Siap Fight, Duo Suzuki Turun dengan Motivasi Berbeda di Aragon

Joan Mir tahu peluang untuk mempertahankan gelar juara dunia MotoGP makin mengecil. Tetapi, ia dan rekan setimnya di Suzuki Ecstar, Alex Rins, siap habis-habisan di Aragon.

Siap Fight, Duo Suzuki Turun dengan Motivasi Berbeda di Aragon

Menjelang seri ke-13 Kejuaraan Dunia MotoGP yang akan digelar di Sirkuit MotoLand Aragon, Spanyol, akhir pekan ini (10-12/9/2021), Joan Mir berada di peringkat kedua klasemen.

Namun, gapnya dengan pemimpin klasemen, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) sudah 65 poin. Hal itu terjadi setelah Quartararo berhasil memenangi lomba sebelumnya di Silverstone, Inggris, sedangkan Mir hanya finis P9.

Hasil sebaliknya diperoleh Alex Rins di Silverstone. Ia berhasil finis P2 di belakang Quartararo dan di atas Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini).

Itulah finis podium kali pertama bagi Rins sejak MotoGP Eropa di Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, 8 November 2020 lalu. Rins harus menunggu 13 balapan tanpa podium hingga mampu melakukannya di Silverstone, 29 Agustus lalu.

Kini, Joan Mir dan Alex Rins akan datang ke Aragon dengan motivasi berbeda. Mir yang kehilangan poin cukup signifikan dari Quartararo di Inggris, akan habis-habisan di Aragon untuk menghidupkan peluangnya mempertahankan gelar.

Joan Mir dan Alex Rins, Team Suzuki MotoGP, saat turun di MotoGP Austria.

Joan Mir dan Alex Rins, Team Suzuki MotoGP, saat turun di MotoGP Austria.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Pembalap Spanyol itu pun tahu hanya kemenangan di Aragon yang bisa menahan Quartararo. Karena itulah Mir akan bertarung habis-habisan di MotorLand nanti. “Gap kini semakin besar. Tetapi saya akan fight,” ucap Mir.

Saat libur paruh musim, Suzuki berhasil mengembangkan ride height device alias peranti peninggi-rendah sepeda motor yang juga biasa dikenal dengan holeshot device.

“Tentu akan bagus jika mampu mengulang hasil finis podium tahun lalu. Saya yakin kami mampu melakukannya. Aragon juga sirkuit yang saya sukai,” kata Mir.

Musim lalu, dari dua gelaran MotoGP di MotorLand, Aragon dan Teruel, Mir masing-masing mampu naik podium ketiga.

Sementara itu, Rins yang musim lalu menempati peringkat ketiga MotoGP 2020, akan mengganti performa buruknya pada paruh pertama musim ini.

Kompatriot Mir tersebut layak optimistis jika melihat performanya di Aragon tahun lalu. Rins berhasil memenangi GP Aragon dan finis P2 di GP Teruel. Rins juga memenangi Moto3 Aragon 2013 serta finis kedua Moto2 2015.

Baca Juga:

“Saya memiliki banyak memori indah di MotorLand. Itu membuat saya sangat termotivasi dan percaya diri saat ini. Khususnya setelah hasil bagus di Silverstone,” kata Rins yang kini hanya berada di P11 klasemen dengan 64 poin.

“Tim dan saya akan bekerja keras untuk mendapatkan hasil bagus di Aragon. Jika saya mampu sukses di Spanyol, itu akan menjadi sesuatu yang spesial buat saya.”

Shinichi Sahara selaku Project Manager Suzuki MotoGP juga tahu benar apa yang sangat diperlukan Suzuki saat ini.

“Kualifikasi masih menjadi kelemahan utama kami. Kami bisa melihat seperti apa dampaknya terhadap performa balap kami,” tutur Sahara.

“Kendati begitu, kedua pembalap kami sangatlah kuat dan memiliki determinasi tinggi. Kami akan terus berusaha mencari solusi agar bisa kompetitif sepanjang akhir pekan.”

 

dibagikan
komentar
MotorLand Aragon Sirkuit Terburuk bagi Fabio Quartararo
Artikel sebelumnya

MotorLand Aragon Sirkuit Terburuk bagi Fabio Quartararo

Artikel berikutnya

Ayah Maverick Vinales Yakin Aprilia Tim Tepat bagi Putranya

Ayah Maverick Vinales Yakin Aprilia Tim Tepat bagi Putranya
Muat komentar