria, Emilia Romagna, Prancis, Europa, dan Valencia.

Manajer Program MotoGP KTM, Sebastian Risse mengungkapkan bila rangka (sasis), ban, pembalap, dan sejumlah faktor eksternal diyakini menjadi faktor yang membuat KTM bisa sangat kuat.

Hasil-hasil musim 2020 lalu menunjukkan bila pengembangan rangka baja baru KTM RC16 dengan profil kotak sudah berada di jalan yang tepat. Kini, KTM RC16 dinilai lebih mudah dikendarai dan itu bisa menjadi faktor kunci mereka untuk bersaing gelar di 2021.

“RC16 kini tidak hanya lebih mudah dikendarai namun juga lebih tangguh,” tutur Sebastian Risse.

Baca Juga:

Pada varian sebelum 2020, para pembalap KTM harus melakukan pengereman keras saat masuk tikungan. Mereka juga harus melibas tikungan dengan jalur seperti huruf V.

“Kini, para pembalap bisa melakukan pengereman di titik terdekat tikungan (late braking) lalu cepat membuka gas agar lebih cepat saat keluar tikungan,” ucap Risse.

“Para pembalap selalu ingin motor dengan kekuatan merata di semua aspek. Jika melakukan satu ubahan, kami akan berusaha mempertahankan karakter motor,” kata Risse.

Dibanding pabrikan lain seperti Ducati, Honda, dan Yamaha yang musim lalu bermasalah dengan ban belakang dari Michelin, KTM sepertinya tidak mengalami hal tersebut. Kini, KTM seharusnya mampu lebih baik dibanding musim lalu.

Khusus untuk sasis, KTM menyebut musim 2020 lalu baru tahap awal. Itu berarti masih banyak kemungkinan potensi yang bisa dikeluarkan KTM RC16.

Sekilas, profil kotak rangka baja KTM RC16 terlihat sederhana namun sejatinya kompleks. Sebenarnya, rangka bermaterial baja ini tidak jauh berbeda dengan sasis aluminium untuk motor-motor kompetisi KTM lainnya.

“Desain terus kami kembangkan dan semakin Anda tahu target yang ingin dicapai, kian kompleks pula komponen yang dipakai,” kata Risse. “Bagian menyilang pada sasis RC16 sekilas terlihat sama namun ketebalan bahannya kami bedakan.”

Dua pembalap tim pabrikan Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (kiri) dan Miguel Oliveira akan menjadi tulang punggung pengembangan KTM di MotoGP 2021.

Dua pembalap tim pabrikan Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (kiri) dan Miguel Oliveira akan menjadi tulang punggung pengembangan KTM di MotoGP 2021.

Foto oleh: KTM Images

Mesin konfigurasi V4 yang dipakai KTM RC16 juga lebih bertenaga dibanding yang segaris empat silinder (inline four-cylinder). Konfigurasi mesin pun memengaruhi top speed.

Musim lalu, kecepatan maksimal KTM RC16 hanya kalah 5,6 km/jam dari Ducati Desmosedici GP20 dan cuma 2,2 km/jam dari Honda RC213V.   

Tenaga mesin ternyata bukan faktor yang paling menentukan di balap seperti MotoGP. Untuk mendapatkan waktu lap bagus, motor tidak perlu mengeluarkan semua tenaganya.

“Yang dikatakan pembalap saat bicara soal akselerasi adalah rasa mesin itu sendiri, bukan tenaga. Kami bisa saja memberikan mereka mesin bertenaga besar,” kata Risse.

“Saat tes kami menaik-turunkan torsi dan kontrol traksi untuk menemukan tenaga puncak performa. Yang kerap jadi masalah biasanya grip dan kencenderungan ban deoan mengangkat (wheelie).”

Pembalap juga berperan sangat penting. Mereka harus bisa menentukan racing line yang sesuai dengan karakter motor. Demikian pula soal kecepatan saat keluar tikungan, misalnya.

Faktor terakhir yang sangat menentukan performa, menurut Sebastian Risse, adalah ban. Michelin memiliki banyak spesifikasi atau varian yang bisa dipilih pabrikan.

Menemukan ban yang tepat juga tidak sulit, Tapi, pembalap tetap memegang peran sangat penting dalam menentukan set-up motor yang ujungnya terkait dengan pemilihan ban.

Untuk faktor eksternal, para pembalap KTM sudah berpengalaman saat turun di GP Catalunya di MotoGP musim lalu. Pada Sabtu, ban depan medium bekerja bagus dalam cuaca panas.

“Saat awan datang, kami punya masalah. Dampaknya, hasil lomba kami berubah total dari strategi awal,” ucap Sebastian Risse yang belum menemukan solusi soal ban depan ini.

Inilah tantangan utama KTM di MotoGP 2021. Pasalnya, jika ban depan jadi masalah, KTM harus tetap harus menemukan solusi agar motor yang dikendarai Miguel Oliveira dan Brad Binder (skuad pabrikan) serta Iker Lecuona dan Danilo Petrucci (tim satelit) bisa tetap enak.

 

 

dibagikan
komentar
Zarco Jadikan Dovizioso Panutan di Ducati

Artikel sebelumnya

Zarco Jadikan Dovizioso Panutan di Ducati

Artikel berikutnya

Miguel Oliveira Segera Dapatkan SIM Motor

Miguel Oliveira Segera Dapatkan SIM Motor
Muat komentar